Volume 15 No. 3: 383-388

Juni 2023

DOI: 10.24843/bulvet.2023.v15.i03.p06

Buletin Veteriner Udayana

pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712

Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet

Terakreditasi Nasional Sinta 4, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 158/E/KPT/2021

Efektivitas Lumatan Daun Kembang Sepatu untuk Meningkatkan Kualitas Rambut Anjing Kintamani Bali

(EFFECTIVENESS OF FLASH FLOOR TO IMPROVE HAIR QUALITY OFKINTAMANI BALI DOGS)

Cita Kanz Farros1*, I Wayan Sudira2, Samsuri2

  • 1Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia;

  • 2Laboraturium Farmakologi dan Farmasi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia.

*Email: [email protected]

Abstrak

Anjing merupakan hewan peliharaan yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan manusia. Anjing ras pertama asli Indonesia yang diakui Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) yaitu anjing Kintamani. Anjing Kintamani memiliki keunikan pada penampilannya yaitu rambut badong dan rambut gumba. Seiring dengan semakin banyak minat masyarakat untuk memelihara anjing Kintamani maka pemeliharaan terhadap kesehatananjing juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kesehatan rambut anjing Kintamani. Kesehatan rambut anjing Kintamani dapat mempercantik atau estetika, membuat rambut lebih sehat dan dapat menjaga kesehatan dari kulit anjing. Kembang sepatu secara tradisional diyakini memiliki aktivitas dapat memacu pertumbuhan rambut yaitu dari bunga dan daun kembang sepatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun kembang sepatu terhadap peningkatkan kualitas rambut anjing Kintamani. Terdapat 3 parameter yang diamati dalam penelitian ini; kekuatan rambut, kemilau rambut, dan kerontokan rambut anjing Kintamani. Penelitian ini menggunakan 30 sampel anjing Kintamani dan dilakukan secara random sampling (simple random sampling) yang diperoleh dari pemilik anjing yang berasal dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Sampel anjing akan dibagi menjadi 2 kelompok, dengan pembagian 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan lumatan daun kembang sepatu dan 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan shampoo anjing komersial. Setelah sampel dimandikan akan dilakukan pengujian perbandingan kualitas rambut anjing Kintamani. Pemberian lumatan daun kembang sepatu diberikan satu kali dalam seminggu selama 3 minggu. Pengujian diberikan 2 jam setelah anjing dimandikan. Pengujian dilakukan secara makroskopis dengan dilakukan seminggu sekali selama 21 hari pada ke-30 ekor anjing Kintamani tersebut. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistic nonparametrik Kruskal walis dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata kualitas rambut anjing yang menggunakan daun kembang sepatu dengan shampoo anjing komersial.

Kata kunci: Anjing Kintamani; daun kembang sepatu; kualitas rambut

Abstract

Dogs are pets that can easily adapt to humans. The first native Indonesian dog breed recognized by the Indonesian Kinology Association (PERKIN) is the Kintamani dog. Kintamani dogs are unique in their appearance, namely badong hair and gumba hair. Along with increasing public interest in maintaining Kintamani dogs, it is also necessary to pay attention to maintaining dog health. One of them is the health of the Kintamani dog's hair. Kintamani dog hair health can beautify or aesthetic, make the hair healthier and can maintain the health of the dog's skin. Hibiscus is traditionally believed to have activity that can stimulate hair growth, namely from flowers and leaves of hibiscus. The purpose of this study was to determine the effect of giving hibiscus leaves to improve the hair quality of Kintamani dogs. There are 3 parameters observed in this study; hair strength, hair shine, and hair loss of Kintamani dogs. This study used 30 samples of Kintamani dogs and conducted by simple random sampling obtained from dog owners from Bangli Regency, Bali Province. Samples of dogs

will be divided into 2 groups, with the division of 15 Kintamani dogs bathed with crushed hibiscus leaves and 15 Kintamani dogs bathed with commercial dog shampoo. After the sample is bathed, a comparison test of the hair quality of the Kintamani dog will be carried out. Giving crushed hibiscus leaves is given once a week for 3 weeks. The test is given 2 hours after the dog is bathed. The test was carried out macroscopically by being carried out once a week for 21 days on the 30 Kintamani dogs. The observed data were then analyzed using the Kruskal walis nonparametric statistical test and continued with the Wilcoxon test. The results showed that there was no significant difference in the hair quality of dogs using hibiscus leaves and commercial dog shampoo (Natural Septic).

