PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR FINANSIAL DAN PERTUMBUHAN JUMLAH NASABAH KREDIT PADA PROFITABILITAS
on
ISSN : 2302 – 8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9.3 (2014) : 608-616
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR FINANSIAL DAN PERTUMBUHAN JUMLAH NASABAH KREDIT PADA
PROFITABILITAS
Made Ucca Pavitrin Koriawan1 Ni Gst. Putu Wirawati2
-
1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia e-mail: uccapavitrin@gmail.com/telp:+62 85 73 71 06 969
-
2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia
ABSTRAK
Kegiatan ekonomi pedesaan saat ini telah berkembang dengan pesat. Sejalan dengan semakin berkembangnya kegiatan ekonomi, transaksi antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana akan menjadi lebih mudah dengan kehadiran pihak perantara yang dikenal dengan lembaga keuangan, salah satunya adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, Struktur finansial dan pertumbuhan jumlah nasabah kredit pada Profitabilitas LPD Di Kabupaten Buleleng Periode 2009-2012 Untuk menjawab permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan 160 pengamatan dan teknik analisis data yaitu regresi linear berganda. Dari hasil pengujian diketahui bahwa ukuran perusahaan dan struktur finansial berpengaruh pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng, sedangkan pertumbuhan jumlah nasabah kredit tidak berpengaruh pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng.
Kata kunci: ukuran perusahaan, struktur finansial, nasabah kredit, profitabilitas
ABSTRACT
The current rural economic activity has grown by leaps and bounds. In line with the development of economic activities, transactions between parties who have surplus funds and the lack of funds that will become easier with the presence of intermediaries, known as financial institutions, one of which is the Village Credit Institutions (LPD). This study aimed to determine the effect of firm size, financial structure and increase the number of credit customers to Profitability LPD Buleleng Regency Period 2009-2012 In order to answer these problems this study used 160 samples of data and data analysis techniques, namely multiple linear regression. From the test results it is known that the size of the company and financial structures affect the profitability of LPD in Buleleng regency, while the increase in the number of credit customers had no effect on the profitability of LPD in Buleleng regency.
Keywords: company size, financial structure, customer.
PENDAHULUAN
Pentingnya peranan LPD sebagai menunjang perekonomian masyarakat desa menyebabkan kinerja LPD pada saat ini harus lebih mendapat perhatian. Penilaian kinerja LPD tidak lepas dari kemampuannya dalam menghasilkan laba (profitabilitas), yang merupakan salah satu indikator kinerja perusahaan (Samina, 2013). Laba dapat diperoleh dari pendapatan yang merupakan total manfaat yang dihasilkan oleh semua infrastuktur perusahaan (Bratland, 2010). Salah satu yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja bank adalah melalui laporan keuangan yaitu dengan melihat profitabilitas bank tersebut (Fifit, 2013). Dalam pengukuran kinerja perusahaan pada umumnya diproksikan dengan Return On Equity (ROE) dan Return On Asset (ROA) pada industri perbankan (Dwita dan Siti, 2013). Profitabilitas dapat menganalisa tingkat efisiensi LPD untuk menghasilkan keuntungan selama periode tertentu dengan modal yang dipergunakan.
Ukuran perusahaan dalam suatu perusahaan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Sebagaimana diketahui bahwa keuntungan merupakan indikator kinerja suatu entitas. Ukuran perusahaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar perusahaan tersebut dibandingkan perusahaan lainnya (Agustina, 2009). Ukuran perusahaan diduga mempengaruhi besaran pengelolaan laba perusahaan, dimana jika laba perusahaan tersebut merata, maka semakin besar ukuran peusahaan, semakin kecil pengelolaan labanya. Tetapi jika pengelolaan laba efisien, maka semakin besar ukuran
perusahaan dan semakin tinggi pula pengelolaan labanya (Albretch et al. 1990 dalam Siregar dan Utama, 2006).
Struktur keuangan atau struktur finansial merupakan perimbangan antara total hutang dengan modal sendiri. Dana pinjaman yang diberikan oleh LPD kepada masyarakat dapat bersumber dari modal sendiri yaitu modal yang dimiliki oleh LPD berupa modal donasi, cadangan modal, dan laba ditahan maupun dana yang bersumber dari pinjaman atau hutang berupa tabungan, simpanan berjangka maupun pinjaman dari bank atau LPD lain. Untuk mengukur seberapa besar LPD menggunakan modal sendiri atau hutang maka digunakan debt to equity ratio. Untuk memperoleh profit yang tinggi, hal yang harus diperhatikan oleh manajemen LPD yaitu pengelolaan pada aset yang sehat, pengelolaan fee base income yang kreatif, pengelolaan sumber dana yang efektif, serta pengelolaan pada biaya usaha yang efisien.
