Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Produk Smartphone Samsung di Kota Denpasar
on
3642
PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONE SAMSUNG DI KOTA DENPASAR
Bayu Prawira1
2
Ni Nyoman Kerti Yasa2
1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia e-mail: bayu_prawira123@yahoo.com
2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kualitas produk, citra merek dan persepsi harga terhadap minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan riset kualitatif yaitu dengan menggunakan survey dan kuesioner terhadap 112 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Ditemukan hasil bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar. Selanjutnya, citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar serta persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar.
Kata Kunci : Kualitas Produk, Citra Merek, Persepsi Harga, Minat Beli
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of product quality, brand image and
perception of the price of the products Samsung smartphone buying interest in Denpasar. This study used a qualitative research using surveys and questionnaires to 112 respondents. The data analysis technique used is multiple linear regression. It was found that the quality of the product positive and significant effect on interest in buying products Samsung smartphone in Denpasar. Furthermore, brand image and a significant positive effect on buying interest products Samsung smartphone in Denpasar and price perception positive and significant effect on interest in buying products Samsung smartphone in Denpasar.
Keywords : Product Quality, Brand Image, Perceived Price, Purchase Interests
PENDAHULUAN
Era globalisasi menuntut setiap orang untuk dapat berpikiran maju. Ilmu pengetahuan teknologi dan informasi serta komunikasi yang terus berkembang di kehidupan sehari-hari dimana ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di segala bidang khususnya teknologi informasi. Telepon cerdas (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi dengan fungsi yang menyerupai komputer. Sebelum smartphone dikenal luas, pada awalnya terdapat dua produk berbeda yaitu handphone dan Personal Digital Assistant (PDA).
Smartphone dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, layanan internet, menerima email, media sosial dan editing dokumen. Terdapat beberapa merek smartphone yang bersaing dalam bisnis ini di Indonesia antara lain: Samsung, Apple, Nokia, BlackBerry, Sony Ericsson, LG, Panasonic, Mito, Lenovo, dan Evercross. Keadaan seperti ini menyebabkan persaingan yang ketat diantara para kompetitor pada usaha di bidang telekomunikasi.
Syaratiyangiharusidipenuhiiolehisuatu perusahaan agar dapat sukses dalam persainganmadalahmberusahammencapaimtujuan untuk menciptakan dan mempertahankanipelanggan.iSetiapiperusahaaniharusimampuimemahamiiperilaku konsumenipadaipasarisasarannya,ikarenaikelangsunganihidupiperusahaanitersebut sebagaisorganisasisyangsberusahammemenuhimkebutuhanmdannkeinginanmpara
konsumenssangatstergantungspadasperilakuskonsumennyas(Tjiptono, 1997:19).
Memahami tingkat keterlibatan konsumen terhadapnproduknataunjasa berartispemasarsberusahasmengidentifikasishal-halsyangimenyebabkaniseseorang merasasharussterlibatsataustidaksdalamspembelianssuatusproduksatau jasa. Kotler daniKelleri(2008:234)imenjelaskanibahwaiperusahaaniyangicerdasiakanimencoba memahaminsepenuhnyanprosesnpengambilanmkeputusan pelanggan, semua pengalamannmerekandalamnbelajar,nmemilih,mmenggunakan,mbahkan dalam mendisposisikaniproduk. Diantara proses alternatif dan pengambilan keputusan terdapat minat beli konsumen atau yang biasa disebut dengan purchase intention.
Minat beli (purchase intention) merupakanssesuatusyangsberhubungan dengansrencanaskonsumennuntuknmembelinproduk/jasantertentu,nsertamberapa banyaksunitiproduk/ jasa yangidibutuhkanipadaiperiodeitertentu (Kumala, 2012). Rossiter dan Percy dalam Kumala (2012) mengemukakansbahwasminatnbeli merupakansinstruksindirinkonsumennuntukmmelakukannpembelianmatasnsuatu produk,smelakukansperencanaan,smengambilntindakan-tindakanmyangmrelevan sepertismengusulkan, dan akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.
