Pemanfaatan tepung larva black soldier fly (hermetia illucens) sebagai subtitusi tepung ikan terhadap performa ayam joper periode stater

Avatar of jurnal
black soldier fly

Yuli Arif Tribudi, Ahmad Tohardi, Nining Haryuni, Vindo Lesmana

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk untuk mengevaluasi penggunaan tepung Larva black soldier fly untuk menggantikan tepung ikan dalam ransum terhadap performans produksi ayam Joper terhadap performa ayam Joper periode stater. Bahan yang digunakan adalah DOC Joper sebanyak 100 ekor, tepung ikan, tepung, jagung lokal, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dedak, premik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang terdiri dari P0 : 100% tepung ikan; P1 : 25% tepung Larva black soldier fly + 75% tepung ikan; P2 : 50% tepung Larva black soldier fly + 50% tepung ikan; P3 : 75% tepung Larva black soldier fly + 50% tepung ikan; P4 : 100% tepung larva black soldier fly. Hasil penelitian menunjukan subtitusi tepung ikan dengan menggunakan tepung Larva black soldier fly memberikan pengaruh yang nyata (P<0,01) terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Disimpulkan bahwa subtitusi tepung ikan dengan menggunakan tepung Larva black soldier fly dapat memperbaiki performa ayam Joper periode stater. Subtitusi terbaik didapatkan pada level 25% dan subtitusi lebih dari 25% dapat menurunkan konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan meningkatkan nilai konversi pakan.

Keywords

Tepung ikan, larva black soldier fly, ransum, Joper, stater

Full Text:

PDF

DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.5

Refbacks

There are currently no refbacks.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

PENDAHULUAN

Ayam Jawa Super (Joper) merupakan ayam hasil perbaikan genetik dari persilangan pejantan ayam kampung dengan ayam ras petelur (Utami, dkk., 2020; Nursita dan Pangestu, 2020). Joper diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging dan telur guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. Berdasarkan PP No. 68 Tahun 2002 ketahanan pangan nasional ditekankan pada kemandirian dalam penyediaan pangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Kebutuhan daging ayam lokal dalam skala nasional saat ini hanya dapat terpenuhi sebesar 30%. Hal ini memberikan peluang besar untuk pengembangan usaha ayam Joper. Saat ini ayam Joper menjadi lebih dikenal dan menjadi pilihan di masyarakat karena tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan ayam kampung . Ayam Joper dapat dipanen pada umur 2 bulan sedangkan ayam kampung pada umumnya baru bisa dipanen pada umur 5-6 bulan.

Produktivitas yang tinggi pada ayam dapat dicapai dengan kecukupan nutrisi. Bahan pakan sumber protein yang digunakan hampir disemua formula pakan adalah tepung ikan. Saat ini penyediaan tepung ikan untuk pakan ternak masih tergantung dengan impor sebab produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan tepung ikan yang tinggi (Dengah dkk., 2016).

Penggunaan bahan baku impor dalam pembuatan pakan ternak berdampak pada perubahan harga pakan. Hal ini menjadi tantangan bagi para peternak Joper untuk mencari bahan baku alternatif sumber protein untuk menggantikan penggunaan tepung ikan dengan mencari sumberdaya lokal yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pakan pengganti yang memiliki nilai nutrisi tinggi dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Toar dkk (2020) melaporkan bahwa black soldier fly (Hermetia illucens) termasuk ke dalam edibel insect yang mempunyai potensi yang cukup besar karena mengandung zat gizi yang tinggi.

Larva black soldier fly (Hermetia illucens) yang selanjutnya disingkat (LBSF) mempunyai potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan dalam ransum, khususnya ransum unggas. Jayanegara et al. (2017) melaporkan kandungan nutrisi dari LBSF yaitu PK 44,9%; LK 29,1%; SK 16,4% dan abu 8,1%. Kandungan PK pada tepung LBSF yang cukup tinggi memiliki potensi sebagai pengganti tepung ikan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung LBSF untuk menggantikan tepung ikan dalam ransumterhadap performans produksi ayam Joper sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif pengganti tepung ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang hampir sama dengan tepung ikan, mudah dalam budidaya serta harganya murah.