Keywords: Hair quality; hibiscus leaves; Kintamani dog

PENDAHULUAN

Anjing merupakan hewan peliharaan yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan manusia, sehingga anjing banyak dijadikan sebagai teman kesayangan (Setyarini et al., 2013). Anjing Kintamani atau yang dikenal dengan sebutan anjing gembrong merupakan salah satu anjing ras pertama asli Indonesia yang diakui Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN), dan Fédération Cynologique Internationale (FCI) pada 26 Maret 2019. Habitat asli Anjing Kintamani berada di hutan sekitar gunung Batur, Kintamani. Keunikan anjing Kintamani terletak pada penampilannya, dimana anjing ini memiliki rambut badong yaitu rambut yang lebih panjang di bagian leher dan rambut gumba yaitu rambut yang lebih panjang di bagian punggung (Kurniawati et al., 2020). Seiring dengan semakin banyak minat masyarakat untuk memelihara anjing Kintamani maka pemeliharaan terhadap kesehatan anjing juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kesehatan rambut anjing Kintamani.

Kesehatan rambut anjing Kintamani sangat penting di perhatikan karena dapat mempercantik atau estetika, membuat rambut lebih sehat dan dapat menjaga kesehatan dari kulit anjing. Anjing yang sehat akan terlihat dari rambutnya yang berkilau. Kilauan yang terlihat adalah cerminan dari kesehatan keseluruhan pada anjing. Rambut anjing yang berkilau biasanya berasal dari minyak kulit. Minyak pada kulit dapat melapisi rambut dan memantulkan cahaya yang akan membuat rambut tampak bersinar. Minyak pada kulit

yang cukup akan membuat rambut anjing lebih terlihat sehat, akan tetapi tidak perlu minyak rambut yang terlalu banyak (Woodnutt Joana, 2021). Rambut yang kusam rapuh dan lemah berarti mengindikasikan anjing tidak mendapatkan vitamin atau nutrisi yang di butuhkan (Budiana, 2015). Pada umumnya rambut rontok dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan pengaruh hormon. Selain itu juga dapat disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi ke dalam rambut, radikal bebas, efek samping obat, stres, diet yang tidak sehat dan genetik (Soepardiman dan Legiawati, 2018).

Kembang sepatu secara tradisional diyakini memiliki aktivitas dapat memacu pertumbuhan rambut yaitu dari bunga dan daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) (Kumar dan Singh, 2012; Pathan et al., 2012). Kadar flavonoid yang terkandung dalam daun kembang sepatu diduga mempunyai aktivitas sebagai bakterisid yang dapat menekan pertumbuhan bakteri sehingga dapat mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Senyawa saponin yang dapat membentuk busa mampu membersihkan kulit dan kotoran serta sifatnya sebagai counteriritan dan polifenol sebagai keratolitik yaitu mencegah pengerasan kulit kepala dan merangsang pelepasan stratum corneum sehingga akan merangsang pertumbuhan rambut (Yuswantina et al., 2013).

Pemanfaatan sebagai bahan herbal lebih mudah dan ekonimis dibandingkan shampoo anjing pada umumnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk pengujian pemanfaatan daun kembang

sepatu terhadap peningkatan kualitas rambut dengan melakukan uji klinis pada anjing Kintamani dan kemudian dibandingkan dengan shampoo komersial.

METODE PENELITIAN

Objek Penelitian

Penelitian ini menggunakan sampel anjing Kintamani yang berjumlah 30 ekor anjing dan berusia diatas 6 bulan. Anjing Kintamani diperoleh dari pemilik anjing yang berasal dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen/percobaan. Survey anjing Kintamani dilakukan di daerah Bangli, Bali. Sampel anjing yang digunakan ada 30 ekor dan dilakukan secara simple random sampling. Sampel anjing dibagi menjadi 2 kelompok, dengan pembagian 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan lumatan daun kembang sepatu dan 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan shampoo anjing Natural Septic. Setelah sampel dimandikan akan dilakukan pengujian perbandingan kualitas rambut anjing Kintamani seperti kerontokan rambut, kemilau rambut dan kekuatan rambut. Pengujian dilakukan secara makroskopis    (menggunakan    mata

telanjang) yang dilakukan seminggu sekali selama 21 hari pada ke-30 ekor anjing Kintamani tersebut.

Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol atau kendali. Pada penelitian ini, variabel bebas adalah pemberian lumatan daun kembang sepatu dan shampoo anjing komersial (Natural Septic). Variabel terikat adalah kerontokan rambut, kilau rambut dan kekuatan rambut, sedangkan variabel kontrol atau kendalinya adalah jenis anjing, umur anjing.

Cara Pengumpulan Data

Pengamatan data dilakukan secara

makroskopis (secara langsung) selama memandikan dan merawat anjing Kintamani. Data diambil seminggu sekali hingga hari ke-21 bergantung ada atau tidaknya perubahan seperti kerontokan, kemilau rambut dan kekuatan rambut setelah sampel diberikan perlakuan.

Prosedur Penelitian

Pembuatan lumatan daun kembang sepatu dengan cara 500gram daun kembang sepatu yang masih segar (Hibiscus rosa-sinensis L.) dimasukkan ke dalam ember dan diberi air sekitar 500ml dengan menggunakan gayung. Daun yang digunakan yaitu semua jenis daun kembang sepatu baik daun pucuk dan tengah. Kemudian remas daun kembang sepatu hingga hancur dan mengeluarkan lendirnya. Setelah dirasa sudah air perasan sudah mengental, saring daun kembang sepatu beserta airnya dengan menggunakan saringan kedalam wadah. Lumatan daun kembang sepatu siap digunakan untuk memandikan anjing Kintamani.

Sebanyak 30 ekor anjing dibagi menjadi 2 perlakuan, dengan pembagian 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan lumatan daun kembang sepatu dan 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan shampoo anjing Natural Septic. Setelah dilakukan perlakuan (dimandikan), anjing dikeringkan dengan menggunakan handuk dan hairdryer hingga kering. Setelah rambut kering kemudian ditunggu selama 2 jam.

Anjing Kintamani dilakukan penyisiran rambut untuk mengamati kerontokan rambut. Proses penyisiran dilakukan dengan cara sisir sesuai dari arah rambut anjing. Untuk pengamatan kemilau rambut pada anjing dilakukan dengan cara memantulkan cahaya lampu senter dengan menggunakan cermin ke rambut anjing. Sedangkan untuk pengamatan terhadap kekuatan rambut dilakukan dengan cara menjambak menggunakan tangan yang menggenggam penuh pada dasar rambut. Ketiga parameter ini dilakukan di tiga lokasi berbeda antara lain daerah gumba,

daerah badong dan daerah belakang. Pencatatan       dilakukan       dengan

menggunakan skor sebagai berikut: Untuk kekuatan rambut anjing Kintamani: Skor 0: ada rambut anjing Kintamani

terlepas lebih dari 5 helai

Skor 1: ada rambut anjing Kintamani

terlepas 1 helai sampai 5 helai

Skor 2: tidak ada rambut anjing Kintamani terlepas

Untuk kemilau rambut anjing Kintamani: Skor 0: terlihat kusam tanpa ada pantulan cahaya

Skor 1: ada sedikit kilau pantulan cahaya Skor 2: sebagian besar rambut anjing Kintamani ada pantulan bercahaya

Untuk kerontokan rambut anjing Kintamani:

Skor 0: ada rambut terlepas lebih dari 5 helai

Skor 1: ada rambut terlepas antara 1 sampai 5 helai

Skor 2: tidak ada rambut terlepas ketika disir dengan sisir rambut

Analisis Data

Untuk mengetahui perbedaan dari perlakuan tersebut, data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji statistic nonparametrik Kruskal walis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon untuk membuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan diterima atau tidak.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil pengamatan anjing Kintamani yang diberi perlakuan dengan menggunakan lumatan daun kembang sepatu mengalami peningkatan kualitas. Peningkatan kualitas ini terjadi pada setiap minggunya di ke-3 parameter, yaitu kerontokan rambut, kemilau rambut dan kekuatan rambut. Hasil pengamatan perlakuan dengan menggunakan lumatan daun kembang sepatu disajikan seperti berikut.