Konsumennsaatnini juga sangat kritisndalamnmemilihmsuatumproduk, keputusannuntuknmembelinsuatusprodukssangatidipengaruhiiolehipenilaianiakan kualitassprodukstersebut. Menurut Hidayat (2009) kualitas produk merupakan suatu bentuk dengan nilai kepuasan yang kompleks. Kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk jasa dalam memperagakan fungsinya, yang termsuk dalam keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian
dan reparasi produk dan atribut produk lainnya (Kotler, 2008: 84).
Mereksmempunyaissifatskhas,sdanssifatskhassinilahsyangsmembedakan produknyangnsatunberbedandengannproduknyangmlainnya,mwalaupunnsejenis. Permintaannakannsebuahnproduknbarangnyangnsemakinmberkualitasnmembuat perusahaan berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk dan mepertahankan citranmereknprodukmyangnmerekammiliki. Citra merek adalah persepsi dan keyakinan terhadap sekumpulan asosiasi suatu merek yang terjadi dibenak konsumen (Sari, 2013). Dimana menurut Adil (2012) fungsi utama citra merek adalah untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana konsumen memilih diantara merek alternatif setelah melakukan pengambilan informasi. Lyonita dan Budiastuti (2012) mengatakan bahwa sangat menguntungkan bila memiliki suatu produk yang memiliki citra merek yang baik dan oleh sebab itu perusahaan harus terus menjaga dan mempertahankan citra merek secara terus menerus.
Hargasmerupakanssalahssatusfaktorspenentu baik dalam memunculkan minat beli maupun keputusan membeli konsumen. Menurut Monroe dalam Sari (2012) hargaimerupakanipengorbananiekonomisiyangidilakukanipelangganiuntuk memperolehiprodukiatauijasa. Harga dari sudut pandang pemasaran merupakan suatu moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa (Dinawan, 2010). Menurut Kotler dan Armstrong dalam Wiratama (2012) hargasjugasmerupakannelemennbaurannpemasarannyangspalingsfleksibel, tidak seperti fitur produk dan komitmen penyalur, harga dapat berubah dengan cepat.
Menurut Agusty Ferdinand dalam Dinawan (2010), hargasmerupakanssalahssatu
variabelipentingidalamipemasaran,idimanaihargaidapatimempengaruhiikonsumen dalamimengambilikeputusaniuntukimembeliisuatuiproduk.
Hasil dari wawancara terbuka mengenai beberapa merek smartphone yang ada di pasaran yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa Samsung merupakan merek yang lebih mendominasi dan lebih banyak diminati. Responden dari hasil wawancara menyatakan alasan pemilihan merek Samsung karena memiliki citra merek yang baik. Samsung tetap mempertahankan kualitas produknya walaupun dengan harga yang lebih rendah. Samsung memberikan berbagai fitur yang menarik dan memenuhi kebutuhan konsumen. Berikut adalah data top five smartphone vendor, shipments, and market share 2Q13.
Tabel 1 Top Five Smartphone Vendor, Shipments, and Market Share 2Q13
|
Vendor |
2Q13 Unit Shipments(juta) |
2Q13 Market Share (%) |
|
Samsung |
72.4 |
30.4 |
|
Apple |
31.2 |
13.1 |
|
LG |
12.1 |
5.1 |
|
Lenovo |
11.3 |
4.7 |
|
ZTE |
10.1 |
4.2 |
|
Others |
100.8 |
42.4 |
|
Total |
237.9 |
100 |
Sumber : www.trenologi.com
Berdasarkan Tabel 1 diatas, Samsung tercatat sebagai vendor dengan jumlah pengiriman terbanyak, yaitu sebesar 72.4 juta unit dari total pengiriman smartphone di seluruh dunia yang tercatat sejumlah 237.9 juta unit di kuartal kedua 2013. Pesatnya permintaan atas Galaxy S4 di pasar smartphone dunia menjadi contributor paling besar atas pencapaian ini. Menyusul setelah Samsung ada Apple, LG, Lenovo dan ZTE dengan market share berturut-turut sebesar 13.1 persen, 5,1 persen, 4,7 persen, dan 4,2 persen.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
-
1) Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap minat beli produk smartphone Samsung.
-
2) Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap minat beli produk smartphone Samsung.
