ANALISIS PERBANDINGAN PROFITABILITAS PERBANKAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN MOBILE BANKING
on
E-Jurnal Manajemen, Vol. 12, No. 12, 2023:1332-1351
ISSN : 2302-8912
DOI: https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2023.v12.i12.p04
ANALISIS PERBANDINGAN PROFITABILITAS PERBANKAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN MOBILE BANKING
Ni Kadek Desi Anggarawati 1 Anak Agung Gede Suarjaya2
1,2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia Email : desianggarawati12@gmail.com
ABSTRAK
Perkembangan teknologi yang semakin maju mampu meningkatkan kepuasan dalam menyederhanakan suatu aktivitas. Sektor perbankan pun tidak terlepas dari adanya kemajuan teknologi, perbankan harus bersaing untuk menyediakan layanan yang mudah, cepat, serta seluruh lapisan masyarakat dapat dijangkau. Pengenalan layanan mobile banking merupakan salah satu contoh inovasi teknologi mutakhir di sektor perbankan. Penerapan mobile banking diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas perbankan. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan profitabilitas perbankan sebelum dan sesudah menerapkan mobile banking. Profitabilitas dalam penelitian ini ditinjau dari 3 (tiga) rasio yaitu Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini dilakukan dengan periode 2 (dua) tahun sebelum dan 2 (dua) tahun setelah penerapan mobile banking. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang menerapkan mobile banking di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode sampling jenuh dipakai pada riset ini dengan jumlah sampel 20 perusahaan perbankan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif serta statistik inferensial memakai Paired Sample T-Test. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa mobile banking dapat meningkatkan rasio ROA dan ROE, serta mobile banking dapat menurunkan rasio BOPO, yang berarti terdapat peningkatan profitabilitas sesudah penerapan mobile banking.
Kata Kunci : BOPO, Mobile Banking, Profitabilitas, ROA, ROE
ABSTRACT
The development of increasingly advanced technology is able to increase satisfaction in simplifying an activity. The banking sector is also inseparable from technological advances, banks must compete to provide services that are easy, fast, and accessible to all levels of society. The introduction of mobile banking services is one example of the latest technological innovations in the banking sector. The application of mobile banking is expected to increase banking profitability. This study was conducted with the aim of analyzing the differences in banking profitability before and after implementing mobile banking. Profitability in this study is reviewed from 3 (three) ratios, namely Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), and Operational Costs to Operating Income (BOPO). This research was conducted with a period of 2 (two) years before and 2 (two) years after the implementation of mobile banking. This research was conducted at banking companies that implement mobile banking on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The saturated sampling method was used in this research with a total sample of 20 banking companies. Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics using the Paired Sample T-Test. This study obtained the results that mobile banking can increase the ratio of ROA and ROE, and mobile banking can reduce the BOPO ratio, which means there is an increase in profitability after implementing mobile banking.
Keywords : BOPO, Mobile Banking, Profitability, ROA, ROE
PENDAHULUAN
Perekonomian suatu negara dan kemampuan Bank Sentral untuk menerapkan kebijakan moneter bergantung pada lembaga keuangan, salah satunya adalah bank. Bank didefinisikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dalam bentuk simpanan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat umum berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Perbankan tidak lagi menjadi sesuatu yang asing karena bank kini mudah diakses baik di perkotaan maupun pedesaan. Berbagai layanan publik pun membutuhkan jasa perbankan.
Perkembangan pada dunia perbankan di zaman sekarang ini memunculkan adanya kompetisi antar bank untuk memikat nasabah dengan menyediakan beraneka ragam produk perbankan yang berkualitas. Agar bisa unggul dalam persaingan dan memberikan kepuasan kepada nasabah, lembaga atau penyedia layanan di sektor perbankan harus memperhatikan kebutuhan dan harapan para nasabah (Pangiuk et al., 2019). Layanan yang mudah diakses, cepat, dan memberi akses kontrol saat ini paling penting bagi nasabah.
Dalam menjalankan roda perekonomian tidak terlepas dari sebuah transaksi. Bank memiliki peran yang besar dalam hal transaksi tersebut, oleh karenanya bank tidak lepas dari tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam hal bertransaksi sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman setiap kali melakukan transaksi. Sebagai sebuah lembaga keuangan, bank dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan mudah (Zulni, 2021). Terkait hal tersebut, perbankan terus berinovasi salah satunya yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Teknologi telah dipakai hampir disetiap aspek kehidupan, begitupula dalam industri perbankan.
Perkembangan teknologi secara pesat mampu meningkatkan kepuasan dalam menyederhanakan suatu aktivitas (Siagian & Manzilati, 2022). Di sektor perbankan, tentunya tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang ada, perbankan terus bersaing untuk menyediakan layanan yang lebih mudah, cepat, dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Untuk dapat mencapai keunggulan kompetitif dan untuk mengelola biaya operasional, perbankan telah berada di garis depan dalam mengadopsi teknologi dan mengintegrasikannya ke dalam kegiatan operasional perbankan (Warui & Mungai, 2019).
ATM (Anjungan Tunai Mandiri) ialah salah satu penerapan teknologi keuangan pertama oleh sektor perbankan, yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang, menyetor dan menarik uang tunai, serta melakukan berbagai transaksi lainnya sendiri, tanpa harus mengunjungi dan melakukan transaksi secara langsung di bank (Pant, 2020). Penerapan ATM ternyata memunculkan masalah baru, yaitu jumlah kejahatan yang dilakukan melalui ATM makin meningkat, sehingga menyebabkan para nasabah merasa khawatir dan tidak nyaman dengan keamanan uang mereka (Simanungkalit et al., 2022). Waktu yang terus berjalan dan perkembangan dunia yang makin kompleks, mendorong bank agar terus berkembang untuk dapat meningkatkan profitabilitas bank sekaligus mendapatkan kenyamanan dan kepercayaan nasabahnya kembali (Kholifah & Andrianingsih, 2020).
Perbankan belajar dari semua keluhan nasabah mengenai kelemahan penggunaan mesin ATM untuk transaksi keuangan dan diikuti dengan perkembangan teknologi keuangan yang pesat di tanah air, perbankan mulai menemukan penemuan baru untuk meningkatkan layanannya, sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan suatu transaksi dengan sistem keamanan yang makin baik dan lebih diperketat yaitu bank mengembangkan program mobile banking (m-banking) (Yahaya & Ahmad, 2018). Mobile banking yang biasa disingkat m-banking ialah salah satu komponen kemajuan teknologi yang diterapkan dalam layanan perbankan yaitu e-banking (phone banking, SMS banking, internet banking, dan mobile banking) (Sulistyowati, 2022). Kemunculan e-banking mempermudah nasabah melakukan berbagai transaksi yang tidak terbatas oleh waktu dan juga tempat. Riset yang telah dilakukan (Fatimah & Hendratmi, 2020) menyebutkan yaitu Indonesia memiliki jumlah pengguna internet dan pengguna smartphone yang terus meningkat setiap tahunnya. Tidak heran jika mobile banking merupakan salah satu yang paling cepat berkembang diantara ebanking lainnya.
Inovasi perbankan dalam fintech, khususnya mobile banking sudah berkembang begitu pesat pada era digital revolusi industri 4.0 saat ini terutama di bidang keuangan perbankan (Le et al., 2021). Mobile banking (m-banking) ialah sistem layanan keuangan untuk melakukan transaksi perbankan yang dapat diakses melalui penggunaan telepon seluler seperti ponsel atau tablet (Said & Kaplelach, 2019). Mobile banking tidak hanya sebatas menyediakan layanan perbankan melalui ponsel, tetapi mobile banking mampu memberikan akses yang mudah dalam layanan keuangan bank (Adhitya & Sembel, 2020). Kegiatan transaksi perbankan yang dilakukan melalui layanan mobile banking pada smartphone mudah dioperasikan karena tersedia berbagai fitur (Orina, 2020). Berbagai fitur yang terdapat dalam mobile banking tersedia melalui pembelian aplikasi dari app store atau google play store dan diinstal pada ponsel atau tablet, pelanggan dapat menjalankan transaksi tanpa harus terbatas oleh waktu dan tempat sehingga bisa berstransaksi kapan pun dan di mana pun yang paling nyaman bagi mereka.