MATERI DAN METODE

Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaiti 100 ekor Day Old Chicken (DOC) ayam Joper, tepung ikan, tepung LBSF, jagung, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dedak dan premik. Peralatan yang dipakai terdiri dari timbangan, kipas, tempat pakan dan minum serta tirai. Kandang percobaan berbentuk cage sebanyak 25 petak dan dilengkapi dengan lampu bohlam 40 watt dengan penempatan tempat pakan serta minum diletakkan dalam kandang.

Pembuatan tepung LBSF diperoleh dari LBSF yang telah berumur 14 hari. LBSF disiram dengan air panas kemudian dioven selama 24 jam dengan suhu 600 C. LBSF yang telah kering digiling hingga halus dan menjadi tepung LBSF.

Pensucihamaan kandang dilakukan 1 minggu sebelum penelitian dimulai dengan menggunakan desinfektan untuk mencegah berkembangnya bibit penyakit. DOC ayam Joper dimasukkan kandang setelah kandang siap digunakan dan dipelihara selama 40 hari. Pakan dan minum ayam selama penelitian diberikan secara ad libitum.

Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas ransum dengan pemberian tepung ikan sebanyak 100% (P0); 25% tepung black soldier fly + 75% tepung ikan (P1); 50% tepung blacksoldier fly + 50% tepung ikan (P2); 75% tepung black soldier fly + 50% tepung ikan (P3) dan ransum dengan 100% tepung black soldier fly (P4). Komposisi ransum perlakukan dan kandungan nutrisi pakan tiap perlakukan disajikan pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1. Komposisi ransum perlakuan
Bahan Baku Harga Bahan Baku perkg (Rp) Perlakuan
P0 P1 P2 P3 P4
Jagung lokal (%) 4500 49 49 49 49 49
Bungkil kedelai (%) 6000 16 16 16 16 16
Bungkil kelapa (%) 3500 14 14 14 14 14
Tepung ikan (%) 6000 10 7,5 5 2,5 0
Tepung Larva black soldier fly (%) 3500 0 2,5 5 7,5 10
Dedak (%) 3200 10 10 10 10 10
Premix (%) 55000 1 1 1 1 1
Harga pakan per kg (Rp) 5125 5036 5000 4938 4875
Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum perlakuan
Perlakuan
Kandungan Nutrisi P0 P1 P2 P3 P4
Protein kasar (%) 18,49 18,51 18,45 18,39 18,58
Lemak kasar (%) 5,03 5,38 5,73 6,08 6,43
Serat kasar (%) 4,60 5,03 5,46 5,89 6,32
Ca (%) 0,84 0,74 0,63 0,53 0,42
Phospor % 0,57 0,56 0,56 0,55 0,54
GE (Kkal/kg) : 3655,46 3640,00 3648,86 3639,06 3660,43
Sumber : Hasil analisis laboratorium di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimatan
Barat

Parameter pengamatan terdiri dari konsumsi pakan perhari, bobot panen, pertambahan bobot badan (PBB) harian, mortalitas dan konversi pakan pada ayam Joper periode starter. Data dianalisis dengan sidik ragam jika ada perbedaan maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan (Tribudi dan Prihandini, 2020).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsumsi pakan harian periode starter pada ayam Joper yang diberi ransum dengan penambahan tepung ikan dengan tepung LBSF dapat dilihat pada Tabel 3 dengan rataan berkisar antara 36,78 g ekor-1 – 39.74 g ekor-1. Subtitusi tepung ikan dengan tepung LBSF tidak memberikan pengaruh (P>0,05) pada konsumsi pakan ayam Joper.

Subtitusi tepung LBSF sebanyak 100% (P4) mempunyai rataan konsumsi pakan harian terendah sebesar3 6,78 g ekor-1 sedangkan konsumsi pakan harian tertinggi terdapat pada perlakuan P1 dengan sutitusi tepung LBSF sebanyak 25% sebesar 39.74 g ekor-1.