-
3) Untuk mengetahui pengaruh persepsi harga terhadap minat beli produk smartphone Samsung.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
Penelitian yang dilakukan oleh Indrayani (2013) memperlihatkan bahwa variabelikualitasiproduk memiliki pengaruh yang positifsdanssignifikansterhadap minatibeli produk handphone Samsung Galaxy di Kota Denpasar. Penelitianiyang dilakukansolehsBudiningtyassdkk. (2010) yang menyimpulkan bahwaskualitas produk adalah salah satu dari berbagai faktor yang mempengaruhi minat beli.
-
H1 : Kualitasiprodukiberpengaruhipositifidanisignifikaniterhadapiminat beli.
Citra merek (brand image) merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu (Pradipta, 2012). Menurut Evelina dkk. (2012) citra merek (brand image) merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Haerudin (2010) memperlihatkan bahwa citra merek memilikiipengaruhnyangnsignifikaniterhadapiminatibeliikonsumen. Selain itu, pernyataan tersebut didukung juga oleh hasil penelitian Nan & Bih (2007)
yang menunjukkan adanya pengaruhicitraimerekiterhadapiminatibeliikonsumen.
-
H2 : Citraimerek berpengaruhipositifidanisignifikaniterhadapiminat beli.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunan (2012) menyatakan persepsi hargasmemilikinpengaruhnyangnpositifnterhadapnminatnbeli produk handphone Nokia di Kota Semarang. Penelitiansyangsdilakukansoleh Kurnia (2013) menghasilkan bahwa persepsi harga adalah salah faktor yang berpengaruh positifsdannsignifikanmterhadapnminatmbelinkonsumen dalam memilih jasa perhotelan.
-
H3 : Persepsi hargaiberpengaruhipositifidanisignifikaniterhadapiminatibeli
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar karena Denpasar merupakan Ibukota provinsi Bali dengan jumlah penduduknya lebih banyak dari kota lain sehingga akan lebih menjamin adanya banyak responden yang kompeten untuk penelitian ini. Adapun subjek penelitiansinisadalahsmasyarakatsKotasDenpasar yangsbelumsmemilikisproduk smartphone Samsung dan berumur diatas 17 tahun karena dianggap sudah mampu memahami setiap pertanyaan pada kuesioner. Objek dari penelitian inisadalah mengukur pengaruhskualitassproduk, citra merek dan persepsi harganterhadapnminatnbelinproduk smartphone Samsung di Kota Denpasar.
Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari responden dan Data sekunder dalam penelitian ini adalah gambaran umum perusahaan, hasil penelitian sebelumnya, dan dasar teori – teori
yang ada.
PopulasindalamnpenelitiannininadalahsmasyarakatsKotanDenpasarmyang belumnmemilikinproduk smartphone Samsung dan berumur diatas 17 tahun. Teknik pengambilan sampelsyang dipilih dalamspenelitiansinisadalah dengan menggunakan cara non-probabilityisamplingidenganimetodeipurposiveisampling, yaitu sampel yang diambil denganskriteria berupa suatu pertimbangan tertentu dan dianggap mewakili suatu populasi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 112 orang dengan kriteria minimal 17 tahun dan belum memiliki smartphone Samsung.
Dataipenelitianiiniidikumpulkanidenganiinstrumeniberupaikuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Skala yang digunakan pada penelitian ini yaitusskalasLikerts5spoinsyangsdisebarkanssecaraslangsungskepada responden. Uji validitas dan uji reliabilitas digunakan untuk meneliti apakah kuesioner yang sudah disebarkan tersebutiakuratidanilayak diteliti dan digunakan lebih lanjut.
Penelitiansinismenggunakanstekniksanalisisndatanregresislinearsberganda untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas produk, citra merek, dan persepsishargasterhadapsminatsbeli. Hipotesis pada penelitiansini diuji dengan menggunakan uji simultan (F-test) dan uji parsial (t-test) untuk mengetahui pengaruh antar variabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik responden dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan
jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, dan penghasilan perbulan. Secara
spesifik, karakteristik demografi konsumen dalam penelitian ini ditunjukkanipada
Tabeli2.