Setiap akun memiliki user-id yang hanya diketahui oleh pemilik akun dan tidak dapat diketahui oleh orang lain, yang merupakan keuntungan keamanan lain dari layanan mobile banking. Meluasnya penggunaan mobile banking memfasilitasi pengelolaan keuangan dengan rasa nyaman untuk mengelola keuangan tanpa uang tunai, menurut penelitian oleh (Hepola et al., 2020). Mengadopsi mobile banking memiliki sejumlah keunggulan, seperti penghematan waktu, kenyamanan, keamanan, akses rekening yang mudah, peningkatan produktivitas, dan pengurangan penipuan (Chandran, 2014).
Bank Central Asia (BCA), salah satu lembaga keuangan negara, menjadi yang pertama mengimplementasikan platform mobile banking m-BCA (Yuliasmi, 2013). BCA meluncurkan aplikasi mobile banking-nya, yang dikenal sebagai m-BCA, pada 12 November 2012 (Simanungkalit et al., 2022). Mobile banking berkembang dan meluas tidak hanya dalam sektor perbankan; itu juga bekerja dengan dan memanfaatkan jaringan operator seluler. Oleh karena itu, terbukti bahwa mobile banking menguntungkan beberapa kalangan lainnya seperti penyedia layanan seluler, nasabah bank pengguna m-banking, dan bukan hanya bank. Hingga
saat ini mobile banking diterima dengan baik oleh para nasabah dan semakin diminati sebagai pilihan mereka dalam kegiatan bertransaksi. Ketersediaan aplikasi m-BCA yang diprediksi akan meningkatkan minat nasabah untuk bertransaksi dapat berdampak pada kinerja keuangan BCA.
Di Indonesia, jumlah individu yang memakai mobile banking untuk melakukan transaksi keuangan makin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan tersebut dapat diamati dari semakin banyaknya bank-bank yang mulai mengadopsi mobile banking di Indonesia. Menurut data statistik yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah nasabah yang memakai e-banking (meliputi SMS banking, phone banking, mobile banking, dan internet banking) melonjak sebanyak 270%, dari 13,6 juta pada tahun 2012 menjadi 50,4 juta pada tahun 2016. Pelanggan yang memakai e-banking melakukan 405,4 juta lebih banyak transaksi pada tahun 2016 dibandingkan pada tahun 2012, meningkat sebanyak 169% (Yudaruddin, 2020).
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna mobile banking dari waktu ke waktu, bank diharapkan tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dana dan penyaluran dana saja, tetapi bank juga telah hadir dengan inovasi baru yaitu mengembangkan berbagai layanan agar kegiatan transaksi para nasabahnya menjadi semakin mudah. Oleh sebab itu, untuk mengetahui sejauh mana peran pentingnya dalam dunia perbankan dapat diukur melalui profitabilitas perbankan.
Penerapan teknologi untuk memberikan layanan keuangan secara inovatif telah mengubah lingkungan persaingan global pada lembaga keuangan (Mwariri & Awuor, 2020). Mobile banking menjadi salah satu faktor terjadinya pertumbuhan profitabilitas (Indriyani & Mastuti, 2021). Bagi perbankan, dengan diadopsinya mobile banking diharapkan dapat mencapai efisiensi dan efektivitas karena jalur distribusi dan pemasaran, serta berbagai macam pembiayaan menjadi lebih ringkas sehingga profitabilitas perbankan menjadi makin meningkat (Afifah & Taufiq, 2022).
Efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya menjadi perhatian utama bagi semua entitas bisnis, khususnya perbankan, yang sangat memperhatikan biaya dan efisiensi operasional untuk dapat merebut pangsa pasar yang besar dalam persaingan diantara bank-bank yang ada (Mary Ada et al., 2020). Menurut penelitian (Arofany & Tandika, 2019; Okon & Amaegberi, 2018), mobile banking sangat mendongkrak pendapatan bank, dibuktikan dari hasil penggunaan mobile banking memberikan pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada bank. Menurut penelitian oleh (Mohamed, 2019) yang mengevaluasi dampak mobile banking terhadap profitabilitas bank komersial di Kenya, pengenalan mobile banking dapat berdampak positif pada profitabilitas bank.
Profitabilitas menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba dalam jangka waktu tertentu, serta bertujuan juga untuk mengukur tingkat efektivitas manajemen mengelola operasional perusahaannya (Sarah, 2015). Profitabilitas adalah hubungan antara pendapatan dan biaya yang dihasilkan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki perusahaan, seperti aset lancar maupun aset tetap dalam menjalankan aktivitas produksi (Indriyani & Mastuti, 2021). Bank diharapkan mampu untuk dapat terus meningkatkan profitabilitasnya.
Sektor perbankan memakai mobile banking dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis dan kualitas layanan perbankan bagi
nasabahnya (Imamah & Ayu Safira, 2021). Menurut (Rebecca, 2021), dengan menerapkan layanan internet banking, diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam hal keamanan serta kenyamanan bertransaksi bagi para konsumen. Hal tersebut akan membantu bank untuk menarik lebih banyak nasabah serta mendapatkan kepercayaan dari nasabah (Amali & Selvi, 2021). (Arini, 2021) berpendapat bahwa pada pelayanan perbankan ini akan meningkatkan transaksi dengan perbankan karena nasabah mendapatkan kepuasannya sehingga diharapkan profitabilitas pada bank akan terdapat peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi.
Hadirnya teknologi mobile banking berdampak pada bank yang tidak lagi membutuhkan banyak kantor cabang ataupun karyawan, sehingga terjadinya efisiensi biaya operasional perbankan (Thio & Yusniar, 2021). Menurut (Amali & Selvi, 2021), manfaat yang diterima oleh bank dengan hadirnya e-banking yaitu bisa meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) serta menekan biaya operasional bank apabila dibandingkan dengan bertransaksi melalui kantor cabang yang membutuhkan biaya lebih besar untuk biaya overhead (yaitu karyawan, sewa gedung, pengamanan, listrik dan biaya operasional lainnya). Biaya operasinal yang semakin efisien akan menghasilkan laba yang lebih tinggi.
Penilaian profitabilitas dipandang penting karena profitabilitas merupakan indikator dalam meninjau kinerja keuangan dari sebuah perusahaan sehingga menjadi acuan dalam mengevaluasi suatu perusahaan. Laba yang semakin tinggi menunjukkan semakin baik manajemen dalam operasi perusahaan (Sutrisno, 2015). Studi ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar manfaat yang diperoleh dari adanya penerapan layanan mobile banking pada bank. Apakah mobile banking ini dapat meningkatkan profitabilitas bank dengan meningkatkan pendapatan bank serta menurunkan biaya.
Untuk dapat mengetahui kemampuan layanan mobile banking dalam menghasilkan laba, dapat dilakukan perbandingan profitabilitas sebelum dan sesudah adanya penerapan layanan mobile banking tersebut. Penilaian terhadap profitabilitas bank dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangannya. Rasio rentabilitas atau rasio profitabilitas menggambarkan Ukuran keahlian perbankan dalam memperoleh keuntungan digambarkan dengan rasio profitabilitas yang disebut juga dengan rasio rentabilitas (Siagian & Manzilati, 2022). Rasio profitabilitas yang lazim dipakai dalam praktik untuk menilai kemampuan bank untuk menghasilkan keuntungan yaitu Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) (Hidayanti et al., 2021).