Selain ukuran perusahaan dan struktur finansial, pertumabuhan jumlah nasabah kredit juga sangat mempengaruhi profitabilitas suatu perusahaan. Pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) nasabah tersebut terdiri dari nasabah kredit, nasabah tabungan, dan nasabah deposito. Semakin banyak jumlah nasabah kredit yang melakukan transaksi di LPD, maka semakin tinggi pendapatan yang akan diterima oleh LPD yaitu berupa pendapatan bunga kredit ataupun sebaliknya. Jadi dengan peningkatan atau penurunan jumlah nasabah kredit akan berpengaruh pada angka dari laba usaha LPD tersebut yang pada nantinya juga akan mempengaruhi angka profitabilitas LPD tersebut.
Penelitian ini dilakukan pada LPD yang ada di Kabupaten Buleleng. Lokasi ini dipilih karena didukung oleh pendapat PLPDK Buleleng yang menyatakan LPD di Kabupaten Buleleng telah memiliki peranan yang penting dalam masyarakat desa adatnya dimana menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan dan penerimaan masyarakat dengan kemudahan persyaratan, cepat, dan dapat dijangkau oleh masyarakat. LPD Kabupaten Buleleng dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, namun berbagai kendala dan tantangan masih dihadapi dalam perkembangannya.
METO.DE PENELI.TIAN
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang ada di Kabupaten Buleleng. Lokasi ini dipilih karena didukung oleh pendapat PLPDK Buleleng yang menyatakan LPD di kabupaten Buleleng telah memiliki peranan yang penting dalam masyarakat desa adatnya dimana menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan dan penerimaan masyarakat dengan kemudahan persyaratan, cepat, dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Selain hal tersebut, dilihat dari segi kinerja keuangan khususnya dilihat dari total asset, pinjaman yang diberikan, deposito, modal dan laba dalam empat tahun terakhir perkembangan LPD di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatan.
Objek penelitian ini adalah Profitabilitas pada LPD di Kabupaten Buleleng. Dengan metode purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan dala.m penel.itian ini adalah sebanyak 40 LPD, dengan 160 pengamatan.
H.ASIL D.AN P.EMBAHASAN
Tabel 1. menunjukkan nilai sebesar 0,237 pada pengujian normalitas yang berarti bahwa data telah terdistribusi normal, selanjutnya pada pengujian multikolinearitas hasil yang diperoleh menunjukkan keseluruhan nilai telah memenuhi masing-masing persyaratn nilai tol > 0,1 dan VIF < 10. Nilai sebesar 1,751 pada pengujian autokorelasi berada diantara d-U dan 4-dU (1,74 < 1,751 < 2,26) maka ini berarti pada model regresi tidak terjadi gejala autokorelasi. Nilai pada pengujian heteroskedastisitas telah memenuhi persyaratan > 0,05 yang menunjukkan bahwa data terbebas dari masalah heteroskedastisitas.
Tabel 1.
Hasil Pengujian Asumsi Klasik
|
Variabel |
Normalitas |
Multikolinearitas |
Autokorelasi |
Heteroskedastisitas | |
|
Tolerance |
VIF | ||||
|
Uk.Perusahaan |
0,695 |
1,439 |
0,066 | ||
|
Struktur Finansial Pertumbuhan Nasabah |
0,237 |
0,695 0,999 |
1,438 1,001 |
1,751 |
0,942 0,622 |
Sumber: Olah Data
Tabel 2.
Ha.sil Analisis Regr.esi Lin.ear Berg.anda
|
Variabel |
Koefisien Regresi |
thitung |
Ttabel |
Hasil Uji t |
Sig |
|
Ukuran Perusahaan |
0,425 |
10,422 |
1,980 |
10,422 > 1,980 |
0,000 |
|
Struktur Finansial |
0,013 |
5,792 |
1,980 |
5,792 > 1,980 |
0,000 |
|
Pertumbuhan Nasabah |
0,066 |
0,835 |
1,980 |
0,835 > 1,980 |
0,405 |
|
Konstanta: -6,715 |
Y = -6,715 + 0,425 (X1) + 0,013 (X2) + 0,066 (X3) + e | ||||
|
Adjusted R Square : 0,652 | |||||
Sumber: Olah Data
Hasil analisis regresi linear berganda pada Tabel 2 menghasilkan nilai adjusted R square sebesar 0,652 yang berarti 65,2 persen profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng tahun 2009-2012 dipengaruhi oleh ukuran perusahaan, struktur finansial dan pertumbuhan jumlah nasabah kredit, sedangkan sisanya sebesar 34,8 persen dipengaruhi oleh varian variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Berdasarkan Tabel 2, Hasil pengujian hipotesis pertama (H1) menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 2009-2012. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat bahwa thitung 10,422 > ttabel 1,980, karena nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka H0 ditolak . ini berarti bahwa variabel ukuran perusahaan (X1) berpengaruh pada Profitabilitas pada LPD Kabupaten Buleleng. Sehingga menunjukkan bahwa peningkatan ukuran perusahaan akan menyebabkan terjadinya peningkatan profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng tahun 2009-2012. Berpengaruhnya ukuran perusahaan pada profitabilitas disebabkan karena semakin besar ukuran
perusahaan tersebut maka total aktiva dan pendapatan operasional LPD semakin tinggi dan akan meningkatkan profitabilitas LPD tersebut. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan teruji dan didukung oleh Hasil penelitian sebelumnya dari Dewi Sartika (2008) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh pada Profitabilitas.
