JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI DALAM NOVEL KOGOERU KIBA KARYA ASA NONAMI
on
JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN
HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI
DALAM NOVEL KOGOERU KIBA
KARYA ASA NONAMI
Sarah Mayung Sarungallo
Program Studi Sastra Jepang Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana
Abstract
The aim of this research is to describe kinds, structures, and translation variations of hatsuwa and dentatsu no modariti translation in the novel Kogoeru Kiba by Asa Nonami. The theories stated by Nitta Yoshio, Nida and Taber are used in this research. This research combined qualitative and quantitative method to analize the data. The result were presented formally and informally. The analysis result shows that there were 15 grammatical forms included in hatsuwa and dentatsu no modariti in the novel Kogoeru Kiba. They are imperative form, –kudasai form, –na form, –nasai form, –tai form, –shitakunai form, –youda form, –darou form, –deshou form, –kamoshirenai form, –nichigainai form, –souda form, –hazuda form, –ka form, and –no form. Each form has different pattern, and not all of the forms correspond with specific words, but some kinds of modality are translated into sentences which have the same nuance with the aims in using that modality.
Keywords: Hatsuwa and dentatsu no modariti,, Kinds, Structure, Variation of Translation
Bagi pembelajar asing, pemahaman yang mendalam mengenai bahasa yang sedang dipelajari merupakan hal mendasar yang wajib dimiliki. Hal ini dikarenakan setiap bahasa memiliki karakteristik yang berbeda dan digunakan secara berbeda pula. Salah satu cabang linguistik yang berperan penting dalam pemahaman bahasa adalah sintaksis. Sintaksis mengkaji tentang struktur dan unsur-unsur pembentuk kalimat yang mencakup jenis kalimat, unsur kalimat, pola kalimat, teknik analisa kalimat, serta kategori gramatikal dalam predikat. Dalam kajian kategori gramatikal predikat terdapat modalitas. (Sutedi, 2003:61) Modalitas secara sederhana merupakan bentuk kalimat yang digunakan untuk menyatakan bagaimana sikap pembicara mengenai suatu hal, serta bagaimana sikap pembicara mengenai hal yang disampaikannya (Iori, 2000:262)
Untuk membatasi permasalahan, dalam penelitian ini hanya akan dibahas mengenai struktur bentuk hatsuwa dan detatsu no modariti menggunakan teori yang dikemukakan oleh Nitta Yoshio dan Nida dan Taber (dalam Choliludin, 2005:3). Hatsuwa dan hatsuwa dan dentatsu no modariti merupakan bentuk tata bahasa yang digunakan untuk menyampaikan apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh pembaca pada saat berbicara (Nitta, 1998:18) .sedangkan Nida dan Teber (dalam Choililudin, 2005:3) mengungkapkan bahwa menerjemahkan adalah proses untuk menghasilkan padanan alami yang paling mendekati dari pesan bahasa sumber ke dalam bahasa penerima, pertama pada tingkat makna, kedua pada tingkat gaya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
-
1. Bagaimanakah jenis struktur hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami?
-
2. Bagaimanakah variasi terjemahan dari hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami?
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai penelitian linguistik, khususnya yang mengkaji tentang sintaksis dan terjemahan bahasa Jepang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
-
1. Untuk memahami jenis dan struktur kalimat yang mengandung bentuk hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami.
-
2. Untuk mengetahui variasi terjemahan yang dapat dihasilkan dalam penerjemahan hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami.
Dalam tahap pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap. Dalam metode ini, peneliti hanya sebagai pengamat penggunaan bahasa oleh para penggunanya. kemudian dilanjutkan dengan teknik catat.
Metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode agih dan metode padan translational. Metode agih adalah metode analisis yang penentunya ada di dalam dan merupakan bagian dari bahasa yang diteliti (Sudaryanto, 1993:15) sedangkan metode padan translational merupakan metode analisis yang penentunya adalah bahasa lain, yang dalam penelitian ini adalah bahasa Indonesia. Metode ini akan didukung dengan teknik dasar yakni teknik bagi unsur langsung untuk mendapatkan unsur-unsur pembentuk teks bahasa sumber (BSu) dengan cara membagi satuan lingual data dari teks bahasa sumber (BSu).
Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode formal dengan menggunakan tanda dan lambang-lambang (Sudaryanto, 1993:154) dan metode informal dengan menggunakan kata-kata (Muhammad, 2011:288).
Terdapat 15 jenis bentuk tata bahasa yang tergolong hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami. Bentuk-bentuk tersebut adalah bentuk perintah, –kudasai, –na, –nasai, –tai, –shitakunai, –youda, –darou, –deshou, –kamoshirenai, –nichigainai, –souda, –hazuda, –ka, –no. Struktur pembentukan bentuk-bentuk tersebut berbeda-beda, dan tidak semua modalitas diterjemahkan menjadi kata khusus, beberapa modalitas diterjemahkan ke dalam kalimat yang memiliki nuansa yang ingin dihasilkan melalui penggunaan modalitas-modalitas tersebut.
Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 15 jenis hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami. Bentuk-bentuk tersebut adalah bentuk perintah, –kudasai, –na, –nasai, –tai,
–shitakunai, –youda, –darou, –deshou, –kamoshirenai, –nichigainai, –souda, –hazuda, –ka, –no.
-
1. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 3 kalimat yang mengandung bentuk perintah.