Return On Assets (ROA) digunakan dalam pengukuran kemampuan bank dalam mencetak laba dan efisiensi secara keseluruhan (Hidayanti et al., 2021). Rasio antara laba sebelum pajak terhadap total aset merupakan rasio perbandingan dari ROA. Pada intinya pengoperasian teknologi seperti internet banking yang sudah dikembangkan oleh sektor perbankan mempunyai manfaat yaitu selain meningkatkan efisiensi operasionalnya juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi bank yang diperoleh dari pembebanan biaya layanan kepada nasabah (Egan, 2013). (Jordan, 2013) berpendapat bahwa perolehan seluruh pendapatan secara langsung yang berasal dari kegiatan operasional yang didapatkan bank adalah bentuk
pendapatan operasional bank. ROA yang semakin besar akan menunjukkan penggunaan aktiva yang semakin efisien sehingga akan meningkatkan laba (Hidayanti et al., 2021). Adanya penerapan mobile banking diharapkan terjadi peningkatan pada rasio ROA, yang didukung oleh penelitian (Imamah & Ayu Safira, 2021; Pasaribu & Riyadi, 2022) bahwa penggunaan mobile banking dapat meningkatkan profitabilitas yang diukur dengan ROA, walaupun pengaruhnya tidak secara signifikan. Menurut penelitian (Owusu-Antwi et al., 2020) menemukan hasil yang berbeda, bahwa mobile banking memiliki dampak negatif signifikan terhadap ROA, berarti dengan adanya mobile banking menyebabkan terjadinya penurunan pada nilai ROA. Penelitian dari (Anastasia & Munari, 2021; Siagian & Manzilati, 2022) juga menyatakan bahwa terjadi penurunan ROA setelah mobile banking diterapkan.
Return zOn zEquity z(ROE) zdipakai zuntuk zmenilai zseberapa zbaik zsuatu zperusahaan zmemanfaatkan zmodal zekuitasnya z(Rebecca, z2021). Rasio zini zmenggambarkan zefisiensi zpenggunaan zmodal zsendiri. Penerapan zinternet zbanking zjuga zditujukan zuntuk zmeningkatkan zefektivitas zmanajemen zdalam zmenggunakan zpembiayaan zekuitas zuntuk zmendanai zoperasi zdan zmenumbuhkan zperusahaan z(Egan, z2013). ROE zyang zsemakin ztinggi, zmaka zlaba zyang zdihasilkan zsemakin zbaik zdan zinvestor zuntuk zmenanamkan zinvestasinya zdi zperusahaan ztersebut zjuga zakan zsemakin zbanyak zsehingga zperusahaan zakan zdipandang zsebagai zperusahaan zyang zefisien z(Simanungkalit zet zal., z2022). Hasil zpenelitian zdari z(Imamah z& zAyu zSafira, z2021) zmenyatakan zsetelah zpenerapan zmobile zbanking zROE zmengalami zpeningkatan, zwalaupun zpengaruhnya ztidak zsecara zsignifikan. Studi zoleh z(Margaretha, z2015) zmenyimpulkan zyaitu zROE zbank zyang zmenerapkan zinternet zbanking zlebih ztinggi zdaripada zbank zyang ztidak zmenerapkan zinternet zbanking. Hasil ztersebut zmempunyai zperbedaan zdari zhasil zriset zdari z(Simanungkalit zet zal., z2022) zyang zmemperoleh zROE zsetelah zmenerapkan zmobile zbanking zlebih zrendah zdibandingkan zdengan zsebelum zmenerapkan zmobile zbanking. Penelitian zyang zdilakukan zoleh z(Afifah z& zTaufiq, z2022; zSihombing zet zal., z2021) zjuga zmenyatakan zbahwa zROE zmengalami zpenurunan zsetelah zadanya zpenerapan zmobile zbanking.
“Biaya zOperasional zterhadap zPendapatan zOperasional” z(BOPO) zdigunakan zdalam zmenilai zperbandingan zbiaya zoperasi zterhadap zpendapatan zoperasi zyang zdihasilkan zbank z(Hidayanti zet zal., z2021). Lembaga zkeuangan zdalam zhal zini zyaitu zbank zyang zmenggunakan zlayanan zinternet zbanking zmemiliki zrasio zefisiensi zakuntansi zyang zlebih zbaik zapabila zdibandingkan zdengan zbank zyang ztidak zmenggunakan zlayanan zinternet zbanking z(Thio z& zYusniar, z2021). Terjadinya zefisiensi zbiaya zpada zperbankan zdapat zjuga zdiamati zdari zjumlah zkantor zcabang zmaupun zjumlah zkaryawannya, zdengan zadanya zteknologi zmobile zbanking zbank ztidak zmembutuhkan zbanyak zkantor zcabang zdan zkaryawan zsehingga zlebih zefisien zdalam zpenggunaan zbiaya. Nilai zBOPO zyang zsemakin zkecil zberarti zbiaya zoperasional zyang zdikeluarkan zbank zyang zbersangkutan zsemakin zefisien zsehingga zsemakin zbaik zkondisi zbank ztersebut z(Aurvada, z2019). Oleh zkarena zitu, zdengan zditerapkannya zmobile zbanking zdiharapkan zmampu zmenurunkan znilai zBOPO zpada zbank. Hal zini zdiungkapkan zpada zpenelitian z(Hidayanti zet zal., z2021) zyang zmenyatakan zbahwa zterjadi zpenurunan znilai zBOPO zsetelah zprogram zlaku zpandai zpada zBRI zSyariah zditerapkan. Beberapa zpenelitian zmengenai zperhitungan zBOPO zsebelum zdan zsesudah
zmenerapkan zmobile zbanking ztelah zdilakukan zyaitu zpenelitian zdari z(Afifah z& zTaufiq, z2022; zSiagian z& zManzilati, z2022; zThio z& zYusniar, z2021) zmenyatakan zbahwa ztidak zditemukan zperbedaan zyang zsignifikan zpada znilai zBOPO.
Melalui rasio-rasio tersebut dapat diketahui bagaimana profitabilitas dari suatu perbankan. Semakin bagus profitabilitas bank maka keuntungan atau laba yang didapatkan juga akan lebih tinggi. Akan tetapi, peningkatan yang ditemukan pada kuantitas pengguna maupun jumlah transaksi dalam mobile banking tidak serta merta mampu menyebabkan profitabilitas akan meningkat secara keseluruhan. Jadi zbisa zdikatakan zbahwa, zdengan zmenerapkan zmobile zbanking zdapat zmenyebabkan zperbankan zmengalami zpeningkatan zmaupun zpenurunan zprofitabilitas zbank.
Berdasarkan zhasil zpenelitian-penelitian zsebelumnya, zditemukan zresearch zgap zyang zmenarik zpeneliti zuntuk zmeneliti zkembali zpengaruh zmobile zbanking zterhadap zprofitabilitas zbank zsebelum zdan zsesudah zpenerapan zmobile zbanking. Studi zini zmengkaji zprofitabilitas zperbankan zdua ztahun zsebelum zdan zdua ztahun zsesudah zmobile zbanking zditerapkan ztepatnya zpada zperbankan zyang zmenerapkan zmobile zbanking zdi ztahun z2012-2017. Pandemi zCovid-19 zyang zmenyebar zdi zIndonesia zpada ztahun z2020 zmenyebabkan zkrisis zekonomi zyang zbesar, zoleh zkarena zitu zriset zini zhanya zmengamati zperbankan zyang zsudah zmenerapkan zmobile zbanking zdi ztahun z2012-2017.
Dampak zpositif zmobile zbanking zterhadap zprofitabilitas zadalah zkarena zefisiensi zbiaya zoperasional z(Lasmini zet zal., z2020). Menurut z(Lasmini zet zal., z2020) zketika zbank zmenyediakan zlayanan zmobile zbanking zyang zlengkap, zbiaya zoperasional zbank zakan zberkurang zdan zkeuntungan zbank zakan zmeningkat. Jumlah znasabah zyang zterus zbertambah zserta zbertahannya znasabah zyang ztelah zada zadalah zmotif zutama zdari zpengadopsian zmobile zbanking zpada zbank. Secara ztidak zlangsung zhal ztersebut zakan zmeningkatkan zprofitabilitas zbank zsesudah ztransisi zke zmobile zbanking.
