ARTIKEL PENELITIAN

E-JURNAL MEDIKA, VOL. 6 NO. 9, SEPTEMBER, 2017 : 22 - 24

ISSN: 2303-1395

DOAJ


DIRECTORY OF OPEN ACCESS JOURNALS


Gambaran Karakteristik Herpes Zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Januari 2011-Desember 2013

Dewa Ayu Agung Anggita Ningrat1, I.G.K. Darmada2

ABSTRAK

Penyakit herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi varicella zoster virus (VZV) yang menimbulkan manifestasi klinis berupa lesi kutaneus yaitu vesikel yang mengikuti dermatom yang disertai nyeri. Herpes zoster menyebabkan morbiditas yang cukup tinggi, namun belum terdapat data yang jelas dan spesifik mengenai gambaran karakteristik herpes zoster di Bali selama 5 tahun terakhir, Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik kasus herpes zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013. Prevalensi herpes zoster adalah 229 kasus. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin terdiri atas 48% laki laki dan 52% perempuan. Pasien herpes zoster yang tergolong usia di bawah 20 tahun didapati 14%, usia 20 sampai dengan 39 tahun 16%, usia 40 sampai dengan 59 tahun 43% dan usia di atas 59 tahun 27%. Berdasarkan letak dermatom, terdapat pasien herpes zoster generalisata sebesar 2%, optalmikus 11%, fasialis 5%, servikalis 6%, torakalis 20%, dan lumbosakralis 4%. Dapat disimpulkan gambaran karakteristik herpes zoster di RSUP Sanglah berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan letak dermatom.

Kata Kunci : Herpes Zoster, Prevalensi, Dermatom

ABSTRACT

Herpes zoster is a disease that caused by varicella zoster virus (VZV), that results pain with blister coetaneous lesion following dermatome direction, as the clinical manifestations. This disease has high morbidity. Although the morbidity is high, there is not specific data about characteristic figure of herpes zoster in Bali in the last 5 years. A descriptive research was conducted to find out the characteristic figure of herpes zoster at Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah, January 2011-December 2013. The prevalence of herpes zoster in 2011-2013 is 229 cases with 48% male and 52% female. Cases with age range <20 years old is 14%, 20-39 years old 16%, 40-59 years old 43%, and >59 years old 27%. The percentages of herpes zoster cases based on dermatome are; herpes zoster generalisata 2%, optalmicus 11%, fascialis 5%, servicalis 6%, torachalis 20%, and lumbosacralis 4%. The conclusion is characteristic figures of herpes zoster are different based on age, sex, and dermatome location.

Keyword : Herpes Zoster, Prevalence, Dermatome

  • 1    Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

  • 2    Bagian Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana


Diterima : 14 Agustus 2017

Disetujui : 28 Agustus 2017

Diterbitkan : 1 September 2017


PENDAHULUAN

Penyakit herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi varicella zoster virus (VZV) yang memiliki double-stranded DNA dan bereplikasi di nukleus sel, sehingga memiliki kemampuan untuk menjadi laten pada ganglion sel saraf sensori manusia selama seumur hidup.1-3 Herpes zoster menyebabkan morbiditas yang cukup tinggi karena menyerang saraf sensori sehingga mengakibatkan rasa yang sangat nyeri, selain itu penyakit ini juga menyebabkan ketidaknyamanan karena vesikel yang muncul mengikuti dermatom saraf pada bagian-bagian yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari, misalkan pada pinggang, punggung, dan lengan. Rekarensi penyakit herpes zoster menyebabkan tingkat kesakitan semakin tinggi.

Virus ini dapat bereplikasi di kemudian hari dengan cara menjalar mengikuti saraf sensori menuju kulit sehingga muncul penampakan klinis berupa vesikel terutama saat kekebalan tubuh menurun. Kasus herpes zoster semakin meningkat seiring semakin meningkatnya kasus imunodefisiensi seperti HIV dan keganasan. Herpes zoster bisa dijadikan pertanda awal HIV/ AIDS, dengan meningkatnya risiko herpes zoster 20 kali lebih besar dibandingkan dengan orang tanpa imunodefisiensi 5,8

Herpes zoster memiliki insiden rata-rata 10-20 persen dari populasi umum dan terdapat 600.000-850.000 insiden setiap tahun di Amerika Serikat.9,10 Kasus herpes zoster di rumah sakit di Amerika Serikat sebagian besar terdiri atas penderita yang berusia tua, penderita dengan komplikasi, dan penderita dengan imunodefisiensi.

Dewa Ayu Agung Anggita Ningrat, I.G.K. Darmada (Gambaran Karakteristik Herpes Zoster di Poliklinik...)

