Pemanfaatan ED-255EK Embedded Education Platform sebagai Modul Praktikum Embedded System Berbasis Linux
on
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol. 17, No. 2,Mei - Agustus 2018
DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i02.P016 271
Pemanfaatan ED-255EK Embedded Education Platform sebagai Modul Praktikum Embedded System Berbasis Linux
I Gst. Md. Ngurah Bimantara1, I Gusti Agung Pt Raka Agung2, Lie Jasa3
Abstract— As technology develops, the application of embedded systems in everyday life also grows, for example is a automatic washing machines, electric stoves, radios, and etc. This provides an indirect claim to understand the basic configuration of the embedded system application itself. Learning about the basics of embedded system application can be done using ED-255EK Embedded Education Platform. ED-255EK is powered by an Intel XScale PXA255 CPU that is compatible with ARM Version 5TE ISA, Linux operating system, adopts RISC super-pipeline, and operates at 200/300/400 Mhz with low power consumption. How to operate ED-255EK is to configure the operating system first, includes upgrades the package of Linux system, configure the network and serial communication. Then configuration on ED-255EK which includes downloading file system and setting IP Address. The final step is the configuration of the module, which includes the installation of driver files and application programs. The input data provided will be displayed on the ED-255EK module and serialized also displayed on the laptop screen. The modules used are LED, LCD, DOT-Matrix, FND, Key-pad, DIP-Switch, Stepper, IrDA, RF, and uWave modules.
Intisari— Seiiring perkembangan teknologi, pengaplikasian embedded system dalam kehidupan sehari-hari juga ikut berkembang, seperti halnya mesin cuci otomatis, kompor listrik, radio, dan lain sebagainya. Hal ini memberikan tuntutan secara tidak langsung untuk memahami konfigurasi dasar dari pengaplikasian embedded system itu sendiri. Pembelajaran tentang dasar dari pengaplikasian embedded system dapat dilakukan dengan menggunakan ED-255EK Embedded Education Platform. ED-255EK didukung dengan CPU Intel XScale PXA255 yang memiliki kompatibel dengan ARM Versi 5TE ISA, sistem operasi Linux, mengadopsi super-pipeline RISC, serta beroperasi pada 200/300/400 Mhz dengan konsumsi daya yang rendah. Cara pengoperasian ED-255EK adalah dengan melakukan konfigurasi pada Sistem operasi terlebih dahulu, diantaranya upgrade package, konfigurasi jaringan dan komunikasi secara serial. Dilanjutkan dengan konfigurasi pada ED-255EK yang meliputi pengunduhan file system dan pengaturan IP Address. Langkah terakhir adalah pengkonfigurasian modul, yang meliputi pemasangan file driver dan program aplikasi. Data input yang diberikan akan ditampilkan pada modul ED-255EK dan secara serial juga ditampilkan pada layar laptop. Modul-modul yang digunakan diantaranya adalah modul LED, LCD, DOT-Matrix, FND, Keypad, DIP-Switch, Motor Stepper, IrDA, RF, dan uWave.
Kata Kunci— Embedded system, ED-255EK, Linux, Praktikum.
-
I. PENDAHULUAN
Embedded system merupakan sebuah sistem yang dirancang khusus untuk melakukan perintah yang lebih spesifik guna meningkatkan kinerja sebuah alat. Banyak hal yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan implementasi dari embedded system itu sendiri. Pengimplementasian embedded system terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Tantangan utama dalam merancang dan menganalisa embedded system berasal dari interaksinya dengan proses fisik[1], oleh karena itu, pelatihan dasar tentang embedded system sangat diperlukan guna untuk mengembangkan enbedded system kedepannya.