Jika bentuk ini dirumuskan, maka akan terbentuk pola:
KK klp I (bntk kamus: akhiran u berubah menjadi e)
KK klp II (bntk kamus: akhiran ru berubah menjadi ro)
KK klp III (bntk kamus: akhiran suru berubah menjadi shiro dan kuru berubah menjadi koi)
-
2. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data ditemukan 10 kalimat yang mengandung bentuk –kudasai.
Jika dirumuskan, bentuk ini akan membentuk pola: KK I, II, III bentuk -te O/go+KK masu (masu)
+ kudasai
-
3. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan satu kalimat yang mengandung bentuk na.
Jika dirumuskan, bentuk ini akan membentuk pola:
KK I (bentuk kamus) | |
KK II (bentuk kamus) KK III (bentuk kamus) |
+ na |
-
4. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 3 kalimat yang mengandung bentuk –nasai.
Jika dirumuskan, bentuk ini akan membentuk pola:
KK I, II, II (masu) 'l KK bntk –te |
^ + nasai |
-
5. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 4 kalimat yang mengandung bentuk –tai.
Jika dirumuskan, maka akan terbentuk pola:
....o KK I, II, III (masu) |
. , s U + tai .....ga KK I, II, III (masu) |
-
6. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan satu kalimat yang mengandung pola –shitakunai.
Jika dirumuskan, bentuk ini akan membentuk pola:
KK I, II, III (masu) ....wa

+ shitakunai
-
7. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 19 kalimat yang mengandung bentuk –youda.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK I, II, III bntk kamus
KS + you da
KK + nominalizer no
-
8. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 80 kalimat yang
mengandung bentuk –darou.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola
KK + nominalizer no KK + nominalizer koto KK pasif KK bntk negatif KK bntk lampau KK bntk lampau + n KS na Shujoshi |
+ darou |
KS + n | |
KB |
-
9. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 12 kalimat yang mengandung bentuk -deshou.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
r KK I, II, III bntk kamus | ||
Penjelasan awal/pertimbangan, J |
KS i |
+ deshou |
KK bntk lampau + n |
KS (na) | |
KB |
-
10. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 38 kalimat yang mengandung bentuk -kamoshirenai.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK bntk kamus KK bntk lampau KK + nominalizer no KS |
+ kamoshirenai |
-
11. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 12 kalimat yang mengandung bentuk –ni chigainai
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK I, II, III bntk kamus I
KK I, II, III bntk lampau
KK + nominalizer no + ni chigainai
KS
KB
-
12. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 15 kalimat yang mengandung bentuk –souda.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK I (masu)
KK II (masu) + -sou da
KK III (masu
-
13. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 30 kalimat yang mengandung bentuk –hazu da.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK bntk kamus | |
KK bntk lampau KK bntk negatif KK bntk –te j |
+ hazu da |
-
14. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 89 kalimat mengandung bentuk – ka.
yang
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK bntk lampau + n | ||
KK bntk hormat (masu) KK bntk hormat + n KK bntk hormat + n KK bntk negatif + n KK bntk –te KK bntk negatif + nominalizer koto KS KS + n Kata tanya ....... |
+ desu |
+ ka |
KK bntk kamus KK bntk lampau + nominalizer no Deshou |
-
15. Berdasarkan hasil pengklasifikasian data, ditemukan 28 kalimat yang mengandung bentuk – no.
Jika dirumuskan, maka bentuk ini akan membentuk pola:
KK bntk kamus KK bntk lampau KS KB + na |
> |
+ no |
Adapun variasi terjemahan yang dihasilkan dari penerjemahan hatsuwa dan dentatsu no modariti dalam novel Kogoeru Kiba adalah ada dan tidak adanya kata khusus untuk memadankan modalitas. Tidak semua modalitas diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata khusus. Hal ini dikarenakan adanya kalimatkalimat yang dapat digunakan untuk mengungkapkan modalitas-modalitas tersebut tanpa harus dipadankan dengan kata khusus. Kalimat-kalimat tersebut mengandung nuansa yang sama dengan maksud yang ingin disampaikan melalui pemakaian modalitas sehingga tidak perlu lagi adanya penggunaan kata-kata khusus untuk menunjukkan penggunaan modalitas tersebut.
Dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami, ditemukan 15 jenis kalimat yang mengandung bentuk hatsuwa dan dentatsu ni modariti. Bentuk-bentuk ini memiliki pola tersendiri. Tidak semua bentuk dipadankan dengan kata khusus, beberapa diantaranya hanya dijelaskan melelui pemakaian kalimat yang mengandung nuansa yang sama dengan nuansa yang ingin disampaikan melalui penggunaan modalitas-modalitas tersebut.
Daftar Pustaka
Choiludin.2005.The Technique of Making Idiomatic Translation. Bekasi: Visipro Iori, Isao. 2000. Nihongo Bunpou Hand Book. Tokyo: 3A Coorporation Muhammad. 2011. Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Nitta, Yoshio. 1999. Nihongo no Modariti to Ninshou. Tokyo: Hitsuji Shoboo Nonami, Asa. 2000. Kogoeru Kiba. Japan: Shinchousa
Nonami, Asa. 2012. Pemburu (The Hunter). Diterjemahkan dari Kogoeru Kiba oleh Julanda Tantani. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sutedi, Dedi. 2003. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
Discussion and feedback