KOMBINASI METODE STEAMING-UP DAN FLUSHING DALAM MENINGKATKAN LITTER SIZE BABI LANDRACE

Avatar of jurnal

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak babi Landrace dengan menggunakan metode steaming-up (injeksi ovalumon) dan flushing (penambahan glukosa dalam ransum) pada 12 ekor babi induk. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola percobaan faktorial 2×2.

Faktor pertama (H) adalah steaming-up dengan injeksi ovalumon, dibagi menjadi dua yakni tanpa injeksi (H0) dan dengan injeksi (H1). Faktor kedua (F) adalah flushing dengan penambahan glukosa, dibagi menjadi dua yakni tanpa glukosa (F0) dan dengan glukosa (F1). Injeksi 3 ml ovalumon (2.000 i.u Estrogen) pada tiap ekor induk diberikan melalui suntikan dibawah kulit belakang telinga hari ke-10 setelah penyapihan.

Pemberian pakan tambahan berupa 100gr glukosa dalam ransum dilakukan mulai penyapihan sampai saat induk dikawinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah anak babi per kelahiran (litter size) pada H0F0 (kontrol); H0F1; H1F0 dan H1F1 masing-masing adalah 4,33±0,58; 7,67±0,58; 7,00±0,99 dan 9,33±0,58 ekor. Bobot lahir anak per induk masing-masing adalah 4,10±0,38; 6,12±0,05; 5,86±0,50 dan 7,14±0,25 kg; dan bobot lahir anak per ekor masing-masing adalah 0,95±0,03; 0,80±0,06; 0,84±0,07 dan 0,77±0,03 kg, serta munculnya berahi setelah penyapihan masing-masing adalah 14,67±0,58; 13,00±0,58; 12,67±0,58 dan 11,33±0,58.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode steaming-up dan flushing pada babi landrace dapat mempercepat munculnya berahi setelah penyapihan anak, meningkatkan litter size, berpengaruh terhadap bobot lahir per induk dan bobot lahir per ekor.

Kata kunci : ovalumon, flushing, steaming-up, litter size, landrace.

PENDAHULUAN

Babi merupakan salah satu ternak penghasil daging yang cukup produktif dan memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan ternak lain. Keuntungan beternak babi adalah pertumbuhannya cepat, beranak banyak (612 ekor), dapat melahirkan anak dua kali dalam setahun, bahkan lima kali dalam dua tahun (Anderson, 2000). Babi yang dikembangkan di Bali pada umumnya adalah jenis landrace yang merupakan babi tipe bacon berkualitas tinggi dan dijuluki good mother untuk babi yang betina.

Babi landrace juga merupakan hewan polytocous dengan angka ovulasi berkisar antara 10-20 sel telur pada setiap periode berahi, dan ovulasi terjadi 38-42 jam setelah munculnya tanda-tanda berahi (Anderson, 2000), namun sampai sejauh ini, perkembangan babi landrace di Bali belum mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh babi induk jenis landrace tersebut, seperti jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir anak per induk dan bobot lahir anak per kelahiran.

Peningkatan potensi babi induk landrace dapat dilakukan setelah fase penyapihan, dengan metode steaming-up dan flushing, yang bertujuan mempercepat terjadinya pengawinan setelah fase laktasi sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada induk. Penelitian awal Pat Moore et al., (1973) menggunakan metode conventional flushing terbukti dapat meningkatkan angka ovulasi dan jumlah anak yang dilahirkan (litter size).

Metode steaming-up lebih ditujukan pada usaha untuk mempercepat munculnya berahi pada induk, menggunakan hormon-hormon seperti FSH (Folli-cel Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), Estrogen dan PGF2α (Prostaglandin F2α). Sedangkan metode flushing lebih ditujukan pada penggunaan bahan pakan tambahan yang mengandung lebih banyak energi (karbohidrat) dan protein, untuk meningkatkan angka ovulasi dan jumlah anak yang dilahirkan.