Insiden herpes zoster secara global pada usia > 60 tahun adalah 11,8 kasus/1000 populasi/tahun.7,8,10 Meskipun herpes zoster memiliki morbiditas yang tinggi, namun tidak terdapat data yang jelas dan spesifik mengenai gambaran karakteristik herpes zoster di Bali selama 5 tahun terakhir. Untuk itu peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui prevalensi, insiden dan gambaran karakteristik kasus herpes zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011 - Desember 2013

BAHAN DAN METODE

Rancangan atau design penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada Mei 2014 yang kemudian dikaji selama satu bulan (Mei 2014 – Juni 2014). Tempat penelitian: RSUP Sanglah Denpasar bagian Penyakit Kulit dan Kelamin. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 229 orang yang kemudian digolongkan berdasarkan jenis kelamin yaitu; 1) laki-laki 2) perempuan, berdasarkan usia yaitu; 1) <20tahun, 2)20-39 tahun, 3) 40-59 tahun dan 4) >59 tahun, serta berdasarkan letak dermatom yaitu; 1) generalisata 2) optalmikus 3) fasialis 4) servikalis 5) torakalis 6) lumbosakralis. Selain itu juga dilakukan kajian data Data dianalisis menggunakan program microsoft excel 2007.

HASIL

Prevalensi kasus herpes zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013 yang telah memenuhi kriteria adalah 229 kasus. Prevalensi kasus herpes zoster pada tahun 2011,2012, dan 2013 berturut turut 68, 79, dan 81 kasus. Insiden kasus herpes zoster dari seluruh kasus herpes zoster pada periode Januari 2011-Desember 2013 adalah 161 kasus baru atau 56% sedangkan jumlah kasus herpes zoster yang merupakan pasien rekaren adalah 68 kasus atau 44%.

Gambaran Karakteristik Herpes Zoster Berdasarkan Jenis Kelamin

Prevalensi kasus herpes zoster yang tercatat dalam register pelayanan Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013 adalah 229 kasus, yang terdiri atas 48% laki laki dan 52% perempuan.

Tabel 1 Gambaran karakteristik herpes zoster berdasarkan jenis kelamin

Karakteristik

Jumlah (total=229)

Persentase

(%)

Jenis kelamin

Laki-laki

118

48

Perempuan

118

52

229

100

Gambaran Karakteristik Herpes Zoster Berdasarkan Usia

Pasien herpes zoster yang tergolong usia di baawah 12 tahun didapati 14%, usia 12 sampai dengan 25 tahun 16%, usia 26 sampai dengan 45 tahun 43% dan usia di atas 45 tahun 27%. Penelitian ini menunjukan kasus herpes zoster terbanyak terjadi pada kelompok usia dewasa tua (39-59 tahun), diikuti usia tua (>59 tahun).

Tabel 2 Gambaran karakteristik herpes zoster berdasarkan usia

Karakteristik

Jumlah

Persentase (%)

Usia (tahun)

<20

32

14

20-39

37

16

40-59

98

43

>59

72

27

229

100

Gambaran Karakteristik Herpes Zoster Berdasarkan Letak Dermatom

Berdasarkan letak dermatom, terdapat pasien herpes zoster generalisata sebesar 2%, optalmikus 11%, fasialis 5%, servikalis 6%, torakalis 20%, dan lumbosakralis 4%

Tabel 3 Gambaran karakteristik herpes zoster berdasarkan letak dermatom

Karakteristik

Jumlah (total=79)

Persentase (%)

Letak Dermatom

Generalisata

3

4

Optalmikus

13

21

Fasialis

2

3

Servikalis

7

9

Torakalis

15

19

Lumbosakralis

2

12

229

100

PEMBAHASAN

Prevalensi kasus herpes zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari

Dewa Ayu Agung Anggita Ningrat, I.G.K. Darmada (Gambaran Karakteristik Herpes Zoster di Poliklinik...)

2011-Desember 2013 yang telah memenuhi kriteria adalah 229 kasus. Prevalensi kasus herpes zoster pada tahun 2011,2012, dan 2013 berturut turut 68, 79, dan 81 kasus. Insiden kasus herpes zoster dari seluruh kasus herpes zoster pada periode Januari 2011-Desember 2013 adalah 161 kasus baru sedangkan jumlah kasus herpes zoster yang merupakan pasien rekaren adalah 68 kasus atau 44%.

