ISSN: 2302-920X

Jurnal Humanis, Fakultas Ilmu Budaya Unud

Vol 17.1 Oktober 2016: 68 - 74

Motivasi Tokoh Takako Otomichi Sebagai Seorang Polisi Wanita Unggulan Dalam Novel Kogoeru Kiba Karya Asa Nonami

Gede Feri Kartiana1*, I Gede Oeinada2, Silvia Damayanti3

123Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana 1[[email protected]] 2[[email protected]] 3[[email protected]]

Corresponding Author

ABSTRACT

This study is entitled " Motivation of Character Takako Otomichi, as a Superior Policewoman Featured in Kogoeru Kiba Novel written by Asa Nonami". This study aims to determine the psychological state and the motivation of Takako Otomichi as the main character in the novel to become a superior policewoman in the Tokyo Metropolitan Police Department. The theory used in this research is the Sigmund Freud's theory of psychoanalysis (in Suryabrata, 1988:145-1490 as well as Abraham Maslow’s theory of Motivation needs (in Sutrisno, 2009:122-124). The method used in analyzing the data is descriptive analysis method. As the results of the analysis, the psychology of Takako Otomichi which consisted of the id, ego and superego are in balance. The Id of Takako Otomichi contains her desire to become a superior policewoman, the ego controls the id while superego acts according to the existing norms.In this study, Takako Otomichi as the main character is motivated by five levels of needs: firstly (1) Physiological need makes Takako Otomichi works as a policewoman in order to earn a living so that she can meet her basic needs. Secondly (2) The need for security encourages her to join the police force, therefore Takako Otomichi can get various facilities such as health insurance and annuities. Thirdly (3) The need for social relationship encourages Takako Otomichi to marry the man of her choice. Fourthly (4) The need for recognition makes Takako Otomichi to be motivated to pursue the perpetrators, thus her success can be recognized by her colleagues. The fifth (5) The need for self-actualization encourages Takako Otomichi to work hard and diligently, so that she can be a reliable police detective who devotes her ability for public safety.

Key words : Psychology Literature , Motivation , Japanese Police

  • 1.    Latar Belakang

Dinas Kepolisian Jepang pada tahun 1874 mendirikan Departemen Kepolisian terbesar bernama Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (Parker, 2002: 32-33). Pada dinas kepolisian Jepang hanya sedikit dari wanita yang ingin menjadi polisi wanita. hal ini karena tanggung jawab serta resiko tugas dari seorang polisi lebih berat.

Sehingga untuk menumbuhkan minat dari wanita, telah menginspirasi Asa Nonami untuk menuangkannya ke dalam sebuah novel yang berjudul Kogoeru Kiba (1996).

Novel Kagoeru Kiba mengisahkan tentang kehidupan detektif polisi wanita yang bernama Takako Otomichi yang bekerja di Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada bagian daisankidososatai (unit investigasi ketiga). Alasan pemilihan novel Kogoeru Kiba sebagai objek penelitian, karena isi dari novel ini sangat menarik. Asa Nonami dalam karyanya memberikan gambaran psikologi pada tokoh Takako Otomichi dan memberi gambaran motivasi yang kuat pada tokoh Takako Otomichi untuk menjadi seorang polisi wanita unggulan. Motivasi yang muncul dari dalam diri Takako Otomichi memberi dorongan yang kuat sehingga dia mampu meraih impiannya. Kemampuannya dalam bekerja mengantarkannya untuk bergabung pada Depertemen Kepolisian Metropolitan Tokyo yang memiliki disiplin kerja serta kredibilitas dalam mengungkap kasus.

  • 2.    Pokok Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • 1.    Bagaimanakah psikologi tokoh Takako Otomichi dalam novel Kogoeru Kiba

karya Asa Nonami?

  • 2.     Bagaimanakah motivasi tokoh Takako Otomichi sebagai seorang polisi wanita

unggulan dalam novel Kogoeru Kiba Karya Asa Nonami?