Pada Tabel 1 diketahui bahwa adanya perubahan peningkatan kualitas rambut anjing Kintamani. Hasil tersebut didapat

dari rata-rata skor parameter antara lain, kerontokan rambut, kemilau rambut dan kekuatan rambut pada setiap minggunya. Hasil data tersebut kemudian akan dilanjutkan analisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis (Tabel 2). Pada hasil analisis uji Kruskal-Wallis, terdapat nilai 0,364 yang diperoleh dari perlakuan kerontokan rambut, nilai 0,806 dari perlakuan untuk kemilau rambut, dan nilai 0,689 dari perlakuan untuk kekuatan rambut. Dari hasil nilai yang diperoleh dari ketiga parameter tersebut memiliki nilai (P>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan nyata antara kelompok perlakuan yang menggunakan lumatan daun kembang sepatu dengan kelompok perlakuan yang menggunakan shampoo anjing komersial. Tidak adanya perbedaan tersebut dikarenakan kandungan yang dimiliki dari lumatan daun kembang sepatu yang shampoo anjing komersial memiliki manfaat yang sama untuk meningkatkan kualitas rambut anjing.

Pembahasan

Kadar flavonoid yang terkandung dalam daun kembang sepatu diduga mempunyai aktivitas sebagai bakterisida yang dapat menekan pertumbuhan bakteri sehingga dapat mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Senyawa saponin dapat membentuk busa yang berarti mampu membersihkan kulit dan kotoran serta sifatnya sebagai counteriritan dan polifenol sebagai keratolitik yaitu mencegah pengerasan kulit kepala dan merangsang pelepasan stratum corneum sehingga akan merangsang    pertumbuhan    rambut

(Yuswantina et al., 2013). Pada shampoo anjing komersial terdapat kandungan benzoyl peroxide digunakan sebagai antibakteri dan mikonazol nitrat efektif sebagai antijamur sekaligus antibakteri gram positif selain itu juga untuk meningkatkan pertumbuhan rambut. Pada lumatan daun kembang sepatu dan shampoo anjing komersial tersebut memiliki anti bakteri, maka sudah dipastikan bahwa dapat mengalami

perbaikan kualitas rambut anjing Kintamani seperti terhadap kekuatan dan kerontokan rambut.

Peningkatan kualitas rambut ini dilakukan supaya rambut anjiing lebih sehat sehingga anjing akan terlihat lebih menarik. Rambut yang kuat merupakan bentuk dari rambut yang sehat. Kekuatan rambut dipengaruhi oleh sehatnya struktur rambut sehingga tidak mudah terlepas ketika ditarik. Sesuai dengan fungsinya rambut yang tumbuh di kulit memiliki tiga struktur yaitu, scapus pilli, radix pilli, dan bulbus pilli (Muller et al., 2001).

Rambut yang tidak sehat memunculkan beberapa gejala pada rambut salah satunya yaitu rambut menjadi sangat kering yang kemudian menyebabkan rambut mudah rontok. Rambut yang tidak sehat juga dapat menghambat pertumbuhan rambut. Faktor yang mempengarui pertumbuhan rambut yaitu, folikel rambut. Setiap batang rambut yang mati akan digantikan oleh batang rambut yang baru. Kecepatan dan kesuburan pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh usia anjing, jumlah sinar matahari, temperatur lingkungan, jenis kelamin, hormon, nutrisi, alergi, penyakit kulit, dan lain-lain (Muller et al., 2001).

Herbal shampoo yang memiliki kandungan seperti polyphenol, flavonoid, saponin, vitamin, antioksidan, tannin, minyak volatil dan disertai antibakteria, antioksidan, anti rambut rontok akan membantu proses pembersihan dan membantu dalam pertumbuhan rambut sehat (Nair et al., 2022). Daun kembang sepatu antara lain memiliki kandungan seperti flavonoid, saponin, tanin yang dapat membesihkan kotoran pada rambut cukup baik. jika mempunyai daya bersih yang baik maka rambut yang awalnya tidak rata yang disebabkan oleh kotoran akan bersih dan permukaan rambut menjadi halus tanpa kotoran. Halusnya permukaan tersebut yang akan membuat rambut menjadi kemilau. Daun kembang sepatu kaya akan flavonoid, dimana komponen utama daun kembang sepatu adalah antosianin dan flavonoid, sianidin-

3,5-diglukosida, sianidin-3- sophorosida-5-glukosida, kuersetin-3-7- diglukosida, dan kuersetin-3-diglukosida yang dapat bermanfaat untuk melembutkan rambut (Jadhav et al., 2009).

