Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Perempuan Di Titik Nol Karya El-Saadewi
on
ISSN: 2302-920X
Jurnal Humanis, Fakultas Ilmu Budaya Unud
Vol 17.3 Desember 2016: 155 - 161
Konflik Batin Tokoh Utama
Dalam Novel Perempuan Di Titik Nol Karya El-Saadewi
Ni Kadek Enny Muliandayani1*, I Ketut Sudewa2, I Ketut Nama3 123Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana 1[[email protected]] 2[[email protected]]
3
*
Corresponding Author
ABSTRAK
This thesis entitled "The Inner Conflict Main Figures in the Novel Women at Work Zero Point El-Saadewi". Novel Woman at Zero Point has a strong psychological picture of the main character. The problems discussed there are two, namely: analysis of the structure and inner conflict. The purpose of this study to determine the structure and the inner conflict of the main character. The methods and techniques used in the study, there are three, namely: (1) methods and techniques of data collection, used qualitative methods and techniques read, see, and note; (2) Methods and techniques of data analysis used descriptive analytic method followed by techniques see, and note; (3) Methods and techniques of presentation of the results of data analysis using the description and presentation of the results of data analysis techniques presented in the format of preparation of the thesis.
Structural elements are analyzed in a novel Women in Ground Zero, namely: characterization, plot, and setting. The third analysis used functional structure, because the elements support each other to establish the integrity of the story. Inner conflict such as physical violence and sexual abuse from childhood to adulthood. Solutions done to resolve inner conflict, namely: sublimation, projection, and rationalization.
Keywords: women, sexual, and inner conflict
Novel Perempuan di Titik Nol karya El-Saadewi menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan Mesir yang bernama Firdaus. Firdaus mengalami permasalahan rumit di dalam hidupannya, seperti: kemiskinan, kekerasan fisik, dan pelecehan seksual. Perlakuan kekerasan fisik dan seksual yang dialaminya sejak kecil hingga dewasa menjadikannya seorang pelacur sukses. Pekerjan pelacur itu
mengantarkannya ke penjara karena telah membunuh seorang germo. Kekerasan dan pelecehan seksual yang dialaminya menyebabkan konflik batin di dalam dirinya.
Novel ini dipilih sebagai objek penelitian, dilatarbelakangi oleh dua pertimbangan: pertama, novel Perempuan di Titik Nol memiliki gambaran konflik batin yang menonjol, terutama pada tokoh utama, mulai dari kecil hingga dewasa. Kedua, tokoh utama menginginkan keluar dari ketidaknyamanan hidupnya, seperti: kemiskinan, penindasan, dan pelecehan seksual yang menimbulkan terjadinta konflik batin di dalam dirinya.
Tokoh rekaan atau yang dikenal dengan istilah manusia kertas menampilkan berbagai watak dan perilaku yang terkait dengan kejiwaan dan pengalaman psikologis (Atmaja jiwa, 2014:12). Tokoh- tokoh yang terdapat di dalam novel ini menampilkan berbagai watak dan perilaku yang berkaitan dengan kejiwaan dan pengalaman psikologi akibat konflik yang terjadi, khususnya tokoh Firdaus. Konflik batin yang dialami oleh Firdaus berhubungan erat dengan struktur kepribadian dari Sigmund Freud, yaitu: id, ego, superego ( dalam Minderop, 2013:20).
Masalah yang disajikan dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah struktur novel Perempuan di Titik Nol yang meliputi penokohan, alur, dan latar karya El-Saadewi; (2) Bagaimanakah gambaran konflik batin tokoh utama novel Perempuan di Titik Nol karya El-Saadewi.
Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk meningkatkan aspresiasi masyarakat terhadap karya sastra, khususnya novel dan memberikan informasi kepada pembaca dalam mendalami aspek psikologi sastra. Selain itu, tujuan penelitian ini memberikan sumbangan dalam mengembangkan ilmu sastra, khususnya sastra Indonesia. Tujuan khusus dalam penelitian ini, yakni: untuk mengetahui unsur intrinsik yang meliputi penokohan, alur, dan latar serta mengetahui konflik batin pada tokoh utama dalam novel perempuan di titik nol karya El-Saadewi.
Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ada tiga, yaitu: (1) metode dan teknik pengumpulan data, digunakan metode kualitatif dan teknik baca, simak, dan catat; (2) Metode dan teknik analisis data digunakan metode deskriptif analitik dilanjutkan dengan teknik simak, dan catat; (3) Metode dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskripsi dan teknik penyajian hasil analisis data disajikan dalam format penyusunan skripsi.
Analisis struktur novel Perempuan di Titik Nol karya El-Saadewi dianalisis menggunakan teori dari Burhan Nurgiantoro. Analisis struktur dalam novel Perempuan di Titik Nol memiliki analisis struktur yang kuat karena fungsi dan hubungan antarunsurnya saling berkaitan sehingga terciptanya kepaduan antarunsur yang terdapat di dalam novel novel Perempuan di Titik Nol. Analisis struktur yang dibicarakan dalam novel Perempuan di Titik Nol adalah penokohan, alur, dan latar. Adapun tokoh-
tokohnya, yaitu: tokoh utama yakni Firdaus, tokoh sekunder yakni Paman, Syekh Mahmoud dan Bayoumi dan tokoh komplementer yakni Ibrahim dan Marzouk. Selanjutnya alur dalam novel Perempuan di Titik Nol menggunakan beberapa tahapan, yaitu: tahap awal sebagai tahap perkenalan, tahap tengah sebagai tahap pertikaian, dan tahap akhir sebagai tahap penyelesaian. Latar dalam penelitian novel perempuan di titik nol dianalisis melalui latar tempat, waktu, dan sosial.