Return zOn zAssets z(ROA) zmerupakan zsalah zsatu zrasio zpada zprofitabilitas. ROA zmengukur zproduktivitas zbank zseperti zjumlah zaktiva zyang zhendaknya zdikumpulkan zserta zdigunakan zdemi ztercapainya ztingkat zlaba ztertentu. Return zon zAssets z(ROA) zmerupakan zukuran zkemampuan zperusahaan zdalam zmencetak zkeuntungan zdengan zjalan zkeseluruhan zaset zyang zdimiliki. Mobile zbanking zsebagai zsalah zsatu zkemajuan zteknologi zyang zdiadopsi zperbankan zmempunyai zmanfaat zbagi zbank zyaitu zdapat zmeningkatan zpendapatan zbank zyang zdihasilkan zdari zbiaya zlayanan zyang zdibebankan zkepada znasabah. ROA zyang zsemakin zbesar zakan zmenunjukkan zpenggunaan zaktiva zyang zsemakin zefisien zsehingga zakan zmeningkatkan zlaba z(Hidayanti zet zal., z2021). Harapan zketika zbank zmenerapkan zmobile zbanking, zrasio zROA zakan zmeningkat zdengan zsignifikan, zyang zberarti zprofitabilitas zpada zbank zakan zmeningkat. Hasil zstudi zoleh z(Onay z& zOzsoz, z2013; zSiddik zet zal., z2016; zWulandari z& zNovitasari, z2021; zYuliati zet zal., z2020) zjuga zmengungkapkan zbahwa zadanya zpeningkatan zpada zROA zsetelah zmenerapkan zinternet zbanking. Penelitian zoleh z(Kathuo zet zal., z2015; zMutua, z2013) zjuga zmenyatakan zhal zyang zsama zyaitu zrasio zROA zmeningkat zsignifikan zsetelah zadanya zmobile zbanking. Maka zhipotesis zyang zakan zdiajukan zadalah z: H1 z: zPenerapan zmobile zbanking zdapat zmeningkatkan zrasio zReturn zOn zAssets z(ROA)
Return zOn zEquity z(ROE) zjuga ztermasuk zrasio zdari zprofitabilitas zyang zmenilai ztingkat zpengembalian zekuitas. ROE zialah zrasio zyang zdigunakan zuntuk zmengukur zkemampuan zmanajemen zsebuah zbank zdidalam zmengelola zcapital zyang zdimiliki zuntuk zmendapatakan znet zincome z(Kasmir, z2015). Rasio zini zmeninjau zsejauh zmana
zpenggunaan zsumber zdaya zyang zada zpada zsuatu zperusahaan zsehingga zmampu zmenghasilkan zlaba zdari zekuitas. Perbankan zmemutuskan zmenerapkan zmobile zbanking zjuga zditujukan zuntuk zmeningkatkan zefektivitas zmanajemen zdalam zpemanfaatan zpembiayaan zekuitas zuntuk zmembiayai zoperasional zserta zmenumbuhkan zperusahaan. ROE zsemakin ztinggi zmaka zlaba zyang zdihasilkan zakan zsemakin zbaik, zperusahaan zakan zdipandang zsebagai zperusahaan zyang zefisien zmaka zinvestor zakan zlebih ztertarik zpada zperusahaan ztersebut zuntuk zberinvestasi z(Simanungkalit zet zal., z2022). Penelitian z(Widyandri z& zLaila, z2022) zmenyatakan zbahwa zditemukan zpengaruh zyang zpositif zpada zmobile zbanking zterhadap zkinerja zkeuangan zyang zdiukur zdengan zROE, zsehingga zterdapat zpeningkatan zkinerja zkeuangan zbank zSyariah zdengan zadanya zmobile zbanking. Penelitian zdari z(Imamah z& zAyu zSafira, z2021) zjuga zmenunjukkan zhal zyang zsama zbahwa zsetelah zpenerapan zmobile zbanking zrasio zROE zmengalami zpeningkatan. Maka zhipotesis zyang zakan zdiajukan zadalah z:
H2 z: zPenerapan zmobile zbanking zdapat zmeningkatkan zrasio zReturn zOn zEquity z(ROE)
BOPO zjuga ztermasuk zkomponen zdari zprofitabilitas. BOPO zmerupakan zsalah zsatu zalat zuntuk zmenilai zefisiensi zserta zkemampuan zsuatu zbank zdalam zmenjalankan zaktivitas zoperasionalnya, zkarena zkegiatan zbank zyang zutama zyaitu zberperan zsebagai zperantara zantara zpenghimpun zdan zpenyaluran zdana zmaka zbiaya zbunga zdan zhasil zbunga zmendominasi zbiaya zserta zpendapatan zoperasional zbank. Penerapan zmobile zbanking zmampu zmengurangi zjumlah zkantor zbank zmaupun zjumlah zkaryawan zkarena zuntuk zmelakukan zkegiatan ztransaksi znasabah ztidak zperlu zlagi zmengunjungi zkantor zbank. Transaksi zmelalui zmobile zbanking zdapat zdioperasikan zkapan zsaja zdan zdi zmana zsaja zkerena ztidak zterbatas zoleh zwaktu zdan zjuga ztempat, zoleh zsebab zitu zbank ztidak zmembutuhkan zbanyak zkantor zbank zmaupun zkaryawan zsehingga zlebih zefisien zdalam zpenggunaan zbiaya. Semakin zkecil zangka zyang zditunjukkan zoleh zBOPO zmaka zsemakin zbaik zkondisi zbank ztersebut. Penerapan zmobile zbanking ztentunya zdiharapkan zmampu zuntuk zmengurangi zbiaya zoperasional zpada zbank. (Zulni, z2021) zdalam zpenelitiannya zyang zmembandingkan zkinerja zkeuangan zpada zbank zsebelum zdan zsetelah zpenerapan zinternet zbanking zmengungkapkan zbahwa zditemukan zpenurunan zsecara zsignifikan zpada znilai zBOPO zsebelum zdan zsetelah zpenerapan zinternet zbanking zpada zbank. Penelitian z(Hidayanti zet zal., z2021) zmenyatakan zhal zyang zserupa zbahwa znilai zBOPO zmenurun zsignifikan zsetelah zditerapkannya zprogram zbranchless zbanking. Maka zdari zitu zpeneliti zmengajukan zhipotesis z:
H3 z: zPenerapan zmobile zbanking zdapat zmenurunkan zrasio zBiaya zOperasional zterhadap zPendapatan zOperasional z(BOPO).
METODE zPENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode hipotesis komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2017:8), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dipergunakan dalam meneliti suatu populasi maupun sampel tertentu dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data yang bersifat statistik untuk pengujian hipotesis yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Riset ini merupakan studi komparatif yang menganalisis perbandingan profitabilitas perbankan sebelum dan sesudah diterapkannya mobile banking.
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perusahaan perbankan yaitu dengan mengakses website BEI (www.idx.co.id).