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara lumatan daun kembang sepatu dan shampoo anjing komersial. Tidak adanya perbedaan nyata antara kedua bahan tersebut diduga karena anjing Kintamani yang digunakan sudah memiliki rambut yang sehat. Selain itu pengunaan shampoo dalam jangka waktu yang kurang lama dapat mempengaruhi hasil dari penelitian ini. Lumatan daun kembang sepatu dan shampoo anjing komersial dapat meningkatkan kualitas rambut anjing juga memiliki manfaat mengurangi kerontokan, menambah kemilau dan rambut menjadi lebih kuat. Tidak adanya perbedaan hasil penelitian ini dapat diindikasikan bahwa lumatan daun kembang sepatu mempunyai kualitas yang sama dengan shampoo anjing komersial dalam menjaga kesehatan rambut anjing Kintamani. Dengan demikian, lumatan daun kembang sepatu dapar dijadikan alternatif dalam perawatan rambut anjing Kintamani.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata antara pemakaian lumatan daun kembang sepatu dengan shampoo anjing komersial.

Saran

Dalam penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang penggunaan daun kembang sepatu dengan dosis yang berbeda terhadap anjing Kintamani dengan parameter perubahan kualitas rambut yang lebih baik dan penggunaan daun kembang sepatu yang layak simpan.

UCAPAN TERIMAKASIH

Ucapan terima kasih kepada pemilik anjing Kintamani yang bersedia

meminjamkan anjing untuk bahan penelitian serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Federation Cynologique Internationale. 2019.     Anjing     Kintamani-Bali.

Secretariat General: 13, Place Albert 1st B-6530.

Jadhav VM, Thorat RM, Kadam VJ, Sathe NS. 2009. Traditional medicinal uses of Hibiscus rosasinensi. J. Pharm. 2(8): 1220-1222.

Kumar A, Singh A. 2012. Review on Hibiscus rosasinensis. Int. J. Res. Pharm. Biomed. Sci. 3(2): 534-538.

Kurniawati NMA, Setiasih NLE, Suastika P. 2020. Struktur histologi   dan

histomorfometri kulit anjing   ras

Kintamani asal Bali. J. Vet. 21(4): 646653.

Muller SR, Foitzik K, Paus R, Handjiski B, Veen CVD, Eichmuller S, McKay IA, Stenn KS. 2001. A comprehensive guide for the accurate classification of murine hair follicles in distinct hair cycle stages. J. Investig. Dermatol. 117(1): 3-15.

Nair MM, Bhargava G, Kavitha PN,

Saraswati CD. 2022. Preparation and evaluation of herbal antidandruff shampoo. Nat. J. Pharm. Sci. 2(1): 1016.

Pathan A, Pathan M, Garud A. 2012. Effect of Hibiscus rosa-sinensis, Calotropis gigantea and polyherbal formulation on stress induced alopecia. Int. J. Pharm. Investig. 2(6): 20-29.

Santoso B, Budiana NS. 2015. Anjing. Agriflo. Jakarta.

Setyarini E, Putra D, Purnawan A. 2013. The analysis of comparison of expert system of diagnosing dog. Int. J. Comp. Sci. 10(2): 576-584.

Soepardiman L, Legiawati L. 2018, Kelainan rambut. Buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed. 7, Badan Penerbit FK UI. Jakarta.

Woodnutt J. 2021. How to get a shiny dog coat: A vet’s guide. Pets RADAR.

Yuswantina R, Yulianta OW, Fitri Z. 2013. Efek ekstrak daun talok (Muntingia calabura L.) terhadap daya tumbuh rambut kelinci jantan galur Australia.          Dissertations/Thesis:

Program Studi Farmasi STIKES Ngudi Waluyo.

Tabel 1. Hasil rerata pengukuran kualitas rambut anjing Kintamani

Perlakuan

Parameter   Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Rerata total

Lumatan Daun

Kembang Sepatu

Kerontokan        1.2       1.27       1.33         1.27

Kemilau          1.53       1.67       1.73         1.64

Kekuatan         1.13         1.2        1.4         1.24

Shampoo Anjing Komersial

Kerontokan        1.4        1.4       1.47         1.42

Kemilau           1.6       1.67       1.73         1.67

Kekuatan         1.07        1.2       1.33          1.2

Tabel 2. Hasil uji Kruskal-Wallis data skoring berdasarkan perlakuan terhadap anjing Kintamani

Parameter

Hasil Kerontokan Rambut

Hasil Kemilau Rambut

Hasil Kekuatan Rambut

Kruskal-Wallis H

0,824

0,060

0,160

Df

1

1

1

Asymp. Sig.           0,364            0,806            0,689

Keterangan: Df= degree of freedom, Asymp. Sig.= asymptotic significance (p<0,05)

388