ISSN: 2597-8012 JURNAL MEDIKA UDAYANA, VOL. 11 NO.3,MARET, 2022


Diterima: 06-12-2020 Revisi: 24-12-2020 Accepted: 18-03-2022

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA SEMESTER PERTAMA DALAM MENGHADAPI UJIAN OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION

Made Dwiki Pradnyana Harisutha1, Ni Luh Putu Eka Diarthini2, Dewa Ayu Agus Sri Laksemi2, Ni Putu Wardani3

1Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 2Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 3Departemen Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Email: [email protected]

ABSTRAK

Kecemasan yang dialami mahasiswa kedokteran apabila dibandingkan dengan masyarakat umum pada usia yang sama memiliki prevalensi lebih besar dan berada pada tingkat lebih tinggi. Kecemasan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi performa ketika menghadapi ujian yang kemudian dapat menjadi faktor penentu pencapaian akademik mahasiswa kedokteran. Salah satu kondisi yang dapat mengakibatkan mahasiswa kedokteran mengalami kecemasan pada proses pendidikan adalah akibat dari stres menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Performa mahasiswa ketika menghadapi OSCE dapat berpengaruh terhadap hasil OSCE yang didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data primer, berupa data kuesioner tingkat kecemasan terhadap mahasiswa yang akan menghadapi OSCE untuk pertama kali, dan data sekunder berupa data hasil OSCE yang didapatkan mahasiswa. Kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) digunakan dalam mengumpulkan data primer, dengan pengambilan data hanya dilakukan satu kali pada tiap mahasiswa. Selama penelitian, terkumpul sebanyak 106 data responden, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Responden terdiri dari usia 17 hingga 21 tahun, dengan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (61,32%). Hasil penelitian yang didapatkan berupa gambaran tingkat kecemasan terhadap OSCE dengan tingkat kecemasan yang paling banyak terjadi adalah tingkat kecemasan ringan (84,91%), diikuti dengan tingkat kecemasan sedang (14,15%), dan tingkat kecemasan berat (0,94%). Dapat disimpulkan bahwa seluruh mahasiswa yang menghadapi OSCE mengalami kecemasan, dan didapatkan gambaran tingkat kecemasan ringan, baik dari distribusi tingkat kecemasan secara umum, jenis kelamin, usia, maupun kelulusan OSCE. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai sumbangsih dalam memperbaiki kesiapan mahasiswa dalam menghadapi OSCE.

Kata kunci: tingkat kecemasan, objective structured clinical examination, mahasiswa kedokteran.

ABSTRACT

Anxiety experienced by medical students when compared to the general population of the same age has a greater prevalence and is at a higher level. Anxiety can be one of some factors that can affect exam performances which can be a determining factor in medical students’ academic achievement. One of the conditions that can cause medical students to experience anxiety in the

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA SEMESTER PERTAMA,..Made Dwiki Pradnyana Harisutha1, Ni Luh Putu Eka Diarthini2, Dewa Ayu Agus Sri Laksemi2, Ni Putu Wardani3

educational process is the result of stress in facing the Objective Structured Clinical Examination (OSCE). The OSCE results can be affected by students’ exam performances. This study aims to describe the anxiety levels in first semester students of the Udayana University Faculty of Medicine in facing OSCE. This study applied cross-sectional descriptive method using primary data of anxiety levels on first semester medical students who will face OSCE for the first time dan secondary data of students’ OSCE results. Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire were used to collect the primary data which were retrieved only once for each student. During the study, data of 106 respondents were collected, consisting of 17 to 21 years range of age, and most of them were females (61.32%). This study was resulting in the form of a description of the level of anxiety towards OSCE with the most occur anxiety level towards OSCE in medical students is mild anxiety level (84.91%), followed by moderate anxiety level (14,15%), and severe anxiety level (0,94%). It can be concluded that all students who face OSCE experience anxiety, and a description of mild anxiety level is obtained, both from the distribution of anxiety levels in general, gender, age, and OSCE graduation. The results can be used to present a basic data to conduct further research in Udayana University Faculty of Medicine as a contribution for improving student readiness in facing OSCE.