Variabel zyang zditeliti zdalam zstudi zini zyaitu zprofitabilitas zbank zdua ztahun |
zsebelum zdan zdua ztahun zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Profitabilitas zbank zdiukur zdengan zrasio-rasio zprofitabilitas zbank, zyaitu zReturn zOn zAssets z(ROA), zReturn zOn zEquity z(ROE), zdan zBeban zOperasional zterhadap zPendapatan zOperasional z(BOPO). Berdasarkan zidentifikasi zvariabel-variabel zyang zditeliti, zuntuk zmenghindari zkesalahan zdalam zmemahami zvariabel-variabel ztersebut, zmaka zdiberikan zdefinisi zsecara zoperasional zpada zmasing-masing zvariabel, zsebagai zberikut:
Tabel z1. Definisi zOperasional zVariabel |
Variabel Definisi zOperasional Pengukuran Skala
Return zAssets z(ROA) |
On Return on Assets (ROA) LabaBersihSebelumPajak _ - Rasio . .∙.∙ . --------=---—-------------× 100% pada riset ini diteliti pada Total Assets perbankan zdi zbursa zefek zindonesia zyang zmenerapkan zmobile zbanking, zdengan zmelihat zprofitabilitas z2 z(dua) ztahun zsebelum zdan z2 z(dua) ztahun zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Return zon zAssets z(ROA) zdalam zpenelitian zini zmerupakan zalat zuntuk zmenilai zkemampuan zdari zbank zguna zmencapai zkeuntungan zdari zseluruh ztotal zaset zyang zdimanfaatkan. |
Return zEquity z(ROE) |
On Return on Equity (ROE) Laba Bersih Setelah Pajak Rasio × 100% pada riset ini diteliti pada Total Assets zperbankan zdi zbursa zefek zindonesia zyang zmenerapkan zmobile zbanking, zdengan zmelihat zprofitabilitas z2 z(dua) ztahun zsebelum zdan z2 z(dua) ztahun zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Return zon zEquity z(ROE) zdalam zpenelitian zini zberfungsi zsebagai zalat zmenilai zkemampuan zdari zbank zuntuk zdapat memberikan zlaba zatas zekuitas. |
Bersambung…
Lanjutan Tabel 1…
Variabel |
Definisi zOperasional Pengukuran Skala |
Biaya Operasional zterhadap zPendapatan Operasional z(BOPO) |
BiayaOperasionalterhadap BiayaOperasional Rasio Pendapatan Operasional Pendapatan OperasionalX 0 z(bopo) zpenelitian zini zditeliti zpada zperbankan zdi zbursa zefek zindonesia zyang menerapkan zmobile zbanking, zdengan zmelihat zprofitabilitas z2 z(dua) ztahun zsebelum zdan z2 z(dua) ztahun zsesudah zpenerapan zmobile zbanking. bopo zdalam zpenelitian zini zmengukur zefisiensi zdan zkemampuan zbank zdalam zmenjalankan zaktivitas zoperasinya. |
Sumber z: zData zDiolah z(2023)
Populasi zriset zini zterdiri zdari zperusahaan zsektor zperbankan zdi zBursa zEfek zIndonesia zyang zmenerapkan zmobile zbanking zdan zmempublikasikan zlaporan zkeuangannya zdalam zperiode zpengamatan zyaitu z2 ztahun zsebelum zdan z2 ztahun zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Metode zpenentuan zsampel zyang zdigunakan zyaitu zsampel zjenuh, zyang zberarti zseluruh zpopulasi zyang zada zdimasukkan zsebagai zsampel zdi zdalam zpenelitian, zsehingga zdidapatkan zsebanyak z20 zperusahaan zsektor zperbankan zdi zBursa zEfek zIndonesia z(BEI) zsebagai zsampel.
Data zdalam zriset zini zberasal zdari zsumber zsekunder, zartinya zdata zdidapatkan zmelalui zsumber zyang ztelah ztersedia zsebelumnya zdan zdapat zdiakses zoleh zpeneliti. Data zyang zdianalisis zdalam zriset zini zdiperoleh zmelalui zsitus zweb zBursa zEfek zIndonesia z(BEI; zwww.idx.co.id) zserta zwebsite zresmi zdari zsetiap zperusahaan zperbankan zyang zmenyediakan zlaporan zkeuangan zmaupun ztahunan. Metode zdalam zproses zpengumpulan zdata zyang zdipakai zadalah zobservasi znon-partisipan. Pengamatan znon-partisipan zyaitu zmelakukan zpengamatan zdan zanalisis zterhadap zdata zyang zberupa zlaporan zkeuangan, zuraian zinformasi zdari zartikel zilmiah zdan zbuku, zserta zarsip zdari zberbagai zsumber zyang zrelevan zseperti zwebsite zBursa zEfek zIndonesia.
Langkah zberikutnya zyaitu zdilakukan zanalisis zdata zapabila zsemua zdata zsudah zberhasil zuntuk zdikumpulkan. Analisis zdata zdapat zdimulai zsetelah zdata zdiperoleh zdari zseluruh zresponden zatau zsumber zlain z(Sugiyono, z2017, p. 147). Analisis zstatistik zmerupakan zteknik zyang zdigunakan zuntuk zmenganalisis zdata zdalam zsuatu zpenelitian zbersifat zkuantitatif z(Sugiyono, z2017, p. 147). Pada zriset zini zmenggunakan zdua zanalisis zstatistik, zyaitu zstatistik zdeskriptif zdan zinferensial. Statistik zinferensial ztersebut zmeliputi zanalisis zstatistik zparametris z(Sugiyono, z2017, p. 147). Menurut z(Sugiyono, z2017, p. 147), zstatistik zdeskriptif zmerupakan zjenis zstatistik zyang zmemberikan zgambaran zsecara zumum zdari zdata zdan ztanpa zmengambil zkeputusan zmelalui zanalisis zpada zdata zyang ztersedia zdengan zcara zmenggambarkan zatau zmendeskripsikan zdata zyang zsudah zdikumpulkan, zdiklarifikasikan, zdikelompokkan, zdianalisis zserta zdiinterpretasikan. Gambaran zyang zteratur zmenganai zkeadaan zprofitabilitas zbank zyang zbersangkutan zpada zriset zini zdiperoleh zdari zhasil zpengamatan zdata zdengan zmetode zstatistik zdeskriptif zyang zdilakukan zmelalui zanalisis zterhadap
zrasio zprofitabilitas zbank zmelalui zlaporan zkeuangan. Rasio zprofitabilitas zyang zditeliti ztersebut zadalah zperbandingan zantara zrasio zprofitabilitas zbank z2 ztahun zsebelum zdan z2 ztahun zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Teknik uji beda (Paired Sample T-Test) adalah teknik analisis statistik parametrik yang digunakan untuk memperoleh hasil dari penelitian ini. Paired Sample T-Test atau Uji-t dua sampel berpasangan dilakukan dalam riset ini untuk menguji apakah terdapat perbedaan pada rata-rata dari dua sampel berpasangan.
HASIL zDAN zPEMBAHASAN
Penelitian zterlebih zdahulu zmelakukan zanalisis zstatistik zdeskriptif zdari zrasio zyang zditeliti. Analisis zstatistik zdeskriptif zdipakai zguna zmemberikan zinformasi zdan zmelakukan zanalisis zterhadap zdata zyang zdisertai zdengan zperhitungan zagar zdapat zmengetahui zgambaran zumum zdari zseluruh zvariabel zyang zditeliti zberdasarkan znilai zminimum, znilai zmaksimum, znilai zmean z(rata-rata), zserta znilai zstandar zdeviasi zdari zsetiap zrasio zprofitabilitas zbank zsebelum zdan zsetelah zmenerapkan zmobile zbanking. z
Tabel z2.
Hasil zStatistik zDeskriptif zReturn zOn zAssets z(ROA) zSebelum zdan zSesudah zPenerapan zMobile zBanking
Descriptive zStatistics
Std.
z |
N |
Minimum |
Maximum |
Mean |
Deviation |
ROA zsebelum zMobile zBanking |
40 |
0,09 |
3,80 |
2,0928 |
0,99175 |
ROA zsesudah zMobile zBanking |
40 |
-10,77 |
3,90 |
1,1440 |
2,68340 |
Sumber z: zData zDiolah z(2023)
Return zOn zAssets z(ROA) zmerupakan zsuatu zrasio zyang zmemungkinkan zuntuk zmemberikan zgambaran zmengenai zprofitabilitas zperusahaan. ROA zmengacu zpada zproporsi zpendapatan zperusahaan zterhadap zsemua zaset zyang zdimilikinya zuntuk zmencetak zlaba. Tingkat zpengembalian zaset zatau zROA zdiperoleh zmelalui zmembandingkan zantara zlaba zbersih zsebelum zpajak zterhadap ztotal zaset zyang zperusahaan zmiliki. Nilai zROA zyang zsemakin zbesar zmenunjukkan zbahwa ztingkat zkeuntungan zyang zdiraih zperusahaan zsemakin ztinggi.