Pada penelitian sebelumnya telah dibuat rancangan modul praktikum sistem tertanam berbasis Arduino. Penelitian ini menggunakan dua buah mikrokontroler, yaitu mikrokontroler Atmega8535 dan mikrokontroler Arduino. Penelitian ini menguji kecepatan antara dua buah mikrokontroler dalam menyelesaikan sebuah intruksi[2]. Penelitian selanjutnya dilakukan perancangan sistem embedded Linux berbasis ARM. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan single board computer AT91RM9200A berbasis mikrokontroler ARM AT91RM9200 serta pembuatan software yang meliputi konfigurasi bootloader, kernel, dan root filesystem. Software ini selanjutnya di-compile menggunakan cross compiler[3]. Penelitian lainnya yaitu pembuatan prototipe modul pembelajaran embedded system berbasis Arduino. Penelitian ini memuat tentang hasil pembuatan prototipe modul pembelajaran guna menunjang matakuliah embedded system di prodi Teknik Elektro UWIKA. Konsep penelitiannya mengintegrasi tiap-tiap komponen menjadi satu kesatuan dalam sebuah PCB dan dikendalikan menggunakan mikrokontroler Arduino[4]. Penelitian sebelumnya sebagian besar menggunakan mikrokontroler Arduino karena mikrokontroler Arduino bersifat open source untuk pengendali mikro single board, sehingga memudahkan pengguna elektronik dalam berbagai bidang[5].
Penelitian kali ini menggunakan ED-255EK yang dilengkapi dengan prosesor Intel XScale PXA255 yang kompatibel dengan ARM versi 5TE ISA, menggunakan sistem operasi Linux, mengadopsi super-pipeline RISC, serta dapat beroperasi pada 200/300/400 MHz dengan konsumsi daya yang rendah. ED-255EK dirancang khusus sebagai modul pembelajaran embedded system sehingga sangat mudah, praktis, dan efisien digunakan sebagai media pembelajaran tentang embedded system berbasis Linux.
-
II. KAJIAN PUSTAKA
-
A. Embedded System
Embedded System terdiri dari perangkat keras (hardware) yang meliputi mikroprosesor atau mikrokontroler dan
I Gst. Md. Ngurah Bimantara: Pemanfaatan ED-255EK Embedded(…)
p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372
komponen I/O yang terpasang di dalamnya, serta terdiri dari perangkat lunak (software) yang merupakan penggerak sistem dari embedded itu sendiri. Embedded System memiliki ciri-ciri diantaranya adalah memiliki computing power atau dilengkapi dengan prosesor, bekerja di lingkungan luar ruangan IT, dan memiliki tugas yang lebih spesifik. Sedangkan karakteristik dari embedded system adalah dirancang untuk melakukan tugas tertentu, tidak selalu didesain sebagai perangkat mandiri, dan firmware (instruksi program) disimpan ke dalam ROM.
-
B. Sistem Operasi Linux
Linux merupakan salah satu sistem operasi yang berbasis Unix yang dikembangkan oleh Linus Torvalds. Linux memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah open source, freeware, minimal hardware, skalabilitas, stabilitas, shared libraries, non-fragmentasi, dan kebal virus. Sedangkan kekurangan dari sistem operasi Linux adalah banyaknya user yang masih belum terbiasa menggunakan Linux sehingga struktur direktori atau hak akses masih membingungkan user.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Linux telah banyak memiliki distro, salah satunya adalah Fedora. Linux Fedora merupakan sebuah distro Linux yang berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project. Keunggulan Linux Fedora dibandingkan dengan distro lainnya adalah memiliki fiture yang banyak dengan tampilan desktop yang memukau sehingga popular di Amerika. Linux Fedora juga memiliki sistem keamanan yang baik dengan adanya SELinux sehingga tidak mudah terkena virus serta terdapat libreoffice yang siap digunakan untuk perkantoran. Dibalik keunggulan itu, Linux Fedora juga memiliki beberapa kekurangan, seperti Tidak sesetabil Debian atau Slakware untuk server, tidak semudah atau semutakhir Suse atau Mandrake untuk penggunaan desktop, multimedia yang kurang secara default, serta Fedora merupakan distribusi untuk keperluan umum. Pada penelitian ini menggunakan Linux Fedora karena Linux Fedora memiliki kernel yang sesuai dengan kernel yang dibutuhkan untuk konfigurasi ED-255EK. Pada penelitian ini digunakan sistem operasi Linux Fedora 9.0.
-
C. ED-255EK
ED-255EK merupakan papan sirkuit yang telah ditanamkan prosesor Intel XScale PXA255 dan banyak embedded operational system dari embedded Linux system dan WIN CE. ED-255EK dilengkapi port-port seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Dalam pengkonfigurasian ED-255EK hanya digunakan dua port, yaitu ethernet port dan serial port.
-
D. Intel XScale PXA255
XScale merupakan mikroarsitektur yang dirancang oleh Intel untuk central processing units dengan menggunakan arsitektur ARM versi 5TE ISA. XScale menggunakan sevenstage integer dan eight-stage memory super-pipelined microarchitecture. Keluarga XScale merupakan prosesor 32 bit yang diproduksi dengan proses 0.8µm 0.13µm dan memiliki cache data dan cache instruksi masing-masing sebesar 32 KB. Diagram blok yang ditunjukkan pada Gambar 2 merupakan struktur dari Intel XScale PXA255.
0 Module Connector
TFT LCD Touch Screen
Extension
Ethernet
Serial Port
USB Port
PS2 Port
GPS + Bluetooth module
io PCMCIA socket
MMC/SD
CF Card
socket socket
Gambar 1: ED-255EK
Gambar 2: Diagram blok PXA255
E. ED-255FPGA
ED-255FPGA merupakan papan sirkuit yang berisikan
modul-modul seperti LED (Light Emitting Diode), LCD
(Liquid Crytal Display), DOT-Matrix, FND (Flexible Numeric
Display), motor stepper, key-pad, DIP-Switch, ADC, kamera CMOS, dan buzzer. Pada penelitian ini hanya digunakan tujuh modul, diantaranya LED, LCD, DOT-Matrix, FND, motor
stepper, key-pad, dan DIP-Switch. ED-255FPGA ditunjukkan
LCD
Motor stepper
DIPSwitch
Keypad
F. Extension Module
Extension module merupakan modul tambahan pada ED-255EK yang digunakan untuk melakukan transmisi data. Pada
DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i02.P016 penelitian ini menggunakan tiga buah modul extension, diantaranya adalah modul IrDA, modul RF, dan modul uWave. Modul IrDA merupakan modul yang dirancang untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data dengan menggunakan inframerah. Modul IrDA menggunakan sensor CL-1L5R untuk mengirim sinyal inframerah yang ditanamkan pada modul transceiver dan sensor KSM603LM untuk menerima sinyal inframerah yang ditanamkan pada modul receiver. Modul IrDA ditunjukkan pada Gambar 4.
(a) (b)
Gambar 4: Modul IrDA (a) transceiver dan (b) receiver
Modul RF merupakan modul yang dirancang untuk melakukan komunikasi data dengan menggunakan gelombang radio. Dibutuhkan dua buah modul untuk melakukan
komunikasi data dengan menggunakan gelombang radio, yaitu modul pemancar gelombang dan modul penerima gelombang[6]. Modul RF pada penelitian ini menggunakan perangkat CM-447-TX1 untuk mengirim gelombang dan perangkat CM-447-RX1 untuk menerima gelombang. Modul RF ditunjukkan pada Gambar 5.
(b)
(a)
Gambar 5: Modul RF (a) transceiver dan (b) receiver
Modul uWave merupakan modul yang dirancang untuk mengirim dan menerima gelombang ultrasonik. Prinsip kerjanya yaitu pemancar gelombang akan mengirimkan sinyal kemudian diukur waktu yang dibutuhkan sampai pada datangnya pantulan objek[5]. Modul uWave pada penelitian ini menggunakan sensor ST-203L untuk mengirim dan menerima gelombang ultrasonik. Modul uWave ditunjukkan pada Gambar 6.
Gambar 6: Modul uWave
273 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian. Diagram alir penelitian ditunjukkan pada Gambar 7.
Pemanfaatan ED-255EK sebagai modul praktikum embedded system dimulai dengan melakukan konfigurasi sistem operasi Linux yang terdiri dari penambahan package Linux, konfigurasi jaringan dan komunikasi data secara serial. Jika konfigurasi sistem operasi telah berhasil, dilanjutkan dengan melakukan konfigurasi ED-255EK yang meliputi pengaturan IP-Address dan pengunduhan file sistem ED-255EK. Pengkonfigurasian ED-255EK dilakukan dengan cara menghubungkan ED-255EK ke Laptop dengan menggunakan kabel ethernet dan kabel serial. Konfigurasi pemasangan modul-modul pada ED-255EK ditunjukkan pada Gambar 8.
Mengkonfigurasi Sistem Operasi Linux Fedora 9.0
Melakukan perbaikan
Mengkonfigurasi ED-255EIC Embedded Education Eiatfbrm
Melakukan perbaikan
Melakukan Perancangan Software untuk modul-modul aplikasi ⅞
Membuat dan memasang driver modul
Melakukan perbaikan
Membuat dan memasang program aplikasi modul
Melakukan perbaikan
Melakukan pengambilan Data
Membuat buku pedoman praktikum
III. METODE PENELITIAN
Gambar 7: Diagram alir penelitian pemanfaatan ED-255EK
Perancangan diagram alir pemanfaatan ED-255EK Embedded Education Platform sebagai modul praktikum embedded system berbasis Linux digunakan sebagai pedoman
I Gst. Md. Ngurah Bimantara: Pemanfaatan ED-255EK Embedded(…)
p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372
Gambar 8: Konfigurasi pemasangan modul-modul pada ED-255EK
Perancangan perangkat lunak (software) untuk modul-modul aplikasi pada penelitian ini menggunakan terminal Linux. Perancangan software meliputi pembuatan file driver dan program aplikasi masing-masing modul. Diagran alir untuk perancangan software masing-masing modul aplikasi ditunjukkan pada Gambar 9.
GIaVmb.aHrA9:SDILiagDraAmNaliPrpEeMranBcaAngHaAnsSoAftwNare
-
A. Konfigurasi Sistem Operasi Linux
Konfigurasi sistem operasi Linux merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk memanfaatkan ED-255EK embedded education platform sebagai modul praktikum embedded system berbasis Linux. Tahap pengkonfigurasian dimulai dengan penambahan package Linux, diantaranya “tftp”, “tftp-server”, “kernel-devel”, dan gcc. Penambahan package Linux dilakukan dengan memasukan perintah “yum install” pada kernel Linux. Langkah selanjutnya yaitu membuat direktori tftpboot dengan menggunakan perintah “mkdir” dan mengedit file tftp dengan menggunakan perintah “nano”. Dilanjutkan dengan pengeksekusian TFTP Demon dengan menggunakan perintah “/etc/init.d/xinetd restart”. Konfigurasi dilanjutkan dengan melakukan pengaturan pada NFS Server. File NFS Server dapat disalin dengan menggunakan perintah “cp” dan mengekstraknya dengan menggunakan perintah “tar -xzvf”. Pada file exports ditambahkan “/etc/ED255_NFS_ROOT/ 192.168.1.211(rw,no_root_squash,no_all_squash)”. Langkah selanjutnya adalah melakukan restart NFS Server dengan menggunakan perintah “/etc/init.d/nfs restart” dan men-disabled Firewall dan SELinux. Langkah terakhir adalah pengaturan serial komunikasi antara ED-255EK dengan Laptop. Perintah yang digunakan adalah “minicom -s”.