Pemanfaatan ovalumon yang mengandung hormon Estrogen 2.000 i.u.per 3 ml, telah digunakan oleh beberapa peternak untuk mempercepat munculnya berahi pada induk babi, karena injeksi ovalumon pada induk tidak dilakukan setiap hari, sehingga dapat mengurangi pengaruh negatif dari penggunaan hormon terhadap siklus berahi untuk fase berikutnya, namun keberhasilan metode tersebut belum banyak didukung oleh data-data yang bersifat ilmiah.

Penambahan glukosa dalam bahan makanan ternak dapat membantu meningkatkan jumlah sel telur yang diovulasikan oleh induk babi, namun hal ini belum banyak dilakukan oleh peternak dalam upaya mengoptimalkan potensi babi induk landrace yang dikembangkan saat ini. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi babi landrace yang dikembangkan di daerah Bali dengan menggunakan metode steaming-up dan flushing.

DOWNLOAD

FULL ARTICLE

DAFTAR PUSTAKA

  • Anderson, L. L. 2000. Pigs. In: Hafez, E.S.E. and Hafez, B. (Eds.). Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams & Wilkins. p. 182-191.
  • Davis, D. L., Stevenson, J.S., Pollmann, D.S. and Allee, G.L. 1987. Estrous and litter traits in gilts altered by altrenogest, flushing and pubertal status. J. Anim. Sci 64:1117-1126.
  • Garner, D. L. and Hafez, E.S.E. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In: Hafez, E.S.E. and Hafez, B. (Eds.). Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams & Wilkins. p. 96-109.
  • Hunter, R. H. F. 1982. Reproduction of Farm Animals. 1st Ed. Longman, London and New York.
  • Jainudeen, M. R. and Hafez, E.S.E. 2000. Gestation, Prenatal Physiology, and Parturition. In: Hafez, E.S.E. and Hafez, B. (Eds.). Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams & Wilkins. p. 140-155.
  • Pat Moore, C., Dutt, R.H., Hays, V.W., and Cromwell, G.L. 1973. Influence of one-day or conventional flushing on ovulation rate and litter size at 28 days gestation in gilts. J. Anim. Sci. 37:734-738.
  • Reese, D. E., Moser, B.D., Peo, E.R., Lewis, A.J., Zimmerman, D.R., Kinder, J.E., and Stroup, W.W. 1982. Influence of energy intake during lactation on the interval from weaning to first estrus in sows. J. Anim. Sci. 55:590-598.
  • Rhodes, M. T., Davis, D.L. and Stevenson, J.S. 1991. Flushing and altrenogest affect litter traits in gilts. J. Anim. Sci. 69: 34-40.
  • Sihombing, D. T. H. 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  • Sumardani, N. L. G., Tuty, L.Y. and Pollung, H.S. 2008. Viabilitas spermatozoa babi dalam pengencer BTS (Beltsville Thawing Solution) yang dimodifikasi pada penyimpanan berbeda. Jurnal Media Peternakan 31(2): 81-86.
  • Suyadnya, P. 2007. Increase the litter size of Bali sows using P.G.600 injection and flushing in the form of glucose. Majalah Ilmiah Peternakan. 10(1):22-25
  • . 2002. SAS 9.1 Help and Documentation. SAS Institute Inc. USA.
    Stell, R. G. D. And Torrie, J.H. 1993. Principles and Procedures of Statistics. 2th Ed. International Student Edition, London.
  • Zimmerman, D. R., Spies, H.G., Self, H.L. and Casida, L.E. 1958. The effect of glucose feeding on ovulation rate in Chester White gilts. In: Proceedings of the Fiftieth Annual Meeting of the American Society of Animal Production. Chicago, 28-29 November 1958. J Anim Sci 17:1136-1238 (1212) (Abstr.)

Last Updated on 12 Januari 2023

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post

Pengaruh Kurs Dollar Amerika, Jumlah Produksi Dan Luas Lahan Pada Volume Ekspor Lada Indonesia

Next Post

STUDI RAGAM EKSTERIOR DAN KARAKTERISTIK REPRODUKSI BABI BALI

Related Posts