  • 3.     Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini dapat dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai karya sastra Jepang, sehingga karya sastra Jepang semakin dikenal dan dimnati masyarakat Indonesia. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan psikologi tokoh Takako Otomichi dan untuk mengetahui motivasi tokoh Takako Otomichi sebagai seorang polisi wanita unggulan dalam novel Kogoeru Kiba karya Asa Nonami

  • 4.     Metode Penelitian

Dalam tahap pengumpulan data, metoda yang digunakan yaitu metode kepustakan, yaitu penelitian yang secara khusus meneliti taks, baik lama maupun modern ( Ratna, 2009:39), kemudian dilanjutkan dengan teknik catat atau tulis. Setelah data terkumpul dan siap untuk di analisis, metoda dan teknik yang digunakan dalam analisis data adalah metoda deskriptif analisis, yaitu metoda yang dilakukan dengan cara menguraikan dan memberi penjelasan mengenai fakta-fakta yang ada (Ratna, 2009:53). Data yang berkaitan dengan motivasi tokoh Takako Otomichi dalam novel Kogoeru Kiba akan dipaparkan secara terperinci dan dijelaskan dengan teori yang digunakan setelah itu dilanjutkan dengan teknik analisis yang bersifat deskriptif, untuk menjelaskan secara sederhana proses analisis data. Setelah data dianalisis, pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode informal yaitu data-data disajikan dalam rangkaian kata-kata bukan dalam bentuk angka (Ratna, 2009:50)

  • 5.    Hasil dan Pembahasan

Karakter tokoh utama Takako Otomichi dijelaskan dengan melihat perilaku untuk menampilkan gambarannya secara jelas, terdapat proses yang disebutkan karakterisasi atau perwatakan. Waluyo (dalam Wicaksono, 2014:202) menjelaskan bahwa perwatakan seorang tokoh memiliki tiga dimensi yaitu fisiologis, psikologis, dan sosiologis. Takako Otomichi sebagai tokoh utama dalam novel Kogoeru Kiba memiliki tiga dimensi yaitu sebagai berikut

  • 5.1    Dimensi Fisiologis

Ciri-ciri tubuh merupakan totalitas atau keseluruhan yang bisa mewakili kepribadian si tokoh. Waluyo (dalam wicaksono, 2014:202) ciri-ciri tubuh meliputi tinggi, pendek, kurus dan gemuk. Hal ini dapat dilihat pada data berikut:

  • (1) . 目のまえには、相変わらすの無表情で例女刑事が座っている。背ばかり 高くて、首も手足も「によっきり」という感じで伸びている女は、二七、 八いや、八、九ということだろうか。胸の薄い、顔の小さな女でそう化 粧をしているようにも見えなかったが、白い肌をしていた。(凍える牙、 1996:78-79)

Me no mae ni wa, aikawarazu no muhyōjō de rei onna keiji ga suwatte iru, se bakari takakute kubi mo shushoku mo (nyokkri) to iu kanji de nobite iru onna wa, ni nana, hachi iya , hachi, kyu to iu tokoro ka. Mune no usui, kao no chiisana onna de, sou keshō o shite iru you ni mo mienakatta ga, shiroi hada o shite ita. (Kogoeru Kiba, 1996:78-79)

Di depan duduk seorang detektif polisi wanita, seperti biasa dengan wajah tanpa ekspresi. Perempuan tinggi ini, leher, kedua lengan serta kakinya begitu panjang dan ramping, tampak berumur sekitar dua puluh tujuh tahun, mungkin dua puluh delapan tahun, tidak lebih cocok dua delapan atau dua puluh sembilan tahun . Payudaranya kecil, wajahnya juga , dan kelihatannya tidak dirias namun kulitnya mulus.

Pada data (1) menggambarkan bahwa Takako Otomichi adalah seorang detektif polisi wanita dengan penampilan yang biasa dengan wajah tanpa senyum. Ia memiliki tubuh tinggi, leher serta kedua lengan serta kakinya yang begitu panjang dan ramping. Ia terlihat berusia dua puluh tujuh tahun atau mungkin sekitar dua puluh sembilan tahun dan memiliki payudara berukuran kecil dan wajahnya yang tidak dirias. Dari data (1) dapat dijelaskan Takako Otomichi memiliki tubuh yang tinggi, hal ini tentunya sesuai dengan kriteria dari seorang wanita jika ingin menjadi seorang polisi memiliki kriteria fisik sebagai berikut: tinggi badan seorang perempuan adalah minimal 165 cm, tidak memiliki cacat fisik dan berpenampilan menarik (Parker, 2002, 103). Oleh karena itu seorang polisi wanita di Jepang dituntut memiliki tinggi sesuai ketentuan.