Tabel z2 zmenunjukkan zhasil zstatistik zdeskriptif zpenelitian zdari zROA, zyaitu zrasio zROA zpada zbank zsebelum zmenerapkan zmobile zbanking zmemiliki znilai zminimal zdan znilai zmaksimal zberturut-turut zsebesar z0,09 zdan z3,80 zdengan zstandar zdeviasi zyaitu z0,99175, zsedangkan zrasio zROA zpada zbank zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking zmemiliki znilai zminimal zdan znilai zmaksimal zmasing-masing zsebesar z-10,77 zdan z3,90 zdengan zstandar zdeviasi zsenilai z2,68340. Nilai zrerata z(mean) zsebelum zmenerapkan zmobile zbanking zyaitu zsebesar z2,0928 zdan znilai zrerata z(mean) zsetelah zmenerapkan zmobile zbanking zyaitu zsebesar z1,1440.
Tabel z3.
Hasil zStatistik zDeskriptif zReturn zOn zEquity z(ROE) zSebelum zdan zSesudah zPenerapan zMobile zBanking
Descriptive zStatistics
z |
N |
Minimum |
Maximum |
Mean |
Std. Deviation |
ROE zsebelum zMobile zBanking |
40 |
0,40 |
33,50 |
13,4488 |
8,12464 |
ROE zsesudah zMobile zBanking |
40 |
-94,01 |
28,50 |
6,5458 |
20,66546 |
Sumber z: zData zDiolah z(2023)
Return zOn zEquity z(ROE) zmerupakan zsuatu zrasio zprofitabilitas zsebagai zpengukuran zkapasitas zperusahaan zdalam zmengelola zpermodalan zguna zmemperoleh zkeuntungan. ROE zmembandingkan zlaba zbersih zsetelah zpajak zdengan ztotal zekuitas zdari zperusahaan. Nilai zROE zyang zsemakin zbesar zmenunjukkan zsemakin ztinggi zlaba zyang zdiperoleh zperusahaan.
Tabel z3 zmenunjukkan zhasil zanalisis zstatistik zdeskriptif zROE zsebelum zdan zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking. Rasio zROE zyang zditemukan zpada zbank zsebelum zmenerapkan zmobile zbanking zmemiliki znilai zminimal zdan znilai zmaksimal zsecara zberturut-turut zadalah z0,40 zdan z33,50 zdengan zstandar zdeviasi zsebesar z8,12464, zsedangkan zrasio zROE zpada zbank zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking zmemiliki znilai zminimal zdan znilai zmaksimal zsecara zberturut-turut zyaitu zsebesar z-94,01 zdan z28,50 zdengan zstandar zdeviasi zsebesar z20,66546. Hasil zdari zproses zanalisis zstatistik zdeskriptif ztersebut zmemperoleh znilai zrerata z(mean) zROE zsebelum zmenerapkan zmobile zbanking zadalah zsebesar z13,4488 zdan zbesarnya zrerata z(mean) zROE zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking zadalah z6,5458
Tabel z4.
Hasil zStatistik zDeskriptif zBiaya zOperasional zterhadap zPendapatan zOperasional zSebelum zdan zSesudah zPenerapan zMobile zBanking
Descriptive zStatistics
Std. | |||||
z |
N |
Minimum |
Maximum |
Mean |
Deviation |
BOPO zsebelum zMobile zBanking |
40 |
56,04 |
100,57 |
80,3170 |
9,88038 |
BOPO zsesudah zMobile zBanking |
40 |
61,50 |
217,40 |
90,3648 |
30,44661 |
Sumber z: zData zDiolah z(2023)
Rasio zkeuangan zyang zmenggambarkan zefisiensi zperbankan zdalam zmenjalankan zkegiatan zoperasionalnya zdisebut zBiaya zOperasional zterhadap zPendatapan zOperasional z(BOPO). Biaya zoperasional zdibandingkan zdengan zpendapatan zoperasional zuntuk zmemperoleh znilai zBOPO. Nilai zBOPO zyang zsemakin zrendah zakan zmenandakan zsemakin zbaik zkondisi zdari zsuatu zperbankan.
Tabel 4 merupakan hasil analisis statistik deskriptif pada Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Berdasarkan dari hasil tersebut memberi informasi rasio BOPO bank sebelum menerapkan mobile banking memiliki nilai minimal dan nilai maksimal yaitu masing-masing sebesar 56,04 dan 100,57 dengan standar deviasi sebesar 9,88038, sedangkan rasio BOPO pada bank sesudah menerapkan mobile banking memiliki nilai minimal dan nilai maksimal masing-masing sebesar 61,50 dan 217,40 dengan standar deviasi yaitu 30,44661. Nilai rerata (mean) BOPO sebelum menerapkan mobile banking yang ditunjukkan pada tabel yaitu sebesar 80,3170 dan nilai rata-rata (mean) BOPO sesudah menerapkan mobile banking yaitu sebesar 90,3648.
Penelitian zini zdilakukan zguna zmelakukan zanalisis zterhadap zperbandingan zprofitabilitas zbank zsebelum zdan zsesudah zmenerapkan zmobile zbanking zyang zdiuji zdengan zuji zPaired zSampel zT-Test zberdasarkan ztiga zrasio zyaitu zReturn zOn zAssets z(ROA), zReturn zOn zEquity z(ROE), zBiaya zOperasional zterhadap zPendapatan zOperasional z(BOPO). z
Tabel 5.
Hasil Uji Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence Interval of the Difference | |||
Std. Deviatio |
Std. Error |
Sig. (2- | |
Mean |
n |
Mean |
Lower Upper t df tailed) |
Pair 1 |
ROA sebelum - ROA sesudah |
0,94875 |
2,40912 |
0,38092 |
0,17827 |
1,71923 |
2,491 |
39 |
0,017 |
Pair 2 |
ROE sebelum - ROE sesudah |
6,90300 |
17,96462 |
2,84046 |
1,15764 |
12,64836 |
2,430 |
39 |
0,020 |
Pair 3 |
BOPO sebelum - BOPO sesudah |
-10,04775 |
28,68737 |
4,53587 |
-19,222 |
-0,87308 |
-2,215 |
39 |
0,033 |
Sumber : Data Diolah (2023)
Tabel 5 menampilkan hasil bahwa perbedaan rerata Return On Assets (ROA) sebelum dan setelah mobile banking diimplementasikan adalah 0,94875 dengan standar deviasi senilai 2,40912, dan standar error 0,38092. Hasil t-hitung yang ditampilkan untuk ROA adalah 2,491, dengan sig. (2-tailed) senilai 0,017 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 (0,017 < 0,05) maka menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa penerapan mobile banking dapat meningkatkan rasio Return On Assets (ROA). Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapatkan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima, yang berarti mobile banking
dapat meningkatkan rasio ROA. Hasil tersebut menyatakan bahwa adanya peningkatan pada rasio ROA (Return On Assets) setelah penerapan mobile banking. Hasil tersebut memiliki persamaan dengan hasil penelitian dari (Imamah & Ayu Safira, 2021; Pasaribu & Riyadi, 2022; Simanungkalit et al., 2022) yang menemukan terdapatnya peningkatan pada rasio ROA sesudah penerapan mobile banking pada perbankan. Hasil tersebut sesuai berdasarkan tujuan dari penerapan mobile banking yang diharapkan terjadi peningkatan pada profitabilitas bank melalui rasio ROA. Terjadinya peningkatan pada nilai ROA setelah penerapan mobile banking menunjukkan bahwa bank mampu untuk melakukan pengembalian tingkat biaya modal yang digunakan guna mengembangkan layanan mobile banking sehingga dapat memberikan keuntungan. Semakin banyak nasabah yang menggunakan layanan mobile banking maka akan dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan layanan mobile banking dan akan menghasilkan profit. Peningkatan yang terjadi pada rasio ROA berarti bahwa penerapan mobile banking mampu berkontribusi dalam hal peningkatan profitabilitas bank yang ada di Indonesia.
