Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana

Volume 12, No 2. November 2023

p-ISSN: 2301-5373

e-ISSN: 2654-5101

Implementasi Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Penyakit Kulit Anjing

Ida Putu Ari Jayadinnataa1, I Ketut Gede Suhartanaa2

aProgram Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Udayana

Kampus Unud Bukit Jimbaran, Bali, Indonesia 1[email protected] 2[email protected]

Abstract

Dogs are humans' favorite pets because of the various advantages possessed by these animals. If you have a disease, usually the owner of the dog will throw it away for various reasons, such as lack of knowledge about dog diseases and the limited presence of veterinary clinics. One of the common diseases suffered by dogs is skin disease. The research stages started from Literature Study, Data Collection, System Development (CLI), and Results. The source of knowledge of this expert system for diagnosing dog skin diseases consists of types of dog diseases and their symptoms obtained from information sources on Literature Studies/Libraries available on the internet. The results of the implementation are the CLI System Start Page, the Confirmation Page for Starting Diagnosis, the Diagnosis Page, the Diagnosis Results Page, and the Confirmation Page for Performing the Diagnosis Again. This expert system is expected to help dog owners to diagnose diseases based on visible symptoms.

Keywords: Sistem Pakar, Forward Chaining, Penyakit Kulit Anjing, Command Line Interface

  • 1.    Pendahuluan

Anjing merupakan hewan peliharaan favorit manusia karena berbagai kelebihan yang dimiliki oleh hewan ini, seperti lebih mudah memahami perintah, mampu melindungi majikannya, penuh loyalitas, dan masih banyak lagi. Jika memiliki suatu penyakit, biasanya pemilik dari anjing tersebut akan membuangnya karena berbagai alasan, seperti minimnya pengetahuan akan penyakit anjing serta keberadaan klinik dokter hewan yang terbatas. Sampai sekarang ternyata sebagian besar dari para pecinta anjing tersebut terkadang tidak tahu penyakit apa yang sedang dialami oleh anjing mereka, bahkan banyak dari mereka yang tidak tahu bahwa anjing mereka sedang sakit, yang akibatnya berujung pada kematian karena penanganan yang terlambat [1]. Salah satu penyakit yang umum diderita anjing adalah penyakit kulit. Penyakit kulit anjing yang tidak segera ditangani dengan baik dapat memperparah kondisinya dan dapat menularkannya kepada hewan lain bahkan manusia [2]. Berdasarkan pemaparan diatas, masalah yang timbul adalah bagaimana membuat sistem untuk membantu manusia mendiagnosa penyakit kulit anjing pada anjing peliharannya. Dengan adanya sistem ini, diharapkan mampu untuk membantu pemilik anjing untuk mendiagnosis penyakit kulit yang diderita oleh anjing peliharannya berdasarkan gejala yang tampak [3].

  • 2.    Metodologi Penelitian

    2.1   Tahapan Penelitian

Agar penelitian lebih terarah, maka diperlukan kerangka penelitian sebagai gambaran dari penelitian yang dilakukan [4]. Adapun tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 1


2.2


2.3


2.4


Akusisi Pengetahuan

Sumber Pengetahuan

Sumber pengetahuan sistem pakar diagnose penyakit kulit anjing ini terdiri dari jenis penyakit anjing beserta gejalanya yang diperoleh dari sumber informasi Studi Literatur/Pustaka yang ada di internet. Pengetahuan diperoleh dari pengalaman seorang pakar dalam bidang kesehatan hewan (anjing). Pengetahuan yang berhubungan dengan masalah ini akan dijabarkan berdasarkan sumber-sumber terpercaya dan bertanggung jawab [5].

Tabel Penyakit

Data penyakit anjing yang terdapat pada sistem pakar ini dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1. Penyakit

Kode               Hasil

P1      Scabies

P2      Demodekosis

P3      Hotspot

P4     Abses

P5      Alergi Makanan

P6      Tumor Kulit

P7      Penyakit Kulit Hormonal

P8      Acanthosis Nigricans

P9       Flea Dermatiti

Tabel Gejala

Data gejala dari penyakit kulit anjing yang terdapat pada sistem pakar ini dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2. Nama Gejala