Prevalensi kasus herpes zoster yang tercatat dalam register pelayanan Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013 adalah 229 kasus, yang terdiri atas 48% laki laki dan 52% perempuan. Pada penelitian ini, kasus herpes zoster pada perempuan lebih besar daripada laki-laki, sesuai dengan data dari CDC tahun 2014, yang menunjukan pasien perempuan lebih banyak mengalami herpes zoster di dunia dibandingkan laki-laki. Alasan dari perbedaan risiko perempuan dan laki-laki terhadap penyakit herpes zoster masih belum diketahui, namun data ini sesuai dengan rata-rata tingkat morbiditas perempuan terhadap suatu penyakit yang memang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dan kecenderungan perempuan mencari pengobatan lebih tinggi dibandingkan laki-laki3,7

Pasien herpes zoster yang tergolong usia di bawah 20 tahun didapati 14%, usia 20 sampai dengan 39 tahun 16%, usia 40 sampai dengan 59 tahun 43% dan usia di atas 59 tahun 27%. Penelitian ini menunjukan kasus herpes zoster terbanyak terjadi pada kelompok usia dewasa yang merupakan usia dewasa tua (39-59 tahun), diikuti usia tua (>59 tahun). Beberapa literatur melaporkan stres emosional akibat beban kerja, masalah keluarga, depresi, dan gangguan kecemansan yang menyebabkan menurunnya imunitas berkaitan dengan reaktivasi virus herpes zoster.5,8 Pada penelitian lain, terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kelompok usia dewasa tua dan usia tua (45% dan 42%), sedangkan kasus herpes zoster kelompok usia anak dan remaja menunjukan angka yang lebih rendah.1,3 Hal ini dikarenakan adanya fase dorman yang cukup panjang dari reaktivasi varicella menjadi herpes zoster.10

Berdasarkan letak dermatom, terdapat pasien herpes zoster generalisata sebesar 2%, optalmikus 11%, fasialis 5%, servikalis 6%, torakalis 20%, dan lumbosakralis 4% sedangkan sisanya menunjukan lokasi yang tidak spesifik. Pada penelitian ini, didapati vesikel dan kemerahan muncul sebagian besar pada dermatom torakal, sesuai dengan data dunia dari Centers of Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa 20% kasus herpes zoster ditemukan lesi kutaneus pada dermatom torakal.2,4,9 Penelitian lain menunjukan angka yang lebih signifikan yaitu 68% lesi kutaneus

ditemukan pada dermatom torakal.7,8 Pada suatu studi klinis mengenai dermatom, menyimpulkan lokalisasi tersering yang terjadi adalah pada level saraf interkostal atau bagian torakal yaitu 42%. Hal ini dikarenakan dermatom torakal ini dilalui oleh serabut saraf sensori yang sensitif. Munculnya lesi pada dermatom torakal ini harus diberikan perhatian, karena apabila mengenai neuron pada horn anterior medula spinalis, dapat menyebabkan paralisis, disfungsi vegetatif atau tropik1,4,5

SIMPULAN

Prevalensi kasus herpes zoster di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013 adalah 229 kasus yang terdiri atas 56% kasus baru dan 44% kasus rekaren.

Gambaran karakteristik herpes zoster di RSUP Sanglah berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan letak dermatom.

DAFTAR PUSTAKA

  • 1.    Ferri, Simon. 2013. “Etiopathology of Herpes Zoster ”. 22-23. Clinical Advisor. AM Fam Physician

  • 2.    Weinberg JM. 2007. Epidemiology, Natural History, and Common Complications. J Am Acad Dermatol.

  • 3.    Long MD. Martin, Sandler. Kappelman, Martin. 2013. Increased Risk of Herpes Zoster among Patients with Immunocompromised. Pharmacol Ther.

  • 4.    Zareba, Pregabalin. 2005. Neuropathic Pain in Herpes . Zoster and Herpes Simplex. Neuroscience Journal.

  • 5.    Severson, Barratz. Honde, Jake. Broke, Nael. Peter, Nicholas.2003. Herpes Zoster Opthalmicus in Olmsted Country, Have Systemic Antiviral Made Deifference. Minnesota.

  • 6.    Sweeny, Cinato Junior. Harry, Gilden. 2001. Ramsay Hunt Syndrome Pathogenesis and Apropriate Treatment. J Neral Neurosurg

  • 7.    Monulet, Roque. 2000. “Herpes Zoster Oticus Pathogenesis and Diagnosis”.6-9. Varicella Zoster Virus.

  • 8.    Wung, Peter Kim. Hoolbrok, JameCEs. Hoffman. Tibbs, Natonia. Specks. 2005. Herpes Zoster in Immunocompromised Patients : Incidence, Timing, and Risk Factor. Jmed.

  • 9.    Camila, Jnniger. 2005. Managemednt and Prevention of Herpes Zoster for Pediatric. Oxford Journals.

  • 10.    Elston, Dirk. James, Carager. Diego, Kimberly. Huston, Ferdinand. Louis, Hire. 2010. Summary for Herpes Zoster Guideline Mnagement. Oxford Journals

24

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum