Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Lpd Di Kecamatan Denpasar Utara

Sistem Informasi Akuntansi23 1

Sistem informasi sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu organisasi, diantaranya organisasi Lembaga Perkreditan Desa. Lembaga Perkreditan Desa di Kecamata Denpasar Utara sudah menerapkan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer.

Penelitian ini menerapkan teknik analisis regresi linier berganda, dengan uji asumsi klasik dan dilengkapi dengan pengujian instrumen. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Keterlibatan Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi dan Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi.

Kemampuan Teknik Personal memiliki pengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi dan Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi.

Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi, dan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi.

PENDAHULUAN

Sistem informasi sangat penting dalam lembaga guna menunjang kelancaran kinerja lembaga, termasuk pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD di Kecamatan Denpasar Utara telah menggunakan SIA berbasis komputer dengan tujuan dapat menghasilkan kinerja yang maksimal.

Indikator dalam menentukan baik buruknya kinerja dari sebuah sistem informasi dapat dilihat melalui kepuasan pemakai SIA dan pemakaian SIA (Sugiharto, 2001 dalam Tjhai Fung Jen, 2002).

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor dukungan manajemen puncak, kemampuan teknik personal, formalisasi pengembangan sistem, keterlibatan pemakai sistem, serta program pelatihan dan pendidikan mempunyai pengaruh secara serempak dan parsial terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Denpasar Utara.

Bodnar (2006:3) SIA merupakan kumpulan sumber daya, seperti peralatan dan manusia, yang dibuat untuk mengolah data keuangan beserta data lainnya ke dalam informasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA meliputi dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem, kemampuan teknik personal, kepuasan pemakai, pemakaian SIA, keterlibatan pemakai SIA, serta program pelatihan dan pendidikan.

Penelitian yang dilakukan Tjhai Fung Jen (2002) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi” memperoleh hasil pengujian proses pengembangan sistem, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, ukuran organisasi memiliki hubungan positif dengan kinerja SIA dari segi kepuasan pemakai dan pemakaian sistem, sedangkan formulasi pengembangan sistem berhubungan negatif dengan pemakaian sistem.

Penelitian yang dilakukan oleh Acep Komara (2005) “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi” mendapatkan hasil keterlibatan pemakai, kapabilitas personal ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembang sistem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SIA.

Tidak terdapat perbedaan kinerja antara perusahaan yang memiliki komite pengendalian SIA, program pendidikan dan pelatihan dengan perusahaan yang tidak memiliki komite pengendalian SIA, program pendidikan dan pelatihan.

Ada perbedaan kinerja kepuasan pengguna antara perusahaan yang memiliki lokasi departemen terpisah dengan perusahaan yang lokasi departemen sistemnya tidak terpisah.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada LPD di Kecamatan Denpasar Utara yang menggunakan SIA berbasis komputer. Objek penelitian ini adalah kinerja SIA pada LPD di Kecamatan Denpasar Utara tahun 2012. Terdapat beberapa variabel dalam penelitian ini yaitu;

  1. variabel terikat meliputi: Kepuasan Pemakai SIA (Y1), Pemakaian SIA (Y2), dan
  2. variabel bebas meliputi: Keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA (X1), Kemampuan Teknik Personal (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3), Formalisasi Pengembangan SIA (X4), Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai (X5).

Menggunakan data kuantitatif berupa hasil (skor) kuesioner, dan data kualitatif berupa elemen-elemen pertanyaan pada kuesioner. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa jawaban dari responden atas pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner, dan data sekunder berupa data mengenai daftar nama-nama LPD yang menggunakan SIA berbasis komputer di Kecamatan Denpasar Utara.

Responden yang diminta persepsinya adalah semua pegawai LPD Denpasar Utara yang menggunakan SIA berbasis komputer.

Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2002:115). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2004:73).

Pemilihan sampel pada penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pemilihan sampel menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2004:78).

Pengujian instrumen dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Syarat suatu kuesioner memenuhi validitas adalah jika korelasi antara butir dengan skor total tersebut positif dan besarnya 0,30 keatas (Sugiyono, 2004:124), sedangkan syarat instrumen dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha > 0,60 maka instrumen yang digunakan reliabel (Imam Ghozhali, 2002:42)

Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi:

  1. Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen terdistribusi normal atau tidak. Model regresi dikatakan baik jika berdistribusi normal atau mendekati normal,
  2. Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara variabel bebas. Multikolinearitas tidak terjadi apabila nilai toleransi > 10% atau variance factor (VIF) < 10 (Imam Ghozali,2002:57),
  3. Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi apakah model regresi terdapat perbedaan varians (model Glesjer).

Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat yang ditunjukkan oleh persamaan berikut:

Y1=α+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+β5X5+e Y2=α+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+β5X5+e

Hipotesis regresi linier berganda dibuktikan dengan melakukan uji secara serempak (uji F) yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat, dan uji secara parsial (uji t) yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Syarat kuesioner dikatakan valid apabila korelasi masing-masing skor dengan total skor posif dan besarnya lebih dari 0,30 (Sugiyono, 2004:124). Berikut ini adalah tabel hasil uji validitas:
Hasil Uji Validitas

Tabel di atas menunjukkan skor pada masing-masing variabel adalah valid, karena tiap skor lebih dari 0,30.

Syarat suatu variabel dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha lebih dari 0,60 (Imam Ghozhali, 2002:42), disajikan pada table berikut:

tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas

Hasil Uji Reliabilitas

Tabel di atas menunjukkan hasil yang reliabel, karena skor masing-masing variabel lebih dari 0,60.

Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, dikatakan berdistribusi normal apabila signifikansi lebih dari alpha 0,05 (Imam Ghozali, 2006:115). Hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut:

Hasil Uji Normalitas Persamaan 2
Tabel diatas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,870 yang mempunyai arti bahwa data terdistribusi secara normal, karena signifikansi K-S lebih dari alpha 0,05.

tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Hasil Uji Normalitas Persamaan 2

Tabel diatas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,870 yang mempunyai arti bahwa data terdistribusi secara normal, karena signifikansi K-S lebih dari alpha 0,05.Syarat variabel terbebas dari multikolinearitas jika nilai tolerance lebih 10% atau VIF kurang dari 10, dapat dilihat pada tabel berikut:

tabel 59 1

Tabel di atas menunjukkan nilai tolerance lebih dari 10% dan nilai VIF kurang dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas.

Syarat variabel tidak terjadi Heteroskedastisitas dapat diketahui apabila signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05. Hasil uji heteroskedatisitas dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 6 menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari heteroskedastisitas karena semua nilai signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05.

Tabel 6 menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari heteroskedastisitas karena semua nilai signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05.

Tabel 6 menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari heteroskedastisitas karena semua nilai signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05.
tabel 62 1

Tabel di atas diperoleh persamaan sebagai berikut:

Y1=2,748+0,738X1+0,277X2+0,826X3+0,240X4+0,696X5  Y2=0,650+0,124X1+0,026X2+0,074X3+0,007X4+0,206X5

Persamaan satu diketahui variabel X1–X5, berpengaruh positif terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan kepuasan pemakai SIA. Nilai koefisien determinasi Adjusted (R)2 untuk model regresi pertama adalah 0,923, hal ini berarti 92,3 % perubahan yang terjadi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas X1—X5. Sedangkan sisanya (100% – 92,3 % = 7,70%) dijelaskan oleh sebab lain di luar model.

Persamaan kedua diketahui variabel X1– X5 berpengaruh positif terhadap 2 kinerja SIA yang diproksikan dengan pemakaian SIA. Nilai adjusted (R)2 untuk model regresi kedua adalah 0,626.

Hal ini berarti 62,6% perubahan yang terjadi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas X1—X5 sedangkan sisanya (100% – 62,6% = 37,4%) dijelaskan oleh sebab lain diluar model.

  • tabel 63 1
  • Predictors: (Constant), Program Diklat, Dukungan Manajemen Puncak, Kemampuan Teknik Personal, Keterlibatan Pemakai, Formalisasi pengembangan
  • Dependent Variable: Kepuasan Pemakaian SIA

Tabel diatas menunjukkan nilai F hitung 95,133 > F tabel 2,641 dan signifikansi 0,000 < alpha 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, ini berarti variabel X1–X5 berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai SIA.

tabel Hasil Uji F Model Kedua

Hasil Uji F Model Kedua

  • Predictors: (Constant), Program Diklat, Dukungan Manajemen Puncak, Kemampuan Teknik Personal, Keterlibatan Pemakai, Formalisasi pengembangan
  • Dependent Variable: Pemakaian Sistem

Hasil uji F untuk model dua menunjukkan F hitung 14,081 > F tabel 2,641 dengan tingkat signifikansi 0,000 < α 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, ini berarti variabel X1, X2, X3, X4, X5 berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Pemakaian SIA.

gambaran Perbandingan t Hitung dengan t Tabel

Perbandingan t Hitung dengan t Tabel

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa:

  1. Keterlibatan Pemakai berngaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakaian SIA dan Pemakaian SIA,
  2. Kemampuan Teknik Personal tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA,
  3. Dukungan Manajemen Puncak berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA,
  4. Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan terhadap Kepuasan Pemakai SIA, tetapi tidak berpengaruh pada kinerja SIA yang diproksikan dengan Pemakaian SIA,
  5. Program Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan secara serempak variabel Keterlibatan Pemakai (X1), Kemampuan Teknik Personal (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3), Formalisasi Pengembangan Sistem (X4), serta Program Pendidikan dan Pelatihan (X5) berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Denpasar Utara.

Secara parsial Keterlibatan Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pelatihan dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA. Kemampuan Teknik Personal memiliki pengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA.

Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA, dan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Pemakaian SIA.

Saran untuk variabel Keterlibatan Pemakai Sistem, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pendidikan dan Pelatihan memperoleh hasil yang signifikan, dapat diasumsikan bahwa ketiga variabel ini bisa dipakai untuk penelitian berikutnya yang sejenis.

Kemampuan Teknik Personal sangat perlu diperhatikan dan ditingkatkan terutama yang berhubungan dengan sistem informasi dan teknik analisis yang berhubungan dengan lembaga. Formalisasi Pengembangan Sistem perlu diimbangi dengan sumber daya manusianya agar tidak terjadi kejenuhan dalam pemakaian sistem tersebut.

REFERENSI

[1] Acep Komara.2005. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. SNA VIII Solo, 15-16.

[2] Bodnar, George H dan William S Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi kesembilan. Jakarta, Salemba Empat.

[3] Ghozali, imam.2006. Aplikasi Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang, Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

[4] Indrianto, Nur dan Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi pertama yogyakarta : BPFE.

[5] Sugiyono. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta

[6] Sugiharto. 2001. “Influence Factors Affecting The Performance Of Accounting Information System”. Gajah Mada International Journal of Business Volume III No. 2.

[7] Tjhai Fung Jen.2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Dalam Jurnal Bisnis dan Akuntasi 4(2), h:135-154.

Last Updated on 9 November 2012

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.