Tabel 2 Karakteristik Demografi Responden
|
No. |
Variabel Karakteristik |
Klasifikasi |
Jumlah |
Persentase |
|
(Orang) |
(%) | |||
|
1 |
Jenis Kelamin |
Laki-laki |
43 |
38.4 |
|
Perempuan |
69 |
61.6 | ||
|
Total |
112 |
100 | ||
|
2 |
Umur |
17 - 26 Tahun |
61 |
54.5 |
|
27 - 36 Tahun |
32 |
28.6 | ||
|
37 - 46 Tahun |
13 |
11.6 | ||
|
diatas 46 Tahun |
6 |
5.4 | ||
|
Total |
112 |
100 | ||
|
3 |
Pendidikan terakhir |
SMP |
12 |
10.7 |
|
SMA/ Sederajat |
22 |
19.6 | ||
|
Diploma |
32 |
28.6 | ||
|
Sarjana |
46 |
41.1 | ||
|
Total |
112 |
100 | ||
|
4 |
Penghasilan Perbulan (Rp.) |
Belum Berpenghasilan |
10 |
8.9 |
|
Dibawah Rp. 1.8 juta |
37 |
33.0 | ||
|
Rp. 1.8 juta - Rp. 5 juta |
48 |
42.9 | ||
|
Diatas Rp. 5 juta |
17 |
15.2 | ||
|
Total |
112 |
100 |
Sumber: Data Primer, diolah pada Tahun 2014
Hasil uji validitas dalam ditemukan hasil bahwa seluruhikoefisienikorelasi darisindikatornvariabelnyangndiujinnilainyanlebihnbesarndarin0,30.sHalitersebut menunjukkansbahwasseluruhsindikatorspadaspenelitiansinisdinyatakansvalid.
Tabel 3 Hasil Uji Validitas
|
No |
Variabel |
Indikator |
Koefisien Korelasi |
Keterangan |
|
1 |
Kualitas Produk |
X1.1 |
0,768 |
Valid |
|
X1.2 |
0,893 |
Valid | ||
|
X1.3 |
0,735 |
Valid | ||
|
X1.4 |
0,749 |
Valid | ||
|
2 |
Citra Merek |
X2.1 |
0,830 |
Valid |
|
X2.2 |
0,751 |
Valid | ||
|
X2.3 |
0,638 |
Valid |
|
3 |
Persepsi Harga |
X3.1 |
0,843 |
Valid |
|
X3.2 |
0,890 |
Valid | ||
|
X3.3 |
0,758 |
Valid | ||
|
4 |
Minat Beli |
Y1 |
0,811 |
Valid |
|
Y2 |
0,659 |
Valid | ||
|
Y3 |
0,783 |
Valid | ||
|
Y4 |
0,800 |
Valid |
Sumber: Data diolah, 2014
Uji reliabilitas yang dilakukan terhadap setiap instrumen penelitian memperoleh hasil bahwa nilaisCronbach’s Alphaspadastiapsinstrumen penelitian ini menunjukkaninilaiiyangilebihibesaridarii0,6.iHalitersebutimenunjukkan bahwa semuasinstrumen peneltian ini reliable. Secara lebih rinci, hasil uji reliabilitas ditunjukkan pada Tabel 4.
Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas
|
Variabel |
Alpha Cronbach |
Keterangan |
|
Kualitas Produk |
0,792 |
Reliabel |
|
Citra Merek |
0,745 |
Reliabel |
|
Persepsi Harga |
0,777 |
Reliabel |
|
Minat Beli |
0,754 |
Reliabel |
Sumber: Data diolah, 2014
Tabel 5 menunjukan bahwasKMOnsebesarn0,757 lebihnbesarndarin0,5 dengannChi Square 141,13 dan Significance Probabilityn0,000 ≤ 0,05 , maka analisisnfaktor dapat digunakan.nFaktor kualitas produk bermaknandarinEigen Valuensebesar 2.506 > 1.00ndan varians kumulatif sebesar 62,643% lebihnbesar darin60%.
Tabel 5 Analisis Faktor Kualitas Produk
|
Variabel |
Nilai |
Keterangan |
|
KMO (Kaiser-Mayer-Olkin) |
0,757 |
Valid |
|
Chi Square |
141.133 |
Valid |
|
Significance Chi Square |
0,000 |
Valid |
|
Eigen Value |
2.506 |
Valid |
|
Varians Kumulatif |
62.643 % |
Valid |
Sumber: Data diolah, 2014
Tabel 6 menunjukan bahwanKMOnsebesarn0,661nlebihnbesarndarin0,5 dengannChi Square 49,663 dan Significance Probabilityn0,000 ≤ 0,05,nmaka analisisnfaktor dapat digunakan.nFaktor citra merek bermaknandarinEigennValue sebesar 1,815 > 1.00idan varians kumulatif sebesar 60,503% lebihibesar dari 60%.
Tabel 6 Analisis Faktor Citra Merek
|
Variabel |
Nilai |
Keterangan |
|
KMO (Kaiser-Mayer-Olkin) |
0,661 |
Valid |
|
Chi Square |
49,663 |
Valid |
|
Significance Chi Square |
0,000 |
Valid |
|
Eigen Value |
1,815 |
Valid |
|
Varians Kumulatif |
60,503 % |
Valid |
Sumber: Data diolah, 2014
Tabel 7 menunjukkansbahwasKMOssebesar 0,675 lebihnbesarndarin0,5 dengannChinSquare 59,353 dan Significance Probabilitym0,000 ≤ 0,05,nmaka analisisifaktor dapat digunakan.iFaktor persepsi harga bermaknaidariiEigeniValue sebesari1,891 > 1.00idan varians kumulatif sebesar 63,029% lebih besar dari 60%.
Tabel 7 Analisis Faktor Persepsi Harga
|
Variabel |
Nilai |
Keterangan |
|
KMO (Kaiser-Mayer-Olkin) |
0,675 |
Valid |
|
Chi Square |
59,353 |
Valid |
|
Significance Chi Square |
0,000 |
Valid |
|
Eigen Value |
1,891 |
Valid |
|
Varians Kumulatif |
63,029 % |
Valid |
Sumber: Data diolah, 2014
Tabel 8 menunjukan bahwanKMOnsebesarn0,726 lebihnbesarndarin0,5 dengannChinSquare 132,369 dan Significance Probabilityn0,000 ≤ 0,05,nmaka analisisnfaktor dapat digunakan.nFaktor minat beli bermaknandarinEigennValue sebesarn2,416 > 1.00ndan varians kumulatif sebesar 60,398 % lebihsbesarsdari
60%.
Tabel 8 Analisis Faktor Minat Beli
|
Variabel |
Nilai |
Keterangan |
|
KMO (Kaiser-Mayer-Olkin) |
0,726 |
Valid |
|
Chi Square |
132,369 |
Valid |
|
Significance Chi Square |
0,000 |
Valid |
|
Eigen Value |
2,416 |
Valid |
|
Varians Kumulatif |
60,398 % |
Valid |
Sumber: Data diolah, 2014
Uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini memperoleh hasil temuan bahwa variabel – variabel penelitian telahsmemenuhissyaratsnormalitas setelahsdiujisdengansprogramsSPSS for Windows dengan nilai Asymp. Sig. (2tailed) sebesar 0,189 dan lebih besar dari α = 0,05. Pada uji multikolinearitas terlihat hasil tidakiterjadi gejala multikolinearitasiantarivariabeliindependen dalam modelsregresintersebutnkarenannilaimdarimtolerancemdannVIFmmasing-masing menunjukkaninilaiitoleranceiyangidimilikiiseluruhivariabelibebasilebihibesaridari 0,10idan nilai VIF yang dihasilkan kurang dari 10 dan ditunjukkan dengan tabel 9.
Tabel 9 Hasil Uji Multikolinearitas (Tolerance dan VIF)
|
No |
Variabel |
Nilai Tolerance |
Nilai VIF |
|
1 |
Kualitas Produk |
0,722 |
1,384 |
|
2 |
Citra Merek |
0,817 |
1,225 |
|
3 |
Persepsi Harga |
0,768 |
1,303 |
Sumber: Data diolah, 2014
Hasil uji heteroskedastisitas didapatkan hasil bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas model regresi dalam penelitian ini karenanseluruhmnilai signifikansi yang diperoleh dari pengujiansdengansmetodesGlejser diperoleh nilai α lebihsdari 0,05sterhadapnabsolutnresidualn(Abs_Res)nsecaranparsial,nsehingga layakndigunakannuntuknmemprediksinvariabelndependen sesuai dengan yang ditunjukkanipadaiTabeli10.
Tabel 10 Hasil Uji Heteroskedasitas (Metode Glejser)
|
No |
Variabel |
Sig. |
Keterangan |
|
1 |
Kualitas Produk |
0,893 |
Tidak heteros |
|
2 |
Citra Merek |
0,637 |
Tidak heteros |
|
3 |
Persepsi Harga |
0,515 |
Tidak heteros |
Sumber: Data diolah, 2014
Hasil analisis mengacu pada hasil pengaruhikualitasiproduk,icitraimerek, dan persepsi harga terhadap minat beli produk smartphone Samsung dinKota Denpasar. Uji regresi linear berganda yang dilakukan dengan program SPSS for Windows diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 0,000 + 0,468 (X1) + 0,271(X2) + 0,172 (X3) + e
Fhitung = 39,886 Sig. = 0,000
Keterangan :
Y = Minat Beli
X1 = Kualitas Produk
X2 = Citra Merek
X3 = Persepsi Harga
Hasil persamaan regresi linear berganda menunjukkan arah masing-masing variabel bebas penelitian ini terhadap variabel terikatnya. Nilai R2 adalah sebesar 0,526 ini berarti pengaruh variabel kualitas produk, citra merek dan persepsi hargaiterhadap terhadap minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar sebesar 52,6 % dan sisanya 47,4 % dipengaruhiiolehifaktor-faktorilain.
Nilaiskoefisiensregresi (X1) yangsbernilainpositifnmenunjukkannbahwa kualitas produk berpengaruhspositifsdanssignifikansterhadap minat beli produk smartphone SamsungidiiKotaiDenpasar. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis
pertama yaitu kualitasiprodukiberpengaruhspositifsdanssignifikansterhadapsminat beli.sHasil ini sesuai dengan hasil dari penelitiansyangsdilakukansoleh Indrayani (2013) dan Budiningtyas dkk. (2010) yang menyatakan kualitas produk memiliki pengaruh secara positifsdanssignifikansterhadapsminatsbeliskonsumen.
Nilaiikoefisieniregresi (X2) yangibernilaiipositifimenunjukkanibahwa citra merek berpengaruhipositifidanisignifikaniterhadap minat beli produk smartphone SamsungidiiKotaiDenpasar. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yaitu citra merek berpengaruhspositifsdanssignifikansterhadap minat beli. Hasilsini sesuaiidengan hasil dari penelitianiyangidilakukanioleh Haerudin (2010) dan Nan & Bih (2007) yangimenyatakan citra merek memiliki pengaruh secara positif dan signifikaniterhadapiminatibeliikonsumen.
Nilaiskoefisien regresi (X3) yang bernilai positif menunjukkannbahwa persepsi hargasberpengaruhspositifndannsignifikannterhadapnminatnbeli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar. Hasilipenelitian iniimendukungihipotesis ketigaiyaituipersepsi harga berpengaruhipositifidanisignifikaniterhadap minat beli. Hasilsinissesuaisdengan hasil dari penelitiannyangndilakukannoleh Tambunan (2012) dan Kurnia (2013) yangsmenyatakan persepsi harga memilikiipengaruh secara positifidanisignifikaniterhadapiminatibeliikonsumen.
SIMPULAN DAN SARAN
Terdapat beberapaskesimpulansyangsdapat ditarik dalam penelitiansini.
Pertama, kualitas produk berpengaruhspositifsdannsignifikansterhadap variabel
minat beli yang berarti semakin baik kualitas produk yang diberikan maka dapat meningkatkan minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar.
Kesimpulan kedua, citra merek berpengaruhspositifsdannsignifikan terhadap variabel minatsbeli yang berarti semakin baik citra merek yang dimiliki maka semakin tinggi minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar.
Terakhir, persepsi hargasberpengaruhnpositifmdanmsignifikanmterhadap variabel minatibeliiyang berarti semakin baik persepsi harga yang dimiliki maka semakin tinggi minat beli produk smartphone Samsung di Kota Denpasar.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka terdapat beberapa saran yang dapat diberikan. Saran bagi pihak manajemen Samsung agar kualitas produk smartphone Samsung mendapat perhatian lebih dan ditingkatkan baik dari kinerja, fitur tambahan dan desainnya serta manajemen Samsung harus selalu menjaga dan berusaha meningkatkan citra merek perusahaan serta persepsi harga terhadap produk yang yang dimiliki sehingga dapat menambah minat beli konsumen.
Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan bauran pemasaran sebagai acuan untuk menambah variabel lain yang berpotensi mempengaruhi profitabilitas serta memperluas objek penelitian agar mendapat hasil yang lebih maksimal dalam meneliti minat beli.
REFERENSI
Adil, Maikul. 2012. The Influence Of Brand Image On Sales. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 2(4), pp: 3552-3556.
Budiningtyas, Fitria Sari. Didik Purwadi dan Ahmad Mardalis. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen pada Minimarket. Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, 11(2), pp: 87-107.
Dinawan, M. Rhendria. 2010. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Konsumen Yamaha Mio Pt Harpindo Jaya Semarang). Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang.
Evelina, Nela., Handoyo DW, Sari Listyorini. 2013. Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Harga, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Kartu Perdana Telkom Flexi (Studi Kasus pada Konsumen Telkom Flexi di Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 1(1), pp: 203-213.
Haerudin, Heri. 2010. Pengaruh Citra Merek Sepeda Motor Honda Terhadap Minat Beli Konsumen. Skripsi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan, Bandung.
Hidayat, Rachmat. 2009. Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk dan Nilai Nasabah Terhadap Kepusan dan Loyalitas Nasabah Bank Mandiri. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan,11 (1), pp: 59 – 72
Indrayani, Linda. 2013. Peran Persepsi Kualitas Produk Dalam Memediasi Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Niat Beli Handphone Samsung Galaxy di Kota Denpasar.
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen Pemasaran. Jilid Satu, Edisi Keduabelas, Cetakan Ketiga. Penerbit Indeks.
Kumala, Octaviantika Benazir. 2012. Pengaruh Word of Mouth Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Tune Hotels Kuta Bali. Skripsi. Universitas Indonesia, Jakarta.
Kurnia, Dita. 2013. Pengaruh Iklan dan Word of Mouth (WOM) Terhadap Minat Beli Mahasiswa Universitas Negeri Padang Atas Kartu Perdana IM3. Jurnal Manajemen Universitas Negeri Padang, 2(2), pp: 1-9.
Lyonita, Telly., Dyah Budiastuti. 2012. Analisis Pengaruh Brand Image dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Yang Berdampak Pada Loyalitas Konsumen Pada PT. Telkom Jakarta Selatan (Produk Speedy). Disertasi Doktor Bina Nusantara, Jakarta.
Nan Hon Lin., & Bih Shya Lin. 2007. The effect of brand image and product knowledge on purchase intention moderated by price discount. Journal of International Management Studies, 2(2), pp:121-132.
Pradipta, Dyah Ayu Anisha. 2012. Pengaruh Citra Merek (Brand Image) Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Oli Pelumas PT. Pertamina (Persero) Enduro 4T Di Makassar. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Makasar.
Sari, Anisa Kurnia. 2013. Pengaruh Citra Merek dan Keluarga Terhadap Keputusan Pembelian Honda Beat. Jurnal Ilmu Manajemen, 1(1), pp :285-296.
Sari, Ratna Dwi Kartika. 2012. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Word Of Mouth Communication Terhadap Keputusan Pembelian Mebelian pada CV. Mega Jaya Mebel Semarang. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Tambunan, Krystia. 2012. Analisis Pengaruh Citra Merek, Persepsi Kualitas, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Bandeng Presto (Studi kasus pada konsumen di Bandeng Presto Semarang). Skripsi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponogoro, Semarang.
Tjiptono, Fandi, 1997. Strategi Pemasaran. Penerbit ANDI. Yogyakarta
Wiratama, Aditya Yoga. 2012. Analisis Pengaruh Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Olahraga Merek Nike di Kota Semarang. Skripsi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
www.trenologi.com diunduh pada tanggal 11 Juli 2014
Discussion and feedback