-
B. Konfigurasi ED-255EK
Konfigurasi ED-255EK meliputi pengaturan IP Address dan pengunduhan file sistem ED-255EK. Pengaturan IP Address dilakukan dengan cara masuk pada sistem ED-255EK menggunakan perintah “minicom”. Perintah yang dimasukkan adalah “editenv” untuk mengatur IP Address pada alamat 192.168.1.211. Langkah selanjutnya adalah pengunduhan file sistem ED-255EK dengan menggunakan perintah “tftpboot a2000000 zImage.nfs”. File sistem akan tersimpan pada alamat a2000000 dan untuk melakukan booting dari alamat a2000000 digunakan perintah “bootm a2000000”. Hasil pengunduhan dan booting sistem ditunjukkan pada Gambar 10.
root@ngurahbimantara:~ - ♦ x
File ξdιt View Terminal Tabs Help
Hit any key to stop autoboot: θ
ED # tftpboot a2θθθθ9θ zlaage.nfs
TFTP from server 192.168.1.196; our IP address is 192.168.1.211
Filename ,Zlmage.nfs'.
Load address: θχa2θθθθθθ
Loading: a################################################################ IlitlteiutllinuiintllintttitltttitltftintltitltltitititititiutitintitllititiwitiliutltiliuniintlliHtlliHtttitlttt
eeeeeeeeeeItitiiiiititititititititiiItititititiiitItiatItitiiItititititititititititiHtitiHtitiHtitItitititititiiitit IteittteitlliHtltitltltitltltttlHtttlHtltlisttlHlttlHltaHttHtlHHtltltiHHtitlHtitlHteitlliHtll
done
Bytes transferred = 128Θ4Θ6 (138996 hex)
ED # bootm a2θθθθθθ
an Booting image at a2θθθθθθ ...
Image Name: ED PXA255 Board(Test)
Image Type: ARM Linux Kernel Image (gzip compressed)
Data Size: 128Θ342 Bytes = 1.2 mb
Load Address: a0008000
Entry Point: aθθθ8θθθ
Verifying Checksum ... OK
Uncompressing Kernel Image ... OK
Starting kernel .......λa
Uncompressing Linux........................[]
Gambar 10: Pengunduhan dan booting sistem ED-255EK
-
C. Konfigurasi Modul-Modul Aplikasi
Dalam pengkonfigurasian modul-modul aplikasi, dibutuhkan file driver dan program aplikasi yang disimpan pada masing-masing direktori modul. Pembuatan direktori menggunakan perintah “mkdir”. File driver dan program
DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i02.P016 aplikasi dibuat dengan menggunakan format “.c”, seperti led.c, led.c, dot.c, dan lain sebagainya. File driver dan program aplikasi akan di-crosscompiling menjadi format file “.o” dengan menggunakan perintah “make”. File driver dan program aplikasi dengan format “.o” disalin ke ED-255EK dengan menggunakan perintah “make install”. Langkah selanjutnya adalah pembuatan device file untuk masing-masing modul aplikasi dengan menggunakan perintah “mknod”. File driver masing-masing modul dipasang pada ED-255EK dengan menggunakan perintah “insmod”. Program aplikasi masing-masing modul dieksekusi dengan menggunakan perintah “./”. Pada program aplikasi modul LED diberikan nilai data input 0x00ff. Nilai data ini merupakan bentuk bilangan heksadesimal, sehingga jika dikonversikan ke dalam bentuk binner maka akan diperoleh data 0000 0000 1111 1111. Selanjutnya data dalam bentuk binner akan dibaca oleh sistem ED-255EK yang selanjutnya ditampilkan pada data output pada modul LED, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 11.
Gambar 11: Hasil running program aplikasi modul LED
Pada program aplikasi modul LCD diberikan instruksi untuk melakukan pembacaan posisi dan kondisi kursor pada modul LCD. Posisi dan kondisi kursor sebelumnya sudah diatur pada program aplikasi, sehingga eksekusi program aplikasi akan menampilkan posisi dan kondisi kursor pada modul LCD dan pada layar laptop. Hasil running program aplikasi modul LCD ditunjukkan pada Gambar 12, dan pada layar laptop ditunjukkan pada Gambar 13.