Berdasarkan pada tabel 5 menunjukkan perbedaan rerata pada Return On Equity (ROE) sebelum dan sesudah menerapkan mobile banking adalah senilai 6,90300 dengan standar deviasi 17,96462, dan standar error 2,84046. Nilai t-hitung yang diperoleh untuk ROE yaitu 2,430 dengan sig. (2-tailed) senilai 0,020 lebih kecil dari sigifikansi 0,05 (0,020 < 0,05) yang menunjukkan H0 dalam riset ini ditolak dan H2 diterima. Hal ini berarti bahwa penerapan mobile banking dapat meningkatkan rasio Return On Equity (ROE). Sesuai dengan hasil pengujian hipotesis dalam riset ini, hipotesis kedua (H2) diterima, yang berarti penerapan mobile banking dapat meningkatkan rasio ROE. Hal tersebut mengungkapkan bahwa adanya peningkatan pada rasio Return On Equity (ROE) sesudah penerapan mobile banking. Hasil riset ini memiliki persamaan dengan temuan hasil analisis dari (Imamah & Ayu Safira, 2021; Widyandri & Laila, 2022) yang menemukan hal serupa bahwa didapatkan peningkatan pada rasio ROE setelah mobile banking diterapkan. Hasil ini juga sesuai dengan tujuan diadopsinya mobile banking. Tujuan dari penerapan mobile banking yaitu diharapkan mampu untuk menghasilkan nilai ROE yang lebih tinggi dari sebelum menerapkan mobile banking dan hasil dalam riset ini menunjukkan hal yang selaras dengan tujuan penerapan mobile banking. Hal ini menandakan bahwa bank mampu untuk melakukan pengelolaan terhadap modal yang dimiliki dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba. Peningkatan rasio ROE setelah penerapan mobile banking menunjukkan profitabilitas bank yang semakin baik.
Hasil pengujian dengan Paired Sample Test pada tabel 5 menampilkan bahwa BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mempunyai perbedaan nilai rerata yaitu senilai -10,04775 dengan standar deviasi yaitu 28,68737, dan standar error 4,53587. Hasil t-hitung untuk rasio BOPO sebesar -2,215 dengan sig. (2-tailed) senilai 0,033 lebih kecil dibandingkan dengan nilai signifikansi 0,05 (0,033 < 0,05) maka menunjukkan H0 dalam riset ini ditolak dan H3 diterima. Hal ini berarti bahwa penerapan mobile banking dapat menurunkan nilai BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Menurut hasil pengujian terhadap hipotesis memperoleh hasil bahwa hipotesis ketiga (H3)
diterima, yang berarti penerapan mobile banking dapat menurunkan rasio BOPO. Hasil uji tersebut menyatakan bahwa terdapat penurunan pada rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) sesudah penerapan mobile banking. Perolehan hasil dalam riset ini ditunjang oleh hasil yang ditemukan dari penelitian (Hidayanti et al., 2021), menyatakan terdapatnya penurunan pada rasio BOPO. Tujuan dari penerapan mobile banking adalah diharapkan dapat menurunkan rasio BOPO sehingga menandakan semakin efisien biaya yang dihabiskan oleh perbankan, hasil dalam riset ini sejalan berdasarkan tujuan dari penerapan mobile banking itu sendiri. Turunnya rasio BOPO menandakan perbankan semakin baik dalam pengendalian dan pengelolaan biaya operasionalnya. Ketersediaan mobile banking bukan hanya untuk memberi keuntungan terhadap nasabahnya saja seperti melakukan suatu transaksi finansial secara lebih efisien. Keuntungan juga diterima pihak perbankan dengan adanya mobile banking seperti semakin efisiennya biaya yang dikeluarkan bank untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan dari analisis data serta pembahasan mengenai hasil yang sudah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dari itu disimpulkan bahwa profitabilitas bank yang dinilai melaui rasio ROA (Return On Assets), ROE (Return On Equity), dan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) adalah sebagai berikut. Pertama, penerapan mobile banking dapat meningkatkan ROA (rasio Return On Assets), yang artinya bahwa ada peningkatan pada nilai ROA setelah penerapan mobile banking. Hal tersebut menandakan bahwa bank memiliki kemampuan dalam pengembalian tingkat biaya modal yang dihabiskan untuk mengembangkan sistem mobile banking sehingga dapat memberikan keuntungan. Kedua, penerapan mobile banking dapat meningkatkan rasio Return On Equity (ROE), yang artinya bahwa terdapat peningkatan pada nilai ROE setelah penerapan mobile banking. Hal tersebut menandakan bank mampu untuk melakukan pengelolaan terhadap modal yang dimiliki dengan baik sehingga dapat meningkatkan laba yang dihasilkan. Ketiga, penerapan mobile banking dapat menurunkan rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional), artinya bahwa terdapat penurunan pada nilai BOPO setelah penerapan mobile banking. Hal tersebut menandakan bank memiliki kemampuan dalam pengendalian biaya operasionalnya dan lebih efisien dalam mengelola biaya operasional sehingga pendapatan yang diperoleh semakin baik.
Saran yang dapat disampaikan bagi pihak perusahaan yaitu hendaknya perusahaan, khususnya sektor perbankan dapat terus meningkatkan fitur layanan mobile banking maupun e-banking lainnya untuk meningkatkan kinerjanya. Bank juga harus memperhatikan perkembangan teknologi yang ada dan harus pandai dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Selain itu, perusahaan juga disarankan untuk meninjau rasio-rasio keuangan yang dapat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang ada agar dapat beroperasi secara maksimal dan memperoleh keuntungan sesuai dengan yang diharapkan, yang akan meningkatkan dan menumbuhkan kepercayaan nasabah kepada perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat mengganti mobile banking dengan produk E-banking lainnya atau dapat menambahkan produk-produk lainnya dari E-banking. Peneliti
selanjutnya juga disarankan untuk menambahkan atau menggunakan jenis pengukuran yang lain karena masih terdapat variabel-variabel lainnya yang juga dipengaruhi dengan adanya pengimplementasian mobile banking. Selain itu, peneliti selanjutnya juga disarankan untuk mengamati periode riset lebih panjang karena kondisi kinerja keuangan akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang untuk lebih memperkuat hasil penelitian.
REFERENSI
Adhitya, A., & Sembel, H. M. R. (2020). The Impacts of Mobile Banking Technology Adoption on The Financial Performance and Stock Performance of Big Banks in Indonesia. South East Asia Journal of Contemporary Business, Economics and Law, 22(1), 63–73.
Afifah, R. N. N., & Taufiq, M. (2022). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Sebelum dan Setelah Menerapkan Mobile Banking Pada Perbankan yang Terdaftar di BEI. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(1), 84–96.
Amali, L., & Selvi, S. (2021). Pengaruh E-Banking terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Organisasi Review (Manor), 3(1), 36–47.
Anastasia, M. D., & Munari. (2021). Pengaruh Faktor Internal, Eksternal, dan Layanan Transaksi Digital Bank terhadap Profitabilitas. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 10(6), 607–631.
https://doi.org/10.24843/ejmunud.2021.v10.i06.p05
Arini, F. (2021). Analisis Pengaruh Electronic Banking terhadap Profitabilitas Bank pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2020. Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Arofany, A., & Tandika, D. (2019). Pengaruh Transaksi Digital Banking, Kualitas Aset, dan Aspek Permodalan terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017). Prosiding Manajemen, 5(1), 310–318.
Aurvada, C. (2019). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Sebelum dan Setelah Menerapkan Mobile Banking (Studi Kasus pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.). STIE Indonesia Banking School.
Chandran, R. (2014). Pros and Cons of Mobile Banking. International Journal of Scientific and Research Publications, 4(10), 1–5.
Egan, R. (2013). Pengaruh Internet Banking terhadap Kinerja Perbankan di Indonesia (Studi Empiris pada Bank yang Listing di BEI). Jurnal Akuntansi Bisnis, 11(22), 138–153.
Fatimah, S. B., & Hendratmi, A. (2020). Digitalisasi pada Bank Mandiri Syariah di Tengah Persaingan dan Perubahan Teknologi. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 7(4), 795–813.
Hepola, J., Leppäniemi, M., & Karjaluoto, H. (2020). Is it all about consumer engagement? Explaining continuance intention for utilitarian and hedonic service consumption. Journal of Retailing and Consumer Services, 57, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2020.102232
Hidayanti, U., Nur Pratiwi, L., & Tamara, D. A. D. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Setelah Penerapan Program Branchless Banking. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 1(2), 276–296.