Rata- rata konsumsi pakan Joper yang didapatkan hampir sama dengan penelitian Anggraini dkk., (2019) serta Daning dan Kristanti (2018) masing-masing sebesar 39­43 g ekor-1 dan 35,49-36,75 g ekor-1 tetapi lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi Joper pada penelitian Rahmawati dan Megaaprilia (2017) sebesar 43,27 – 44,00 g ekor-1.

Penurunan konsumsi pakan seiring dengan meningkatnya subtitusi tepung Larva black soldier fly dikarenakan kandungan energi dan protein pada semua pakan perlakuan hampir sama. Energi merupakan faktor pembatas konsumsi pakan. Konsumsi pakan akan menurun seiring dengan adanya peningkatan level energi pada pakan (Anggraini dkk., 2019).

Faktor pembatas konsumsi pakan selain energi adalah protein karena pertumbuhan, produksi serta kebutuhan hidup pokok pada ternak membutuhkan protein. Tinggi rendahnya protein dalam ransum menentukan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh ternak (Nursita dan Pangestu, 2020).

Tabel 3. Rataan performan produksi ayam Joper periode starter yang diberi ransum dengan subtitusi tepung ikan dengan tepung Larva black soldier fly (Hermetia illucens) yang berbeda

Perlakuan
Konsumsi Pakan harian (g/ekor)
Bobot badan (g)
PBB harian (g/ekor)
Mortalitas (%)
FCR
PO
38,71±1,61
515,77±35,50b
12,00±0,87b
5
3,24±0,34a
P1
39,47±1,05
540,57±84,54b
12,63±2,12ab
10
3,19±0,53a
P2
38,80±1,12
481,55±37,72b
11,19±0,94b
5
3,48±0,25a
P3
38,16±1,58
457,27±62,90b
10,59±1,55b
5
3,65±0,39a
P4
36,78±1,94
358,80±11,67a
8,10±0,29a
0
4,55±0,35b

a-b Menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)

Substitusi tepung ikan dengan LBSF memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BB ayam Joper periode starter. Rataan BB yang didapatkan pada penelitian ini berkisar antara 358,80 – 540,57 g ekor-1. BB terendah terdapat pada perlakuan subtitusi tepung LBSF sebanyak 100% (P4) dan bobot badan tertinggi

terdapat perlakuan dengan subtitusi tepung LBSF sebanyak 25% (P1). Bobot badan ayam Joper yang didapatkan pada penelitian ini hampir sama dengan penelitian Nursita dan Pangestu (2020) yaitu berkisar 369,84 – 638,79 g ekor-1.

Hasil penelitian pada penggunaan tepung LBSF sebesar 25% sebagai pengganti tepung ikan pada ransum dapat meningkatkan BB ayam Joper. Hasil tersebut sesuai dengan Rambet dkk., (2016) yang melaporkan bahwa produktivitas ayam pedaging meningkat pada subtitusi tepung ikan dengan tepung LBSF sebesar 25%.

Hal tersebut dijelaskan oleh Veldkam dan Bosch (2015) yang menyatakan bahwa profil asamamino essensial yang ada dalam tepung LBSF hampir mirip dengan tepung kedelai yaitu metionin dan sistin sehingga akan mengoptimalkan pertumbuhan ayam dan babi.

Penggunaan tepung LBSF diatas 25% sebagai pengganti tepung ikan berdampak pada penurunan tingkat kecernaan bahan kering, energi dan protein, karena kandungan serat kasar tinggi sebesar 18,82% (Rahmawati dan Samidjan, 2013). Sehingga kandunguan serat kasardalam ransum mecapai 0,86% (Tabel 2). Pakan dengan kandungan serat kasar yang tinggi dapat menurunkan produktivitas unggas (Binowo dkk., 2019).

Rataan PBBH ayam Joper periode starter pada penelitian ini sebesar 8,10 – 12,63 g ekor-1 dan sesuai dengan laporan Anggraini dkk., (2019) serta Nursita dan Pangestu (2020). Pertambahan bobot badan tertinggi didapatkan pada perlakuan subtitusi tepung LBSF sebanyak 25% (P1) dan cenderung menurun seiring meningkatnya subtitusi tepung LBSF. Rumondor dkk., (2016) menyebutkan bahwa tepung black soldier fly mempunyai palatabilitas yang rendah sehingga penggunaan tepung LBSF tinggi dapat menurunkan konsumsi pakan dikarenakan adanya kitin dalam tepung black soldier fly. Kitin memiliki ikatan kompleks dengan protein sehingga berdampak pada rendahnya PBBH ternak karenna rendahnya nilai kecernaan protein dalam pakan.