Keywords: anxiety levels, objective structured clinical examination, medical students.

PENDAHULUAN

Kecemasan merupakan respons dalam menghadapi berbagai situasi di kehidupan, termasuk pada proses pendidikan. Kecemasan dapat menjadi motivator apabila dapat diatasi dengan baik, namun akan menjadi suatu masalah apabila mulai mengganggu kehidupan sehari-hari ataupun mengurangi kualitas hidup seseorang. Kecemasan terbagi dalam empat tingkatan meliputi tingkat ringan, sedang, berat, dan panik. Individu dapat menunjukkan respons kecemasan berupa respons fisiologis, perilaku, kognitif, dan afektif bergantung pada tingkat kecemasan yang dialaminya. Kecemasan pada tingkat ringan hingga sedang dapat berdampak positif, namun pada tingkat yang berat akan berdampak negatif.1

Apabila dibandingkan dengan masyarakat umum pada usia yang sama, prevalensi kecemasan yang dialami mahasiswa kedokteran lebih besar dan berada pada tingkat yang lebih tinggi. Studi di luar negeri mengenai prevalensi kecemasan di kalangan mahasiswa kedokteran secara global mendapatkan sekitar 33,8% mahasiswa kedokteran di seluruh dunia mengalami kecemasan, dengan prevalensi kecemasan tertinggi berada pada negara Timur Tengah dan Asia. Tingkat stres akademis dan psikologis, salah satunya kecemasan, mahasiswa kedokteran pada tahun pertama pendidikan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun pendidikan yang lebih tinggi.2 Tingginya prevalensi kecemasan pada mahasiswa kedokteran di masing-masing negara dapat dikarenakan oleh adanya stressor khusus sekolah kedokteran yang harus dihadapi oleh mahasiswa kedokteran di samping stressor normal di kehidupan sehari-hari. Salah satu kondisi yang dapat mengakibatkan mahasiswa kedokteran mengalami kecemasan pada

proses pendidikan adalah akibat dari stres menghadapi ujian. Bagi mahasiswa, hasil ujian yang diperoleh dapat menjadi suatu bahan evaluasi dalam menilai pencapaian akademiknya. Dalam menilai keterampilan klinis mahasiswa kedokteran, digunakan suatu instrumen ujian yang salah satunya adalah Objective Structured Clinical Examination (OSCE).3

Berbagai faktor dapat mempengaruhi hasil OSCE yang didapatkan oleh mahasiswa kedokteran, yang salah satunya adalah performa mahasiswa ketika menghadapi OSCE. Salah satu faktor yang mempengaruhi performa mahasiswa ketika menghadapi ujian adalah faktor kecemasan akibat stres yang dialami mahasiswa peserta OSCE selama periode sebelum dan sesaat ujian berlangsung. Hasil OSCE yang didapat menjadi salah satu komponen yang digunakan untuk menilai prestasi belajar mahasiswa kedokteran dan tentunya menjadi suatu evaluasi dalam menilai tingkat pencapaian akademik mahasiswa kedokteran.3

Melihat tingginya kecemasan pada mahasiswa kedokteran dan potensinya terhadap hasil OSCE mahasiswa, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kecemasan terhadap OSCE pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama.

BAHAN DAN METODE

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada bulan Januari - September 2020. Subyek penelitian ini adalah keseluruhan

mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama yang akan menjalani OSCE untuk pertama kali dan bersedia untuk berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian. Subyek pada penelitian ini ditentukan melalui penggunaan teknik simple random sampling, sehingga setelah dihitung berdasarkan formula yang disesuaikan dengan metode deskriptif cross-sectional, didapatkan total keseluruhan jumlah subyek pada penelitian ini adalah sebanyak 106 responden.

