Perbandingan Perkembangan Pengelolaan Pantai Pandawa Sebagai Daya Tarik Wisata Di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung

Avatar of jurnal

Abstract

Pandawa beach officially launched by village governor in 2011, that then accepted as a tourist attraction by Badung government in 2014. As a tourist attraction, Pandawa beach had been given much changes just for five period of time. On it’s developing, on year of 2016 researcher heard some issues like changing management and divisioning tourist area at beach.
According from these issues, the purposed of this reasearch is to compare management development at Pandawa beach in 2011 with 2016, that hope could give some depicts management changes that had been done by Pandawa beach management. This reasearch used some data collected technic, they were interview, observation, and documentation. The informants divided by based informant whom is Bendesa Adat Kutuh and key informants whom are manager and adiministration staff in Pandawa beach management. Analyze data was used comparative overtime analysis.

The result of this comparison shows there are changes at each management function in Pandawa beach development, therefore from planning side, organizing, directing, and controlling. In planning side, alteration happened at nature attraction aspec, amenity, accessibility, tourist activity pattern, and institutional.

Approach model which is use in Pandawa managemnt is model in form of the element manager’s governing body. To face these developments, manager of Pandawa beach must do some adviser for human resources intensively, re-evalution about future construction at beach area, and clarity management portion to stakeholders.

Keywords: pandawa beach, beach development, management comparison

Desa Kutuh berusaha mandiri untuk memajukan desa dengan mengandalkan potensi – potensi yang ada. Salah satunya adalah Pantai Pandawa. Dahulu, Pantai Pandawa dikenal dengan nama Pantai Melasti atau Pantai Kutuh oleh masyarakat lokal, karena fungsi pantai saat itu hanya sebatas acara ritual melasti. Penduduk Kutuh mengandalkan Pantai Pandawa sebagai pertanian rumput laut. Setelah Desa Kutuh mandiri, pendudukpun melakukan pemotongan jalan menuju pantai ini. Diketahui, pemotongan jalan ini mendapatkan kerjasama dari PT. Ragawisata sebagai penyedia akomodasi. Dengan adanya pemotongan ini, Pantai Pandawapun mulai berkembang. Pihak desa yang melihat potensi tersebut, akhirnya mengembangkan Pantai Pandawa menjadi daya tarik wisata. Hingga pada tahun 2011, pihak Desa Adat dan Desa Dinas melakukan launching pada pantai ini. Perkembangan Pantai Pandawa dapat dikatakan sangat cepat. Terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang semakin ramai setiap tahunnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perkembangan pengelolaan Pantai Pandawa pada tahub 2011 dan tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data dari tahun 2011 dan 2016. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep pengelolaan dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen menurut Irma Nila Sari dan Sri Wiludjeng (2006 dalam Pratama Sidi, 2012) yaitu Perencanaan (Planning), Organisasi (Organizing), Pengarahan (Directing), dan Pengendalian (Controlling).

Pengelolaan di Pantai Pandawa dilakukan untuk menjabarkan aSpek-aSpek manajemen yang dilakukan oleh pengelola. Kemudian, konSep daya tarik wiSata menurut ISmayanti (2010). Tinjauan perencanaan kepariwiSataan alam yang terdiri dari karakteriStik atrakSi alam, amenitaS, akSeSibilitaS, pola kegiatan wiSatawan, dan kelembagaan. ASpek – aSpek terSebut akan dijabarkan dalam indikator planning pada fungSi manajemen. KonSep model pengelolan oleh PraSiaSa (2013) yang terdiri dari 4 model yaitu unSur pengelola dari pranata kemaSyarakatan lokal, unSur pengelola pelaku pariwiSata, unSur pengelola pemerintah, unSur pengelola berupa badan pengelola. III. METODE PENELITIAN Sumber data dalam penelitian ini meliputi Sumber data primer dan data Sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini meliputi data kondiSi di lapangan, Serta informaSi yang langSung diperoleh dari informan terkait pengelolaan di Pantai Pandawa. Sedangkan data Sekunder Sendiri meliputi data kunjungan wiSatawan di Pantai Pandawa tahun 2016 Serta beberapa informaSi dari media maSSa dan broSur. Teknik Pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan teknik obServaSi, wawancara, dan dokumentaSi. Teknik obServaSi digunakan untuk melihat kondiSi dilapangan Saat ini Seperti kegiatan wiSatawan, tingkah laku maSyarakat lokal penyedia jaSa pariwiSata, faSilitaS Serta pembangunan yang telah dilakukan Saat ini. Teknik wawancara digunakan untuk mencari data berupa penjelaSan pengelolaan di tahun 2011 dan pengelolaan di tahun 2016 Serta perencanaan kedepannya, dan teknik dokumentaSi guna membantu dalam pencarian data berupa laporan kunjungan wiSatawan, peraturan pengelola, dan Sejarah pantai Pandawa. Pada penelitian ini, teknik analiSiS data yang digunakan adalah perbandingan antarwaktu atau komparif overtime. Teknik komparatif menurut Burhan Bungin (2012) yaitu teknik untuk mebandingkan berbagai kejadian yang terjadi di lapangan Selama peneliti melakukan penelitian terSebut. Perbadingan itu biSa berupa perbandingan

Pantai Pandawa telah ditetapkan sebagai salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Badung, dengan luas permukaan pasir sampai titik pasang terendah sebesar 32 m2. Pada tahun 2011, Pantai Pandawa diluncurkan oleh pihak Desa Adat bersama Desa Dinas, dan pada tahun 2016 sudah banyak sekali fasilitas penunjang wisatawan yang dibangun. Harga tiket masuk saat ini Rp.8000,00 untuk Dewasa, Rp.4000,00 untuk anak-anak domestik, Rp.15.000 untuk wisatawan asing, dan Rp.10.000 untuk anak-anak asing.

Pada tahun 2011, atraksi wisata di Pantai Pandawa hanya berupa atraksi alam dan pertanian rumput laut. Fasilitas yang disediakan berupa warung dan kamar mandi. Aksesibilitas masih berupa jalan batu kapur. Pola kegiatan wisatawan pun tidak banyak, hanya sekedar menikmati pemandangan pantai dan berbelanja. Masyarakat masih banyak bertani rumput laut, maka dari itu sampah rumput laut pun terlihat disepanjang bibir pantai. Kelembagaan yang mengatur yakni pengelola yang ditunjuk langsung oleh Desa Adat bersama dengan Desa Dinas yang kemudian diberi nama Tim Penataan dan Pengelolaan Kawasan Pantai Kutuh.

Pada tahun 2016, atraksi wisata sudah mulai ada campur tangan manusia seperti wisata edukasi garden coral, dan pertunjukkan seni Kecak dance. Amenitas yang sudah disediakan sampai saat ini berupa tempat parkir bus, sepeda motor, dan mobil, kios pedagang, penyewaan loker, kamar mandi, bagian informasi, pemandian, mandiri transport, dan ambulance, penyewaan canoe dan perahu, spa, serta life guard. Pola kegiatan wisatawan pun semakin beragam sesuai dengan fasilitas dan atraksi wisata yang disuguhkan di Pantai Pandawa. Kelembagaan yang mengatur semua ini juga sudah berganti nama yakni Unit Usaha Pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Pandawa.

Pengelolaan Kawasan Pantai Kutuh ditunjukkan oleh Desa Adat dan Desa Dinas. Unit Usaha Pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Pandawa, yang merupakan badan organisasi resmi, memiliki 309 anggota dengan 50 pegawai tetap. Objek wisata yang dikelola termasuk Ngampan, Goa Pandawa, dan pantai dengan pasir putih. Jasa pariwisata yang ditawarkan termasuk transportasi wisata, makanan dan minuman, penyelenggaraan acara budaya, wedding, party, outbond, wisata tirta, rekreasi, penjualan souvenir, spa, akomodasi, dan informasi pariwisata. Pada tahun 2016 manajemen Unit Usaha Pengelolaan Kawasan Pantai Pandawa sendiri diawasi oleh Tim Penataan dan Pengelolaan Kawasan Pantai Kutuh bersama dengan Desa Adat.

BUMDA adalah sebuah lembaga orgaisasi masyarakat yang bertugas mengatur seluruh potensi Desa Kutuh. BUMDA memprakarsai terbentuknya manajemen Unit Usaha Pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Pandawa. Sangsi yang dikenakan bagi pelanggar peraturan yaitu peringatan lisan, peringatan tertulis, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian tetap.

Download

Full Article

Last Updated on 15 Februari 2023

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post

NODUL TIROID SOLITER

Next Post

PENGARUH KURS DOLLAR AMERIKA SERIKAT, INFLASI DAN HARGA INTERNASIONAL TERHADAP VOLUME EKSPOR JAHE INDONESIA

Related Posts