Perlakuan ini tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada nilai mortalitas dengan nilai 5-10% (1-2 ekor per perlakuan) ini memperlihatkan tingkat mortalitas yang didapatkan masih dalam kategori normal. Standar mortalitas selama periode pertumbuhan adalah 5% (Akhadiarto, 2017).

Nilai mortalitas ternak menjadi tolak ukur penentuan bahan baku yang dapat digunakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung LBSF layak untuk digunakan sebagai bahan pakan alternatif karena rataan mortalitas ayam Joper masih sesuai standar yaitu sebanyak 5%. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kematian ternak adalah lingkungan, genetik dan penyakit. Faktor lingkungan disini menyangkut masalah kebersihan lingkungan, sanitasi baik kandang maupun peralatan.

Melakukan pengawasan kesehatan ayam, vaksinasi sesuai jadwal, pengontrolan kebersihan kandang serta peralatan kandang dan memisahkan ayam yang terkena penyakit dapat menekan tingkat kematian pada ayam Joper yang dipelihara pada periode starter.

Konversi pakan yang didapatkan sesuai dengan hasil Anggraini dkk., (2019); Nursita dan Pangestu (2020) serta Prabewi dan Junaidi (2015) yang menunjukkan tidak adanya pengaruh (P>0,05) dari substitusi LBSF. Rataan konversi pakan yang didapatkan pada penelitian ini berkisar antara 3,19-4,55.

Penggunaan tepung Larva black soldier fly untuk subtitusi tepung ikan yang paling optimal pada 25%. Subtitusi diatas 25% menyebabkan nilai konversi pakan semakin besar dan bobot badan ayam Joper menjadi rendah. Rambet dkk., (2019) menyebutkan bahwa subtitusi tepung ikan dengan tepung LBSF > 25% menyebabkan adanya penurunan kecernaan bahan kering, energi dan protein.

Penurunan kecernaan pakan ini terkait dengan tingginya serat kasar pada tepung larva black soldier fly. Binowo dkk., (2019) mengatakan nilai SK pakan yang tinggi akan menyebabkan penurunan konsumsi dan PBB. Selain faktor tersebut kandungan kitin yang tinggi pada LBSF juga berpengaruh terhadap rendahnya PBB yang berakibat pada tingginya konversi pakan. Kandungan kitin pada LBSF segar sebesar 21% dan 33,9 % LBSF kering (Finke, 2007). Ayam tidak dapat mencerna kitin karena ayam tidak memiliki enzim kitinase sehingga menyebabkan rendahnya konsumsi pakan sehingga mempengaruhi bobot badan dan nilai konversi pakan.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penggunaan subtitusi tepung ikan dengan menggunakan tepung LBSF sebesar 25% menjadi level terbaik pada performansternak ayam joper, Apabila level >25% akan menurunkan konsumsi pakan dan PBB harian dan meningkatkan nilai konversi pakan.

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiarto, S. (2017). Kajian pembuatan pakan lokal dibanding pakan pabrik terhadap performan ayam kampung di Gorontalo. Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, 11 (1), 41-50. https://doi.org/ 10.29122/mipi.v11i1.2092

Anggraini, A. D., Widodo, W., Rahayu, I. D., & Sutanto, A. (2019). Efektivitas Penambahan Tepung Temulawak dalam Ransum sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Ayam Kampung Super. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(2), 222­227. https://doi.org/10.31186/jspi.id. 14.2.222-227

Binowo, S., Tulung, B., Londok, J. J. M. R., & Regar, M. N. (2019). Efek pembatasan pakan dan sumber serat kasar berbeda terhadap performa ayam pedaging. ZOOTEC, 39(1),112-121. https://doi.org/10.35792/zot .39.1.2019.23808

Daning, D. R. A., & Kristanti, N. D. (2018). Evaluasi Formulasi Jamu dan Pakan Ternak Pada Ayam Jawa Super Fase Grower. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III.