Penelitian ini mengumpulkan sebanyak 106 data responden berupa data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui pengisian lembar biodata, meliputi nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa, kelas pembelajaran, jenis kelamin, umur, dan tempat tanggal lahir, serta melalui pengisian kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), yang dilakukan sebelum mahasiswa menjalani ujian OSCE dan hanya diambil sebanyak satu kali pada tiap mahasiswa. Kuesioner ZSAS ini mengategorikan kecemasan menjadi empat kriteria berdasarkan rentang skor kuesioner yang diperoleh mahasiswa, yaitu kecemasan ringan (rentang skor 20-44), kecemasan sedang (rentang skor 45-59), kecemasan berat (rentang skor 60-74), dan kecemasan panik (rentang skor 75-80). Data sekunder yang digunakan adalah melalui tabulasi hasil kelulusan OSCE mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama. Data yang dikumpulkan diolah secara komputerisasi melalui penggunaan software Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics ver. 26. Penelitian ini sudah mendapatkan ijin kelayakan Etik Nomor:   2368/UN14.2.2.VII.14/LT/2020

tertanggal 27 November 2020.

HASIL

Didapatkan dari total 106 data, seluruh responden mengalami kecemasan menjelang ujian OSCE, dengan tingkat kecemasan yang dialami terdistribusi menjadi kecemasan ringan, sedang, dan berat. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu adanya tingkat kecemasan ringan yang dialami oleh sebagian besar responden dengan proporsi sebesar 84,91% dari total keseluruhan data.

Tabel 1. Distribusi gambaran tingkat kecemasan mahasiswa    Fakultas    Kedokteran

Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE

Tingkat Kecemasan       Frekuensi (%)

Kecemasan ringan               90 (84,91)

Kecemasan sedang              15 (14,15)

Kecemasan berat                   1 (0,94)

Total                            106 (100)

Dari total 106 data, responden yang mendominasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 65 (61,32%) data. Sementara itu, dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 41 (38,68%)

data responden mahasiswa berjenis kelamin laki-laki.

Tabel 2. Distribusi responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin          Frekuensi (%)

Laki-laki                    41 (38,68)

Perempuan                65 (61,32)

Total                       106 (100)

Hasil distribusi gambaran tingkat kecemasan mahasiswa semester pertama dalam menjalani OSCE untuk pertama kali berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa kecemasan ringan merupakan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami, baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan.

Gambar 1. Grafik distribusi gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE berdasarkan jenis kelamin

Hasil penelitian mendapatkan distribusi usia mahasiswa semester pertama yang menjadi responden berada pada rentang usia 17-21 tahun dengan rerata usia 18,24 (SB ± 0,594) tahun

dengan nilai tengah usia adalah 18 tahun.

Tabel 3.    Distribusi responden mahasiswa Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana semester

pertama dalam menghadapi ujian OSCE berdasarkan usia

Usia

Frekuensi (%)

17 tahun

6 (5,66)

18 tahun

71 (66,98)

19 tahun

28 (26,42)

21 tahun

1 (0,94)

Total

106 (100)

Hasil penelitian juga mendapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan mahasiswa semester pertama dalam menjalani OSCE untuk pertama kali berdasarkan usia lebih banyak dialami oleh responden berusia 18 tahun (66,98%) dengan tingkat kecemasan yang dialami lebih tinggi, yakni hingga tingkat kecemasan berat, dibandingkan dengan responden lainnya.

70

Gambar 2. Grafik distribusi gambaran  tingkat

kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE berdasarkan usia

Dari total 106 responden yang mengikuti OSCE, sebanyak 76 (71,70%) responden mendapat predikat lulus dan 30 (28,30%) responden tidak lulus. Berdasarkan kelulusan OSCE ini, didapatkan hasil distribusi gambaran tingkat kecemasan mahasiswa semester pertama dalam menjalani OSCE untuk pertama kali dengan kecemasan ringan merupakan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami, baik pada mahasiswa yang lulus OSCE maupun yang tidak lulus OSCE.

Tabel 4.    Distribusi gambaran tingkat kecemasan

berdasarkan kelulusan osce pada mahasiswa    Fakultas    Kedokteran

Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE

Kelulusan    Tingkat Kecemasan    Total

OSCE

Ringan n (%)

Sedang n (%)

Berat n (%)

n (%)

Lulus

62

13

1

76

(81,58)

(17,10) (1,32)

(71,70)

Tidak Lulus

28

2

0

30

(93,33)

(6,67)

(0,00)

(28,30)

Total

106 (100)

n : frekuensi, % : proporsi.