Konflik batin adalah konflik internal yang dialami oleh seseorang. Konflik tersebut menyebabkan timbulnya tekanan dalam diri yang tidak bias dingkapkan, sehingga terjadilah konflik batin di dalam diri seseorang. Konflik batin yang dialami tokoh utama dalam novel Perempuan di Titik Nol yakni penghinaan dan kekerasan fisik yang didapat dri suaminya sendiri. Selain itu juga pemerkosaan (pelecehan seksual) yang didapat dari orang yang tidak dikenal serta memanfaatkan tubuhnya sebagai mesin penghasil uang ( diperbudak oleh seorang germo). Hal di atas menyebabkan terjadinya konflik batin di dalam diri Firdaus.
Analisis novel Perempuan di Titik Nol disimpulkan struktur dan konflik batin yang dialami oleh tokoh utama. Struktur dari novel Perempuan di Titik Nol memiliki analisis struktur yang kuat karena fungsi dan hubungan antarunsurnya saling berkaitan sehingga terciptanya kepaduan antarunsur yang terdapat di dalam novel yang bersifat fungsional dan tersusun secara kronologis. Pemahaman struktur terhadap novel Perempuan di Titik Nol dianalisis bedasarkan beberapa unsur, yaitu penokohan, alur, dan latar.
Tokoh dalam novel dibedakan menjadi tiga, yaitu: tokoh utama adalah Firdaus. Tokoh sekunder, yaitu: paman, Syekh Mahmoud, dan Bayoumi. Tokoh komplementer, yakni: Ibrahim dan Marzouk. Alur novel Perempuan di Titik Nol dianalisis berdasarkan tiga tahapan, yaitu: tahap awal sebagai tahap pengenalan terhadap kehidupan pada tokoh utama sebagai seorang pelacur, tahap tengah adalah tahap masuknya konflik menuju klimaks yang ditandai dengan terbunuhnya Marzouk di tangan Firdaus. Tahap akhir adalah tahap peleraian atau penyelesian masalah yang dibuktikan dengan masuknya Firdaus ke penjara dan divonis hukuman mati.
Latar yang digunkan novel Perempuan di Titik Nol adalah latar tempat, latar waktu, latar sosial. Latar tempat yang berpengaruh dalam novel ini, yaitu di Mesir. Lokasi terjadinya peristiwa Perempuan di Titik Nol banyak ditempatkan di Kairo. Latar waktu dalam novel Perempuan di Titik Nol hanya bekisar pada pagi hari, malam hari, dan semenjak tiga tahun. Latar waktu menjelaskan kronologi cerita dalam novel, dan latar waktu yang paling dominan adalah malam hari. Latar sosial dalam novel Perempuan di Titik Nol menggambarkan masyarakat Mesir yang meyakini bahwa kaum laki-laki memiliki derajat lebih tinggi daripada kaum perempuan.
Analisis psikologi novel Perempuan di Titik Nol ditinjau dari teori psikologi kepribadian oleh Sigmund Freud, yaitu: id, ego dan superego. Id berhubungan dengan prinsip kesenangan, yakni menghindar ketidaknyamanan. Id pada tokoh Firdaus adalah selalu mengibaratkan sesuatu sehingga menjadikannya sebuah mimpi atau khayalan serta menekuni pekerjaan sebagai pelacur agar bisa keluar dari kemiskinan. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mencari kenyaman dan menghindri kemiskinan.
Freud menemukan tiga sistem ego, yaitu: sadar, prasadar, dan tak sadar di dalam setiap individu. Ego sadar terjadi ketika Firdaus menyadari bahwa semua
perempuan adalah seorang pelacur yang menjual diri dengan berbagai macam harga. Ego prasadar terjadi ketika Firdaus mendapatkan uang pertama dari pelangganya dan Firdaus kembali diingatkan kepada uang pertama yang didapatkan dari ayah dan ibunya. Ego tak sadar tampak ketika Firdaus menanyakan cara uantuk membedakan ayahnya dan tidak sengaja menyinggung perasaan ibunya.
Superego mengacu pada moralitas dalam kepribadian. Seperego sama halnya dengan “hati nurani” yang mengenal baik dan buruk. Superego tampak pada saat Firdaus menyadari bahwa kebenaran itu selalu mudah dan sederhana. Di dalam kesederhanaannya itu, terletak kekuasaan yang ganas. Seseorang tidak dapat mencapai kebenaran premitif, kebenaran hidup yang sederhana, tetepi menakutkan dan penuh kekuatan. Untuk sampai kepada kebenaran menandakan bahwa seseorang tidak lagi merasa takut, terutama takut dengan mati karena kematian dan kebenaran adalah sama.
Konflik batin yang dialami oleh Firdaus seperti penghinaan dan kekerasan fisik oleh Skyh Mahmoud, yang membuat Firdaus merasa tersiksa. Selain itu, konflik batin yang dialami oleh Firdaus yaitu pelecehan seksual yang dilakukan oleh Bayoumi dan kawan-kawannya sehingga mengakibatkan tekanan batin yang keras di dalam dirinya. Penindasan dan penyiksaan berupa pemanfaatan tubuh Firdaus sebagai mesin pencetak uang. Solusi yang dilakukan Firdaus untuk mengatasi konflik batin ini adalah mekanisme pertahanan, yaitu: sublimasi, proyeksi, dan rasionalisasi.
Atmaja, Jiwa. 2014.” Bahan Kuliah Psikologi Sastra”.Denpasar.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metode Penelitian Psikologi Sastra: Teori, Langkah dan Penerapannya. Yogyakarta: Media Pressindo.
Kutha Ratna, I Nyoman.2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Minderop, Albertine. 2013. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. 2002. Teori Pengkajian Fiksi.Cetakan kelima. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
161
Discussion and feedback