Hasil pengujian hipotesis kedua (H2) menunjukkan bahwa variabel struktur finansial berpengaruh pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 2009-2012. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat bahwa nilai thitung 5,792 > ttabel 1,980, karena nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan struktur finansial akan menyebabkan terjadinya peningkatan profitabilitas pada LPD di Kabupaten Buleleng tahun 2009-2012. Struktur finansial berpengaruh pada profitabilitas karena LPD lebih menggunakan modal sendiri sebagai sumber dana yang akan mempengaruhi laba tahun bersangkutan daripada hutang. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan teruji dan didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Budayasa (2008) dan Andre (2007) yang mendapatkan hasil bahwa debt to equity ratio berpengaruh secara signifikan pada profitabilitas ekonomi.
Hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pertumbuhan jumlah nasabah kredit pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 2009-2012, Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat bahwa bahwa thitung 0,835 < ttabel 1,980, karena nilai thitung lebih kecil dari ttabel, maka H0 diterima .Sehingga hipotesis ketiga (H3) yang diajukan dalam
penelitian ini tidak terbukti. Hasil ini menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah nasabah kredit tidak berpengaruh pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng tahun 2009-2012. Hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Apriatna dalam Bintarini (2009) hal ini disebabkan karena pertumbuhan jumlah nasabah kredit disuatu LPD tidak disertai dengan peningkatan jumlah kredit yang dikeluarkan. Dilain sisi terjadinya kredit macet juga menjadi kendala suatu LPD yang menyebabkan profitabilitas di LPD tersebut menurun.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh positif pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 2009-2012, Struktur finansial berpengaruh positif pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 2009-2012, Pertumbuhan jumlah nasabah kredit berpengaruh negatif pada profitabilitas LPD di Kabupaten Buleleng periode 20092012.
LPD sebaiknya meningkatkan ukuran perusahaan agar mendapatkan profitabilitas yang lebih tinggi. Selain itu, peningkatan total hutang dalam struktur finansial akan menyebabkan peningkatan profitabilitas. Penelitian ini hendaknya lebih disempurnakan lagi bagi peneliti selanjutnya, misalnya menggunakan jumlah nasabah kredit dalam bentuk rupiah.
REFERENSI
Agustina. Linda. 2009. Pengaruh karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Informasi Keuangan Pada Website Perusahaan. Jurnal Dinamika Akuntansi, vol.1, No.2.
Biantarini, Ni Made. 2009. Pengaruh Jumlah Kredit dan Nasbah Terhadap Laba LPD (Studi Kasus di Kecamatan Kuta Selatan tahun 2004-2007). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Denpasar.
Bratland, Jhon. 2010. Capital Concepts as Insights into the Maintenance and Neglect of Infratruckture. The Independent Review. Oakland. 15 (1):h:36.
Budayasa, I Made. 2008. Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Efektivitas Pengelolaan Hutang, Struktur Finansial, dan Tingkat Kredit yang Disalurkan terhadap Rentabilitas Ekonomis pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kota Denpasar Periode 2005-2007. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Dwita Ayu, Siti Aisjah, Sumiati, 2013. “Effect of Managerial Ownership, Financial Leverage, Profitability, Firm Size, and Investment Opportunity on Dividend Policy and Firm Value”. Research Journal of Finance and Accounting, Postgraduate Program, Faculity of Economic and Bussiness, Brawijaya University.
Fifit Syaiful, 2013. “ Pengaruh Risiko Kredit dan Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Padang.
Samina Riaz, 2013. Profitability Determinants of Commercial Banks in Pakistan. Proceeding of 6th International Bussiness and Social Sciences Research Conference.
Sartika, Dewi. 2012. Analisis PEngaruh Ukuran Perusahaan, Kecukupan Modal, Kualitas Aktiva Produktif Dan Likuiditas Terhadap Return On Assets (ROA). Skripsi Sarjana Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Makassar.
Siregar, N.P Silvia Veronica dan Siddharta Utama. 2006. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan Dan Praktek Corporate Governance Terhadap Pengelolaan Laba (Earnings Management). Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 9, No.3, hal 307-326.
616
Discussion and feedback