PEMBAHASAN

Berdasarkan data pada tabel 1, hasil penelitian yang ditunjukkan adalah seluruh mahasiswa peseta OSCE yang menjadi responden mengalami kecemasan, dengan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami adalah kecemasan ringan, diikuti dengan tingkat kecemasan sedang dan berat. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya test-anxiety yang dialami mahasiswa kedokteran saat menghadapi ujian. Test-anxiety yang dialami mengakibatkan adanya kekhawatiran dan pikiran yang tidak relevan sehingga membebani sistem kognitif mahasiswa. Sistem OSCE, yang bertujuan untuk menguji keterampilan klinis mahasiswa kedokteran, menciptakan lingkungan yang penuh tekanan sehingga meningkatkan kecemasan sesaat (state-anxiety) pada mahasiswa, yang mengakibatkan mereka tidak dapat menunjukkan pengetahuan dan kemampuan mereka yang sebenarnya.4

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 2 dan gambar 1, kecemasan terhadap OSCE lebih banyak dialami oleh responden perempuan. Jika dibandingkan dengan responden laki-laki, hasil ini menunjukkan adanya tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada responden perempuan, yakni hingga tingkat kecemasan berat, sementara responden laki-laki cenderung mengalami tingkat kecemasan ringan hingga sedang. Pada penelitian yang dilakukan di Madinah, Arab Saudi, yang meneliti tingkat kecemasan saat ujian pada mahasiswa kedokteran menyatakan bahwa mahasiswa perempuan secara khusus merasakan tingkat kecemasan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki dikarenakan adanya beban pelajaran yang ekstensif, lamanya durasi ujian, istirahat yang tidak memadai, dan pemikiran negatif.5 Selain itu, perubahan emosional lebih rentan dialami oleh mahasiswa perempuan dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki karena adanya perbedaan hormonal, tingkat percaya diri yang rendah, dan ekspektasi atau harapan yang tinggi akan hasil ujiannya. Perbedaan fisiologis pada perempuan dan laki-laki (seperti kerentanan genetik, kadar hormon, fenomena bawaan biologis

otak, dll.) juga berperan dalam mempengaruhi emosional dan perilaku mereka.6,7

Berdasarkan data pada tabel 3 dan gambar 2, hasil penelitian yang ditunjukkan yaitu kecemasan terhadap OSCE lebih banyak dialami oleh responden berusia 18 tahun. Namun, penelitian ini tidak dapat melihat dengan jelas adanya perbedaan tingkat kecemasan yang dialami responden apabila didasarkan pada karakteristik usia. Hal ini bisa disebabkan oleh karena penyebaran usia responden pada penelitian ini tidak merata, dikarenakan penelitian ini hanya melihat distribusi tingkat kecemasan pada mahasiswa semester pertama, sehingga menjadikan frekuensi pada masing-masing kelompok usia tidak seimbang. Berbagai penelitian telah mendapatkan adanya pengaruh faktor usia dalam menimbulkan kecemasan. Faktor usia memiliki pengaruh terhadap psikologi yang kemudian dapat menimbulkan kecemasan pada seseorang. Seiring meningkatnya usia, tingkat kematangan emosi seseorang semakin baik, yang mengakibatkan kemampuan seorang dalam menghadapi berbagai persoalan juga membaik, sehingga tingkat kecemasan dapat berkurang.6 Faktor usia juga mempengaruhi kematangan kognitif pada mahasiswa kedokteran, yang kemudian menyebabkan terjadinya kecemasan. Hal ini diakibatkan oleh adanya transisi antara pemikiran operasional konkrit terhadap pola pikir yang lebih abstrak pada fase perkembangan kognitif.8

Berdasarkan data pada tabel 4, hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang lulus OSCE mengalami kecemasan ringan. Selain itu, hasil penelitian juga mendapatkan distribusi pada responden yang tidak lulus OSCE sebagian besar mengalami kecemasan ringan. Hal ini bisa diakibatkan oleh karena performa mahasiswa saat ujian dapat dipengaruhi oleh adanya kecemasan yang timbul ketika menghadapi ujian.9 Banyak penelitian yang sudah meneliti hubungan antara kecemasan dan kelulusan OSCE. Dari banyaknya penelitian tersebut, terdapat penelitian yang menyatakan kecemasan memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil dan kelulusan OSCE.9 Namun, beberapa penelitian lain menyatakan hal yang sebaliknya, yang mana kecemasan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelulusan dan nilai OSCE.10,11

SIMPULAN DAN SARAN

Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester

pertama dalam menghadapi ujian objective structured clinical examination yang dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian yaitu tingkat kecemasan ringan, baik dari distribusi tingkat kecemasan secara umum, jenis kelamin, usia, maupun kelulusan OSCE mahasiswa semester pertama.

Adanya keterbatasan dari penelitian ini yang hanya dapat menggambarkan distribusi tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester pertama dalam menghadapi ujian OSCE berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kelulusan peserta OSCE, maka dirasa perlu untuk mengadakan penelitian lebih lanjut, yang lebih mengkhusus kepada penelitian analitik, dengan tujuan untuk mencari adakah hubungan antara tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa peserta OSCE pada penelitian ini dengan kelulusan OSCE yang didapatkan mahasiswa peserta OSCE.

DAFTAR PUSTAKA

  • 1.    Kusumawati A, Prihatiningsih TS, Prabandari YS. Anxiety and competence achievement of midwifery students during midwifery clinical practice of maternal neonatal emergency. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2017;6(2):116-22.

  • 2.    Tian-Ci QT, Wai-San TW, X. Tran B, Zhang M, Zhang Z, Su-Hui HC, Chun-Man HR. The global prevalence of anxiety among medical students: a meta-analysis. Int. J. Environ. Res. Public Health. 2019; 16(15):2735.

  • 3.    Risma GB. Kecemasan dalam objective structured clinical examination (osce). J Agromed Unila. 2015;2(4):419-24.

  • 4.   Martin RD, Naziruddin Z. Systematic review

of student anxiety and performance during objective  structured clinical examinations.

Currents in Pharmacy Teaching and Learning. 2020;12(12):1491-7.

  • 5.    Khoshhal KI, Khairy GA, Guraya SY, Guraya SS. Exam anxiety in the undergraduate medical  students of Taibah University.

Medical teacher. 2017;39(sup1):S22-6.

  • 6.    Kesuma SK, Rozalina, Zakiah M. Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa kedokteran yang mengikuti uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter di fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura tahun 2017. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 2017;3(2):500-11.

  • 7.    Gao W, Ping S, Liu X. Gender differences in depression, anxiety, and stress among college students: a longitudinal study from China. Journal of affective disorders. 2020;263:292-300.

  • 8.   Arisyna A, Sustini F, Muhdi N. Anxiety level

and risk factors in medical students. JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga. 2020;11(2):79-82.

  • 9.    Azzahra M, Aries R. Hubungan tingkat kecemasan terhadap hasil ujian osce pada mahasiswa tingkat pertama di fakultas kedokteran Universitas Lampung. MEDULA: medicalprofession journal of lampung university. 2019;9(1):123-8.

  • 10.  Novitasari A, Lahdji A. Hubungan tingkat

kecemasan dan nilai objective structure clinical examination (osce) blok mahasiswa kedokteran.     Syifa'MEDIKA:     Jurnal

Kedokteran dan Kesehatan. 2019;9(2):51-7.

  • 11.  Mantika NI, Rochdiat W, Syafitri EN.

Perbandingan skor osce mahasiswa keperawatan angkatan 2015, 2016 dengan

angkatan 2017 berdasarkan kecemasan. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2019;14(4):277-86.

https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum

doi:10.24843.MU.2022.V11.i3.P5

33