Testing.........Text I LCD Device!.
Gambar 12: Hasil running program aplikasi modul LCD
***** LCD Device Driver Information ****
Testing Complete. Press any key!
Gambar 13: Hasil running program aplikasi modul LCD pada Host PC
Pada program aplikasi modul DOT-Matrix diberikan nilai data input yaitu { 0x0192, 0x00252, 0x0254, 0x0258, 0x0254, 0x0252, 0x0192 }. Nilai data ini merupakan bentuk bilangan heksadesimal. Jika dikonversikan ke dalam bentuk binner maka akan diperoleh TABEL I. Prinsip kerja DOT-Matrix yaitu menggunakan sistem scanning kolom. Scanning kolom merupakan suatu sistem dimana dari sekian banyak kolom, hanya satu kolom yang menyala dan secara bergantian. Jika
275 diperlambat, akan terlihat perpindahan nyala LED dari satu kolom ke kolom lainnya, namun karena display dari DOTMatrix sangat cepat, maka terlihat semua LED menyala secara bersamaan [7]. Data hasil dari running program aplikasi modul DOT-Matrix ditunjukkan pada Gambar 14.
TABEL I
KONVERSI NILAI DATA HEKSADESIMAL MENJADI BINNER
Heksadesimal |
Binner |
0×0192 |
0000 0001 1001 0010 |
0×0252 |
0000 0010 0101 0010 |
0×0254 |
0000 0010 0101 0100 |
0×0258 |
0000 0010 0101 1000 |
0×0254 |
0000 0010 0101 0100 |
0×0252 |
0000 0010 0101 0010 |
0×0192 |
0000 0001 1001 0010 |
Gambar 14: Hasil running program aplikasi modul DOT-Matrix
Pada program aplikasi modul FND diberikan nilai data input berupa angka 0, 1, 2, 3, 4, 5. Nilai data ini akan dituliskan pada modul FND dan dibaca pada host PC, sehingga saat running program aplikasi modul FND akan terlihat seperti Gambar 15 dan pada layar laptop seperti Gambar 16.
Gambar 15: Hasil running program aplikasi modul FND
FNDs displayed the sequential numbers!
Read data[0] = 0x0000
Read data[l] = OxOOOl
Read data[2] = 0x0002
Read data[3] = 0xθθ03
Read data[4] = 0xθθθ4
Read data[5] = 0x0005
Gambar 16: Hasil running program aplikasi modul FND pada Host PC
TootQngurahbimantara:
Fle Edi. Vie* Terrnindl Tibb Help
LrozτφED255 applications.5./step app Step Motor Runnlrg at Cock wise!
Read Step Motor Control Register; θxfθ33
Reari step Motor Iimrr Rcgistrrr! axβHββ
Step Mrtor Running r” Coiirit-Clock Wise!
Read step Motor control Register: θxfθ32 Read Step Motor Timer Register: Θxfff7 [rodKdtD2bb applications; ^J
Gambar 17: Hasil running program aplikasi modul motor stepper pada Host PC
Pada program aplikasi modul motor stepper diberikan instruksi untuk melakukan pembacaan arah dan kecepatan putaran motor. Saat program aplikasi dieksekusi, modul motor stepper akan langsung berputar dan pada host PC akan
I Gst. Md. Ngurah Bimantara: Pemanfaatan ED-255EK Embedded(…)
p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372
ditampilkan data hasil putaran dari modul motor stepper itu sendiri. Data hasil pada host PC ditunjukkan pada Gambar 17.
Pada program aplikasi modul DIP-Switch diberikan instruksi untuk melakukan pembacaan data secara kontinyu dari setiap saklar yang diubah-ubah. Pada modul DIP-switch terdapat 8 buah saklar yang dapat diubah-ubah. Kedelapan buah saklar ini akan memberikan nilai data dalam bentuk binner yang kemudian dikonversikan ke dalam bentuk heksadesimal. Data inilah yang akan ditampilkan pada host PC secara kontinyu. Data hasil running program modul DIPSwitch ditunjukkan pada TABEL II.