  • 5.2    Dimensi Psikologis

Waluyo (dalam wicaksono, 2014:202) menyatakan bahwa dimensi psikologi merupakan keadaan psikis tokoh meliputi watak, ambisi, keadaan emosi dan sebagainya Watak jika diartikan dalam normatif yaitu sikap, tingkah laku,dan perbuatan seseorang (Suryabrata, 1988:350). watak dari tokoh Takako Otomichi berupa Tanggung Jawab. Dalam novel Kogoeru Kiba sikap Takako Otomichi bertanggung jawab terhadap keputusannya untuk menjadi seorang polisi wanita. berikut adalah datanya.

  • (2) . 警察官になたことは、間違いではなかったのだと確信した。当時、まだ なりたてのほやほやの婦人警官だった貴子には、それなりの理想があっ たし、多少融通が利かなくとも、方の番人として、社会秩序の維持のた めに働くのだという、気負った使命感に燃えていたのだ。(焦げる牙、 1996:101)

Keisatsukan ni natta kotow a, machigai dewanakatta no da to kakushinshita. Tōji, mada naritate no hoyo no fujin kakan data Takako ni wa, sore nari no rosō ga attashi, tashō yūzū ga kikanakutomo, hō no bannin to shite, shakai chitsujo no iji no tame ni hataraku no da to iu, kiotta shimeikan ni moete ita no da ( Kogoeru Kiba, 1996: 101)

Takako yakin sepenuhnya bahwa keputusannya untuk menjadi polisi wanita tidak salah. Pada saat itu sebagai seorang petugas polisi wanita yang baru, Takako, dalam benaknya penuh dengan cita-cita, semangatnya berkobar-kobar, bertekad menjunjung tinggi hukum walaupun itu berarti harus bersifat keras kepala dan menjaga keamanan di masyarakat.

Pada data (2) terlihat bahwa keputusan Takako untuk menjadi seorang polisi wanita tidaklah salah. Keputusan ini merupakan cita-cita yang dimiliki Takako sejak kecil untuk menjadi pelayan masyarakat. Keberhasilan dari impiannya ini telah membulatkan tekadnya untuk menjunjung tinggi hukum walaupun ia harus bertindak secara keras demi menjaga keamanan masyarakat. Dari data (2) menunjukan tanggung jawab dari diri Takako Otomichi terhadap keputusannya menjadi seorang polisi wanita. Unsur id dari tokoh Takako yaitu ingin menjadi seorang polisi wanita. Unsur id berupa keinginan untuk menjadi polisi telah berhasil diwujudkan berkat adanya tindakan dari ego, adanya usaha dari ego telah membuatnya menjadi polisi wanita yang memiliki tekad untuk melakukan yang terbaik dan menjadi polisi yang bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi hukum yang ada.

  • 5.3    Dimensi Sosiologis

Waluyo (dalam Wicaksono, 2014:202) menyatakan bawa dimensi sosiologis adalah keadaan sosial tokoh meliputi keluarga dan pekerjaan. Berikut adalah kondisi dari dimensi sosiologis tokoh Takako Otomichi dalam novel Kogoeru Kiba meliputi: Keluarga, Murdock (dalam Wicaksono, 2014:01) menyatakan bahwa keluarga merupakan kelompok sosial yang memiliki karakteristik tinggal bersama dan terdapat kerja sama ekonomi. Peranan keluarga sangan mempengaruhi pembentukan karakter anak. berikut adalah keluarga dari Takako Otomichi:

(`3). 父は賛成してくれた。公務員なりば、何でも良いと思っていたのかも知 れないが。(凍える牙、1996:99)

Chichi wa sansei shite kureta. Kōmuin nariba, nan de mo yoi to omotte ita no kamoshirenai ga. ( Kogoeru Kiba, 1996: 99)

Ayah sangat mendukungku, jika aku menjadi seorang polisi, aku rasa mungkin semuanya baik-baik saja.

Pada data (3) menggambarkan sosok ayah yang begitu memberi dukungan terhadap Takako Otomichi. Ayah Takako yang bekerja sebagai pelayan masyarakat, membuat kemudahan bagi Takako ketika mengucapkan keinginannya menjadi seorang polisi wanita. Dari data (3) menyatakan bahwa sikap seorang Ayah yang bijaksana, dengan memberi dukungan terhadap pilihan yang diinginkan oleh anaknya untuk menjadi seorang polisi wanita.

  • 5.4    Motivasi Tokoh Takako Otomcihi Seorang Polisi Wanita Unggulan

Motivasi tokoh Takako Otomichi sebagai seorang polisi wanita unggulan didorang oleh lima tingkat kebutuhan (Abraham Maslow dalam dalam Sutrisno, 2009:122-124) yaitu pertama (1) adalah kebutuhan fisiologis membuat Takako Otomichi bekerja sebagai polisi wanita untuk mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Kedua (2) adalah kebutuhan rasa aman, mendorongnya bergabung pada dinas kepolisian, sehingga Takako Otomichi mendapat berbagai fasilitas seperti asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua. Ketiga (3) adalah kebutuhan hubungan sosial, ini merupakan kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh masyarakat tersebut atau lawan jenis guna mendapat kasih sayang, dicintai, diakui atau dihormati. Dalam hal ini Takako dalam memenuhi kebutuhan sosialnya memutuskan menikah dengan pria pilihanya. Keempat (4) adalah kebutuhan pengakuan, ini merupakan sebuah bukti jika seseorang telah berhasil dan memberi manfaat bagi pekerjaannya. Takako Otomichi berhasil membuat rekan kerjanya serta masyarakat mengakui kemampuannya dalam memburu alat bukti kejahatan dan berhail menagkap pelaku sesungguhnya. Kelima (5) adalah kebutuhan aktualisasi diri. Takako Otomichi membuktikan bahwa dengan kemampuannya ia bisa menjalankan tugas dengan giat dan tekun sehingga mampu berprestasi. Keberhasilan ini membuat Takako otomichi mampu berkarir dan berprestasi pada Divisi masalah kriminal pada Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo. Dengan demikian motivasi Takako Otomichi sebagai seorang polisi wanita unggulan dapat diwujudkan dengan karir dan prestasinya

  • 6.    Simpulan

Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa tokoh utama bernama Takako Otomichi memiliki karakter yang dapat dibedakan dengan tiga dimensi yaitu pertama dimensi fisiologis bahwa Takako Otomichi memiki fisik yang tinggi dan bertubuh ramping dengan usian tiga puluh tahun, kedua dimensi psikologis Takako Otomichi dengan watak bertanggung jawab, ia yakin dengan keputusannya dan menerima konsekuensinya sebagai polisi dan ketiga dimensi sosiologisnya terdapat dukungan dari keluarga kususnya dari ayah Takako Otomichi

Motivasi Takako Otomichi untuk menjadi seorang polisi wanita ditunjukan dengan lima tingkat kebutuhan, pertama kebutuhan fisiologis yang mendorongnya untuk bekerja dan memilih menjadi polisi wanita. Kedua kebutuhan rasa aman telah mendorongnya bergabung pada dinas kepolisian, sehingga kebutuhan hari tua bisa terjamin. Ketiga kebutuhan hubungan sosial, Takako memutuskan untuk menikah dengan pria pilihannya. Keempat kebutuhan pengakuan, Takako termotivasi untuk membuktikan kemampuannya untuk bekerja dengan baik, seingga kemampuannya dapat di akaui oleh rekan kerjanya. Kelima kebutuhan Aktualisasi Diri dengan rasa ingin terus belajar dan dorongan untuk mengembngkan kemampuannya, Takako berusaha untuk terus berprestasi dan berkarir pada dinas kepolisian, sehingga motivasinya untuk dapat menjadi seorang polisi wanita unggulan dapat terwujud.

  • 7.    Daftar Pustaka

Ratna, Nyoman kutha. 2009. Teori, Metoda dan Teknik Penelitian Sastra : dari Strukturalisme hingga Postrukturalisma prespektif wacana  Naratif.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Nonami, Asa. 1996. Kogoeru Kiba. Japan: Sinchousa

Parker, L Craig. 2001. The Japanese Police System Today : A Comparative Study. New

York : M.E. Sharpe.

Suryabrata, Sumadi. 1988. Psikologi Kepribadian. Jakarta: CV. Rajawali.

Sutrisno, H. Edi. 2009. Managemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenamedia Group.

Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fisik. Yogyakarta: Garudhawacana

74