MOTIVASI PADA PEREMPUAN BALI YANG MEMILIH HAMIL SEBELUM MENIKAH

  • Ratih Saraswaty Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • David Hizkia Tobing Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Abstract

As a social human being, a human cannot live by him/her self; he/she needs somebody else to interact, socialize, and have a relationship, which eventually create new generations through sexual intercourse (Sumpami, 2008). Marriage is a physical and mental bonding between a man and a woman as a wife and a husband to build a happy and eternal family based on one almighty God. Bali is one of Indonesian provinces that still strongly hold its tradition. To have a child is a kind of requisite in Balinese marriage. A preliminary study conducted by a researcher on 2013 shows that 8 out of 20 Balinese women chose to get pregnant before marriage because of the requisition from their partner and partner’s parent (Saraswaty, 2013). Based on this fact, many study are having interest to find out Balinese women’s motivation to get pregnant before marriage.

This research used qualitative method with phenomenology design. Respondents are four Balinese women, which were chosen through purposive sampling method. The research results show that the interviewees have intrinsic and extrinsic motivation on deciding to get premarital pregnancy. The intrinsic motivation, consist of a feeling of have found perfect match, being accepted by partner’s parents, a desire to be loved deeper, felt appreciated and fidelity of partner, tried to prove that be able to have a baby. While the extrinsic motivation are a feeling of being scared of people’s contempt, afraid that her partner will get married again, motivated to get a better life, getting attention from partner and partner’s parents, and having grown up and responsible partner.

 

Key Words: Premarital Pregnancy, Motivation, Balinese Women.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Ratih Saraswaty, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

David Hizkia Tobing, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

References

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Banun, F. O. & Setroyogo, S. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa semester V STIKes X Jakarta Timur 2012. Jurnal Ilmu Kesehatan,12-19.

Demartoto, A. (2008). Dampak infertilitas terhadap perkawinan (suatu kajian perspektif gender). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1-66.

Feriyani, B. & Fitri, A. R. (2010). Perilaku seksual pranikah ditinjau dari intensitas cinta dan sikap terhadap pornografi pada dewasa awal. Jurnal Psikologi , 119-152.

Hergenhahn, B. R. (2009). An introduction to the history of psychology sixth edition. USA: Wardsword Cengage Learning.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Kalat, J. W. (2005). Introduction to psychology seventh edition. USA: Thomson Learning. Inc.

Kurniawati, D. (2009). Relasi gender dalam masyarakat Bali. Skripsi-Universitas Indonesia.

Moleong, L. J. (2004). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Pangkat, I. G. (1978). Hukum adat kekeluargaan di Bali. Denpasar: Biro Dokumentasi dan Publikasi Hukum Universitas Udayana.

Raharja, S. M. (2013). Risiko kematian ibu menurut usia pada kasus kematian ibu dengan preeklampsia di Provinsi Jawa Timur. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur , 24-30.

Ramadhan, H. (2013). Meningkatnya usia kehamilan remaja. Dipetik 22 Maret 2013 dari https://www.jurnalperempuan.org/meningkatnya-usia-kehamilan-remaja.html

Sari, C. P. (2009). Jurnal harga diri pada remaja putri yang telah melakukan hubungan seksual pranikah. Jurnal Psikologi Universitas Gunadarma , 1-14.

Saraswaty, R. (2013). Pre eliminary study terkait pilihan perempuan Bali untuk hamil sebelum menikah atau sesudah menikah. Bali: Fakultas Psikologi, Universitas Udayana.

Sendidevi, I. A. (2012). Kedudukan anak perempuan dalam sistem waris adat Bali. Jurnal Ilmiah Universitas Mataram , 1-19.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung.

Sumpami, D. (2008). Kepuasan pernikahan ditinjau dari kematangan pribadi dan kualitas komunikasi. Skripsi-Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Suriyani, L. D. (2013). Tingginya kehamilan tak diinginkan remaja Bali. Dipetik 12 September 2014 dari http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/08/30/tingginya-kehamilan-tak-diinginkan-remaja-bali.html

Utomo, Y. (2012 , Februari). Perkawinan menurut hukum adat Bali. Dipetik 20 Maret 2013 dari
http://yuliutomo.blogspot.com/2012/02/perkawinan-menurut-hukum-adat-bali.html.

Woolfolk, A. (2009). Educational psychology active learning edition. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Published
2016-11-01
How to Cite
SARASWATY, Ratih; TOBING, David Hizkia. MOTIVASI PADA PEREMPUAN BALI YANG MEMILIH HAMIL SEBELUM MENIKAH. Jurnal Psikologi Udayana, [S.l.], p. 43-55, nov. 2016. ISSN 2654-4024. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/28056>. Date accessed: 17 july 2023.
Citation Formats
  • ABNT
  • APA
  • BibTeX
  • CBE
  • EndNote – EndNote format (Macintosh & Windows)
  • MLA
  • ProCite – RIS format (Macintosh & Windows)
  • RefWorks
  • Reference Manager – RIS format (Windows only)
  • Turabian
Issue
Edisi Khusus
Section
Articles

Terakhir Di Perbaharui Pada

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.