TABEL II
HASIL RUNNING PROGRAM APLIKASI MODUL DIP-SWITCH
DIP-Switch |
Data Hasil | |||||||
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 | |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0000 |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
ON |
0x0001 |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
ON |
OFF |
0x0002 |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
ON |
OFF |
OFF |
0x0004 |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
ON |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0008 |
OFF |
OFF |
OFF |
ON |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0010 |
OFF |
OFF |
ON |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0020 |
OFF |
ON |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0040 |
ON |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
OFF |
0x0080 |
Pada program aplikasi modul key-pad diberikan instruksi untuk melakukan pembacaan data dari setiap tombol atau push button yang ditekan pada modul key-pad. Pada modul key-pad terdapat 16 tombol yang diberi nomor berdasarkan angka heksadesimal. Hasil dari running program modul key-pad ditunjukkan pada TABEL III.
TABEL III
HASIL RUNNING PROGRAM APLIKASI MODUL KEY-PAD
No |
Key-pad |
Output |
1 |
Tombol 0 |
KEY-PAD: Pressed KEY_0 |
2 |
Tombol 1 |
KEY-PAD: Pressed KEY_1 |
3 |
Tombol 2 |
KEY-PAD: Pressed KEY_2 |
4 |
Tombol 3 |
KEY-PAD: Pressed KEY_3 |
5 |
Tombol 4 |
KEY-PAD: Pressed KEY_4 |
6 |
Tombol 5 |
KEY-PAD: Pressed KEY_5 |
7 |
Tombol 6 |
KEY-PAD: Pressed KEY_6 |
8 |
Tombol 7 |
KEY-PAD: Pressed KEY_7 |
9 |
Tombol 8 |
KEY-PAD: Pressed KEY_8 |
10 |
Tombol 9 |
KEY-PAD: Pressed KEY_9 |
11 |
Tombol A |
KEY-PAD: Pressed KEY_A |
12 |
Tombol B |
KEY-PAD: Pressed KEY_B |
13 |
Tombol C |
KEY-PAD: Pressed KEY_C |
14 |
Tombol D |
KEY-PAD: Pressed KEY_D |
15 |
Tombol E |
KEY-PAD: Pressed KEY_E |
16 |
Tombol F |
KEY-PAD: Pressed KEY_F |
Pada program aplikasi modul IrDA dan modul RF, diberikan instruksi yang sama dengan program aplikasi modul key-pad, hanya saja media komunikasi datanya yang berbeda. Pada modul transceiver IrDA dan RF terdapat modul key-pad yang diberinama SW1, SW2, SW3, SW4, SW5, SW6, SW7, dan SW8. Eksekusi program aplikasi modul IrDA dan modul RF ditunjukkan pada TABEL IV dan TABEL V.
TABEL IV
HASIL RUNNING PROGRAM APLIKASI MODUL IRDA
No |
Tombol Modul IrDA Transceiver |
Data Hasil |
1 |
SW1 |
Receive = 1 |
2 |
SW2 |
Receive = 2 |
3 |
SW3 |
Receive = 3 |
4 |
SW4 |
Receive = 4 |
5 |
SW5 |
Receive = 5 |
6 |
SW6 |
Receive = 6 |
7 |
SW7 |
Receive = 7 |
8 |
SW8 |
Receive = 8 |
TABEL V
HASIL RUNNING PROGRAM APLIKASI MODUL RF
No |
Tombol Modul RF Transceiver |
Data Hasil |
1 |
SW1 |
Receive = 1 |
2 |
SW2 |
Receive = 2 |
3 |
SW3 |
Receive = 3 |
4 |
SW4 |
Receive = 4 |
5 |
SW5 |
Receive = 5 |
6 |
SW6 |
Receive = 6 |
7 |
SW7 |
Receive = 7 |
8 |
SW8 |
Receive = 8 |
Pada program aplikasi modul uWave diberikan instruksi untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data berupa gelombang ultrasonik. Saat eksekusi program aplikasi, modul uWave akan memancarkan gelombang ultrasonik, kemudian akan menerima pantulan gelombang dari objek yang ada di depannya. Pantulan gelombang ultrasonik tersebut akan diproses pada AT89S51 yang selanjutnya akan diubah menjadi data berupa jarak antara sensor dengan objek. Pada penelitian ini, modul uWave tidak dapat memberikan data yang sesuai dengan jarak antara modul dengan objek, seperti yang ditunjukkan pada TABEL VI. Berdasarkan data hasil yang ditunjukkan pada TABEL VI, dapat disimpulkan bahwa modul uWave tidak dapat bekerja secara optimal dan tidak layak digunakan sebagai modul praktikum.