Dengah, S. P., Umboh, J. F., Rahasia, C. A., & Kowel, Y. H. (2015). Pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung maggot (Hermetia illucens) dalam ransum terhadap performans broiler. ZOOTEC, 36(1), 51-60. https: //doi.org/10.35792/zot.36.1.2016.9444

Finke, M. D. (2007). Estimate of chitin in raw whole insects. Zoo Biology, 26(2), 105-115. https://doi.org/10.1002/zoo. 20123

Haryuni, N., Lidyawati, A., & Khopsoh, B. (2019). Pengaruh penambahan level vitamin e-selenium dalam pakan terhadap fertilitas dan daya tetas telur hasil persilangan ayam sentul dengan ayam ras petelur. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 7(3), 287-292. https://doi.org/10.23960/jipt.v7i3.p28 7-292

Jayanegara, A., Yantina, N., Novandri, B., Laconi, E. B., Nahrowi, N., & Ridla, M. (2017). Evaluation of some insects as potential feed ingredients for ruminants: chemical composition, in vitro rumen fermentation and methane emissions. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 42(4), 247-254. https://doi.org/10.14710/jit aa.42.4.247-254

Muharlien, Nursita, I. W., & Pangestu, V. M. (2020). The effect of feed protein level on feed consumption, body weight gain and feed conversion of finisher java super male chicken. IOP Conference Series: Earth andEnvironmental Science, 478(1),012044. https://doi.org/10.1088/1755- 1315/478/1/012044

Prabewi, N., & Junaidi, P. S. (2015).Pengaruh pemberian ramuan herbal sebagai pengganti vitamin dan obat- obatan dari kimia terhadap performan ternak ayam kampung super. Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian, 11(22), 97-108. https://doi.org/10.366 26/jppp.v11i22.141

Rachmawati, D., & Samidjan, I. (2013). Efektivitas substitusi tepung ikan dengan tepung maggot dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Jurnal Saintek Perikanan, 9(1), 62-67.

Rahmawati, N., & Megaaprilia, F. (2017). Pengaruh dosis dan metode pemberian tepung kunyit terhadap performa ayam kampung”jawa super”. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 3(1), 27-31.

Rambet, V., Umboh, J. F., Tulung, Y. L. R., & Kowel, Y. H. S. (2015). Kecernaan protein dan energi ransum broiler yang menggunakan tepung maggot (Hermetia Illucens) sebagai pengganti tepung ikan. ZOOTEC, 35(2), 13-22. https://doi.org/10.35792/zot.36.1.201 6.9314

Rumondor, G., Maaruf, K., Tulung, Y. R. L., & Wolayan, F. R. (2015). Pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung maggot black soldier (Hermetia illucens) dalam ransum terhadap persentase karkas dan lemak abdomen broiler. ZOOTEC, 35(2),131-138. https://doi.org/10.35792/zot .36.1.2016.10452

Toar, W. ., & Rumokoy, L. J. M. (2020). Strategi ketahanan pangan mas new normal Covid-19. Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis Ke-44 UNS, 491-496.

Utami, T., Sanam, M. U. E., Djungu, D. F., Sitompul, Y. Y., & Tophianong, T. C. (2020). Pelatihan dan pendampingan beternak ayam kampung super untuk peningkatan ekonomi dan perbaikan gizi masyarakat di desa camplong II. Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan, 5(1), 37-45. https://doi. org/10.35726/jpmp.v5i1.419

Veldkamp, T., & Bosch, G. (2015). Insects: A protein-rich feed ingredient in pig and poultry diets. Animal Frontiers, 5(2), 45-50. https://doi.org/10.2527/af.2015-0019

 

Last Updated on 6 September 2022

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post
kelobot jagung

Pengaruh penambahan aditif tanin chestnut terhadap kualitas silase kelobot jagung (Zea mays)

Next Post
limbah minyak goreng

Analisis kandungan dan profil lemak limbah minyak goreng sebagai pakan suplemen ternak

Related Posts