Kode

Gejala

G01

G02

G03

G04

G05

G06

G07

G08

G09

G10

G11

G12

G13

G14

G15

G16

G17

Bulu rontok

Kulit berkerak

Sering menggaruk badan

Rasa sakit pada kulit

Ruam kulit kemerahan

Berbau busuk

Kulit terlihat menebal

Bengkak

Botak di daerah punggung

Berbentuk bintik-bintik

Berbentuk benjolan

Tidak terasa gatal

Mengalami anemia

Jika dipegang panas

Menjilati kaki

Benjolan terasa lunak

Biasanya menyerang anjing tua

  • 2.5    Decision Tree

Decision Tree/ Pohon Keputusan digunakan sebagai dasar untuk membangun kumpulan rule/ aturan yang digunakan untuk memprediksi penyakit berdasarkan gejalanya. Berikut representasi tree dari sistem pakar diagnose penyakit kulit anjing yang dapat dilihat pada Gambar 2:

Gambar 2. Tree

3.

3.1.

a.


Hasil dan Pembahasan

Implementasi Sistem

Halaman Awal Sistem Pada CLI

Pada Halaman awal yang dapat dilihat pada Gambar 3 merupakan tampilan awal pada sistem pakar ini, terlihat user diminta untuk memasukkan nama terlebih dahulu sebelum sistem memulai diagnose.

b.


Halaman Konfirmasi Untuk Memulai Diagnosa

Pada halaman yang dapat dilihat pada Gambar 4, user diminta untuk mengetikkan “y” untuk memulai diagnose.

Gambar 4. Halaman Konfirmasi Untuk Memulai Diagnosa


Gambar 3. Halaman Awal Sistem Pada CLI

c.    Halaman Diagnosa

Halaman diagnose yang dapat dilihat pada Gambar 5 merupakan halaman yang akan menampilkan gejala-gejala penyakit pada kulit anjing. Jadi sistem akan menanyakan

d.


gejala-gejala tersebut, user dapat menjawab “y” atau “t” tergantung gejala yang dialami oleh anjing peliharaanya.

Gambar 5. Halaman Diagnosa


Halaman Hasil Diagnosa

Halaman hasil diagnosa yang dapat dilihat pada Gambar 6 akan otomatis muncul ketika user telah selesai menginputkan gejala-gejala pada anjing peliharaannya. Hasil diagnosa yang ditampilkan berupa nama penyakit kulit pada anjing.

Gambar 6. Halaman Hasil Diagnosa


e.


Halaman Konfirmasi Untuk Melakukan Diagnosa Lagi

Pada halaman yang dapat dilihat pada Gambar 7, user akan ditanya apakah ingin melakukan diagnosa lagi atau tidak. User dapat mengetikkan “y” atau “t”, jika “y” maka sistem akan melakukan diagnosa lagi, jika “t” maka sistem akan keluar.

Gambar 7. Halaman Konfirmasi Untuk Melakukan Diagnosa Lagi

  • 4.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu, sistem pakar untuk diagnosa penyakit kulit anjing ini dapat di implementasikan dengan baik sesuai dengan data yang didapatkan pada studi pustaka/ literature yang ada di internet. Selain itu, sistem pakar ini juga dapat membantu para pemilik anjing untuk mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala yang tampak.

References

  • [1]    A. Himawan, N. Hidayat dan M.T. Ananta. “Sistem Diagnosis Penyakit Hewan Pada Anjing Dengan Menggunakan Metode Naive Bayes”. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Vol.2 No. 10, 2018.

  • [2]    Putra, Ida Bagus Yoga Semaran & Wibisono, Setiawan. “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Anjing Menggunakan Metode Case Based Reasoning dan Algoritma K-Nearest Neighbour”. JURNAL INFORMATIKA UPGRIS, Vol.6, No.1. 72-78, 2020.

  • [3]    Pratiwi, Sonia Eka. “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Anjing Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Web”. Universitas Muhammadiyah Jember, 2017.

  • [4]    Ramadhoni, S., Mandala, E. P., & Afdhal, M. “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Anjing Menggunakan Metode Bayes”. Seminar Nasional Teknologi Komputer & Sains , 873876, 2019.

  • [5]    Firnateris, Nilesia., Susilo, Gatot., & Yunita, Farida. “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Anjing Rumahan Berbasis Website” Jurnal TRANSFORMASI, Vol. 18, No. 1. 9-19, 2022.

270