Imamah, N., & Ayu Safira, D. (2021). Pengaruh Mobile Banking terhadap Profitabilitas Bank di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Administrasi Binis, 15(1), 95–103. https://profit.ub.ac.id/
Indriyani, F., & Mastuti, D. F. A. (2021). Peran Mobile Banking dan Keuangan Inklusi terhadap Peningkatan Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia. Bulletin of Management and Business, 2(1), 25–37.
Jordan, S. (2013). Islamic Banks and Profitability: an Empirical Analysis of Indonesian Banking. Nottingham University.
Kasmir. (2015). Manajemen Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kathuo, S., Rotich, G., & Anyango, W. (2015). Effect of Mobile Banking on the Financial Performance of Banking Institutions in Kenya. The Strategic Journal of Bussiness & Change Management, 2(98), 1440–1457.
Kholifah, N., & Andrianingsih, V. (2020). Peluang dan Tantangan Implementasi Financial Technology (Fintech) pada Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 310–321.
Lasmini, R. S., Budiarti, A. P., Tasman, A., & Susant, F. A. (2020). The Relationship Between E-Banking and Financial Performance of Go Public Bank in Indonesia. In 4th Padang International Conference on Education, Economics, Business and Accounting (PICEEBA-2 2019), 903–909.
Le, T. T., Mai, H. N., Phan, D. T., Nguyen, M. N. T., & Le, H. D. (2021). Fintech Innovations: The Impact of Mobile Banking Apps on Bank Performance in Vietnam. International Journal of Research and Review, 8(4), 391–401. https://doi.org/10.52403/ijrr.20210446
Margaretha, F. (2015). Dampak Electronic Banking terhadap Kinerja Perbankan Indonesia. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 19(3), 514–524.
Mary Ada, O., Gyang, J. Y., & Tosin, B. D. (2020). Electroninc Banking and Performance of Deposit Money Banks in Nigeria (2011- 2018). International Journal of Business and Applied Social Science (IJBASS), 6(4), 1–9.
https://doi.org/10.33642/ijbass.v6n4p1
Mohamed, H. (2019). Effect of Mobile Banking on The Financial Performance of Commercial Banks in Kenya. United States International University.
Mutua, R. W. (2013). Effects of Mobile Banking on the Finanacial Performance of Commercial Banks in Kenya. University of Nairobi.
Mwariri, P. M., & Awuor, E. (2020). Influence of Adoption of Mobile Banking Strategy on the Financial Performance of Micro-Finance Institution in Nanyuki Town, Kenya. Journal of Finance and Accounting, 4(4), 14–24.
Okon, A. N., & Amaegberi, M. A. (2018). Mobile banking transactions and bank profitability in Nigeria. International Journal of Economics, Commerce and Management, 6(6), 692–716.
Onay, C., & Ozsoz, E. (2013). The Impact of Internet Banking On Brick and Mortar Branches: The Case of Turkey. Journal of Financial Services Research, 44, 187–204.
Orina, C. O. (2020). The Effect Of Mobile Banking On Operational Efficiency Of Commercial Banks In Kenya. Kca University.
Owusu-Antwi, G., Ofei, P., & Eveland, T. (2020). Mobile Banking: Evidence of Improved Bank Performance in the UAE. International Journal of Economics and Management Studies, 7(12), 47–55.
https://doi.org/10.14445/23939125/ijems-v7i12p107
Pangiuk, A., Baining, M. E., & Zawiyah, S. (2019). Pengaruh Digitalisasi Bank Syariah Mandiri Dalam Peningkatan Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah. https://www.bi.go.id/id/statistik/sski/default.aspx
Pant, S. K. (2020). Fintech: Emerging Trends. Telecom Business Review: SIDTM Journal, 13(1), 47–52. http://publishingindia.com/tbr/
Pasaribu, M., & Riyadi, S. (2022). Pengaruh LDR, BOPO, NPL dan Mobile Banking terhadap Profitabilitas. Jurnal Ilmu Manajemen, 11(2), 115. https://doi.org/10.32502/jimn.v11i2.4486
Rebecca, S. (2021). Analisa Pengaruh Mobile Banking Terhadap Kinerja Perusahaan Sektor Perbankan Yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Said, F. H., & Kaplelach, S. (2019). Mobile Banking Innovation and Financial Performance of Selected Commercial Banks in Kenya. Stratford Peer Reviewed Journals and Book Publishing Journal of Finance and Accounting, 3(3), 2616–4965.
Sarah, H. (2015). Dampak Branchless Banking Terhadap Kinerja Keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Jurnal Al-Muzara’ah, 3(2), 136–157.
Siagian, K. A., & Manzilati, A. (2022). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Penerapan Mobile Banking. Contemporary Studies in Economic, Finance, and Banking, 1(1), 112–127.
https://doi.org/10.21776/csefb.2022.01.1.10
Siddik, M. N. A., Sun, G., Kabiraj, S., Shanmugan, J., & Yanjuan, C. (2016). Impacts of E-Banking On Performance of Banks In a Developing Economy: Empirical Evidence From Bangladesh. Journal of Business Economics and Management, 17(6), 1066–1080.
Sihombing, R. G. J., Mauluddi, H. A., & Laksana, B. (2021). Perbandingan Kinerja Profitabilitas Bank BJB Sebelum dan Setelah Menerapkan Mobile Banking. Indonesian Journal of Economics and Management, 1(3), 656–664.
Simanungkalit, E. S. M., Juniwati, E. H., & Laksana, B. (2022). Studi Komparasi Kinerja Profitabilitas dan Earning Per Share PT Bank Central Asia Tbk Sebelum dan Setelah Menerapkan Mobile Banking. Indonesian Journal of Economics and Management, 2(3), 468–476.
https://doi.org/10.35313/ijem.v2i3.3759
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulistyowati, A. E. (2022). Pengaruh Mobile Banking, Ukuran Perusahaan, dan Risiko Kredit Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sutrisno. (2015). Manajemen Keuangan, Teori Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Thio, J. C., & Yusniar, M. W. (2021). Pengaruh Mobile Banking Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, 12(3), 353–364.
Warui, M. D., & Mungai, J. (2019). Mobile Banking Services and Financial Performance of Tier One Commercial Banks in Kenya. International Academic Journal of Economics and Finance, 3(4), 232–254.
http://www.iajournals.org/articles/iajef_v3_i4_232_254.pdf
Widyandri, D. B., & Laila, N. (2022). Analisis Pengaruh Mobile Banking dan Keuangan Inklusif terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah di Indonesia Periode 2014-2019. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 9(1), 14–24. https://doi.org/10.20473/vol9iss20221pp14-24
Wulandari, S., & Novitasari, N. (2021). Pengaruh Internet Banking, Risiko Kredit dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2019. Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 4(1), 166–177.
Yahaya, M. H., & Ahmad, K. (2018). Financial Inclusion Through Efficient Zakat Distribution For Poverty Alleviation In Malaysia: Using Fintech & Mobile Banking. In Proceeding of the 5th International Conference on Management and Muamalah, 15–31.
Yudaruddin, R. (2020). Mobile Banking, Kinerja dan Stabilitas Keuangan: Studi Empiris di Perbankan Indonesia. Buletin Riset Kebijakan Perbankan, 2(1), 2– 29.
Yuliasmi, D. (2013). Pengaruh Persepsi Manfaat dan Kepercayaan Konsumen dalam Bertransaksi terhadap Pengaplikasian Layanan Jasa Mobile Banking (Studi Kasus di Kota Medan). Universitas Sumatera Barat.
Yuliati, L. N., Hasdevi A. Dradjat, & Simanjuntak, M. (2020). Online bike: Role of Perceived Technology, Perceived Risk, and Institution-Based Trust On Service Usage Via Online Trust. Cogent Business & Management, 7(1).
Zulni, O. B. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Sebelum dan Selama Penerapan Internet Banking pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Universitas Islam Riau.
1351
Discussion and feedback