TABEL VI
HASIL RUNNING PROGRAM APLIKASI MODUL UWAVE
No |
Jarak antara Modul uWave dengan Penghalang | |
Terukur (cm) |
Terbaca (cm) | |
1 |
0 |
18 |
2 |
5 |
18 |
3 |
10 |
18 |
4 |
15 |
19 |
5 |
20 |
19 |
6 |
25 |
23 |
7 |
30 |
26 |
8 |
40 |
35 |
9 |
45 |
44 |
10 |
60 |
56 |
V. KESIMPULAN
Adapun simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
-
A. ED-255EK Embedded Education Platform dapat dijadikan modul praktikum embedded system berbasis Linux.
-
B. Pengaturan ED-255EK Embedded Education Platform meliputi konfigurasi Sistem Operasi, konfigurasi ED-255EK, serta konfigurasi file driver dan program aplikasi masing-masing modul.
-
C. Pengendalian modul I/O build-in dan modul komunikasi data lainnya memerlukan file driver dan program aplikasi yang di-compiling dengan menggunakan Makefile masing-masing.
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol. 17, No. 2,Mei - Agustus 2018 DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i02.P016
277
-
D. Modul uWave tidak dapat dijadikan modul praktikum karena tidak memberikan data yang kurang valid.
REFERENSI
-
[1] Edward A. Lee and Sanjit A. Seshia, 2017, Introduction to Embedded Systems, A Cyber-Physical Systems Approach, Second Edition, MIT Press, ISBN 978-0-262-53381-2.
-
[2] Ulansari, Ramadhani, 2012. Rancangan Modul Praktikum Sistem Tertanam Berbasis Mikrokontroler Arduino. Skripsi Sistem Komputer. Ilmu Komputer dan Teknologi Universitas Gunadarma.
-
[3] Andika Gunawan, Henry Hermawan, 2013. Perancangan Sistem Embedded Linux Berbasis ARM. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.2 No.2
-
[4] Arief Budijanto, Achmad Shoim, 2015. Prototipe Modul Pembelajaran Embedded System Berbasis Arduino. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. ISBN 978-602-98569-1-0.
-
[5] Muhammad Namiruddin Al-Hasan, Cok Indra Partha, Yoga Divayana, “Rancang Bangun Pemandu Tuna Netra Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler”, Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol. 16, No.3, September – Desemser 2017.
-
[6] I Made Agung Pranata, Nyoman Pramaita, Nyoman Putra Sastra, “Sistem Smart Traffic Light Berbasis RFID Untuk Layanan Darurat”, Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, No. 3, September – Desember 2017.
-
[7] Mustika, Dayu, 2012. Dot Matrix.
http://mustikadayu23.blogspot.co.id/2012/09/dot-matrix.html
I Gst. Md. Ngurah Bimantara: Pemanfaatan ED-255EK Embedded(…)
p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372
[ Halaman ini sengaja dikosongkan ]
ISSN 1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372
I Gst. Md. Ngurah Bimantara: Pemanfaatan ED-255EK Embedded…
Discussion and feedback