Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada LPD Di Kecamatan Denpasar Utara
on
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA LPD DI KECAMATAN DENPASAR UTARA
Ni Kadek Ayu Perbarini Gede Juliarsa
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia Email : [email protected]
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia
ABSTRAK
Sistem informasi sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu organisasi, diantaranya organisasi Lembaga Perkreditan Desa. Lembaga Perkreditan Desa di Kecamata Denpasar Utara sudah menerapkan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer. Penelitian ini menerapkan teknik analisis regresi linier berganda, dengan uji asumsi klasik dan dilengkapi dengan pengujian instrumen. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Keterlibatan Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi dan Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi. Kemampuan Teknik Personal memiliki pengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi dan Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi. Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi, dan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yang diproksikan pada Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi.
Kata kunci: Kepuasan Pemakai Sistem, Pemakaian Sistem
ABSTRACT
The information system is very important in the success of an organization, such as organizational Lembaga Perkreditan Desa. Lembaga Perkreditan Desa in Denpasar Utara District has implemented Accounting Information Systems - computer based. This study used multiple linear regression analysis techniques, classical assumption test and equipped with testing instruments. The results of the analysis concluded that the User Involvement, Top Management Support, Education and Training has a significant influence on the performance of Accounting Information System are proxied on Accounting Information System User and Usage Satisfaction. Personal Capability Engineering has a positive but not significant effect on the performance of Accounting Information System are proxied by the Accounting Information System User and Usage Satisfaction. Formalization Development of a significant effect on the performance of Accounting Information System proxied on User Satisfaction, and no significant positive effect on the performance of Accounting Information System are proxied to the use of Accounting Information System.
Keywords: System User Satisfaction, System Usage
PENDAHULUAN
Sistem informasi sangat penting dalam lembaga guna menunjang kelancaran kinerja lembaga, termasuk pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD di Kecamatan Denpasar Utara telah menggunakan SIA berbasis komputer dengan tujuan dapat menghasilkan kinerja yang maksimal. Indikator dalam menentukan baik buruknya kinerja dari sebuah sistem informasi dapat dilihat melalui kepuasan pemakai SIA dan pemakaian SIA (Sugiharto, 2001 dalam Tjhai Fung Jen, 2002). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor dukungan manajemen puncak, kemampuan teknik personal, formalisasi pengembangan sistem, keterlibatan pemakai sistem, serta program pelatihan dan pendidikan mempunyai pengaruh secara serempak dan parsial terhadap kinerja SIA di LPD Kecamatan Denpasar Utara.
Bodnar (2006:3) SIA merupakan kumpulan sumber daya, seperti peralatan dan manusia, yang dibuat untuk mengolah data keuangan beserta data lainnya ke dalam informasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA meliputi dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem, kemampuan teknik personal, kepuasan pemakai, pemakaian SIA, keterlibatan pemakai SIA, serta program pelatihan dan pendidikan.
Penelitian yang dilakukan Tjhai Fung Jen (2002) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi” memperoleh hasil pengujian proses pengembangan sistem, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, ukuran organisasi memiliki hubungan positif dengan kinerja SIA dari segi kepuasan pemakai dan pemakaian sistem, sedangkan formulasi pengembangan sistem
berhubungan negatif dengan pemakaian sistem. Penelitian yang dilakukan oleh Acep Komara (2005) “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi” mendapatkan hasil keterlibatan pemakai, kapabilitas personal ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembang sistem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SIA. Tidak terdapat perbedaan kinerja antara perusahaan yang memiliki komite pengendalian SIA, program pendidikan dan pelatihan dengan perusahaan yang tidak memiliki komite pengendalian SIA, program pendidikan dan pelatihan. Ada perbedaan kinerja kepuasan pengguna antara perusahaan yang memiliki lokasi departemen terpisah dengan perusahaan yang lokasi departemen sistemnya tidak terpisah.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada LPD di Kecamatan Denpasar Utara yang menggunakan SIA berbasis komputer. Objek penelitian ini adalah kinerja SIA pada LPD di Kecamatan Denpasar Utara tahun 2012. Terdapat beberapa variabel dalam penelitian ini yaitu; 1) variabel terikat meliputi: Kepuasan Pemakai SIA (Y1), Pemakaian SIA (Y2), dan 2) variabel bebas meliputi: Keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA (X1), Kemampuan Teknik Personal (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3), Formalisasi Pengembangan SIA (X4), Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai (X5). Menggunakan data kuantitatif berupa hasil (skor) kuesioner, dan data kualitatif berupa elemen-elemen pertanyaan pada kuesioner. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa jawaban dari responden atas
pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner, dan data sekunder berupa data mengenai daftar nama-nama LPD yang menggunakan SIA berbasis komputer di Kecamatan Denpasar Utara. Responden yang diminta persepsinya adalah semua pegawai LPD Denpasar Utara yang menggunakan SIA berbasis komputer.
Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2002:115). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2004:73). Pemilihan sampel pada penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pemilihan sampel menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2004:78).
Pengujian instrumen dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Syarat suatu kuesioner memenuhi validitas adalah jika korelasi antara butir dengan skor total tersebut positif dan besarnya 0,30 keatas (Sugiyono, 2004:124), sedangkan syarat instrumen dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha > 0,60 maka instrumen yang digunakan reliabel (Imam Ghozhali, 2002:42)
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi: 1) Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen terdistribusi normal atau tidak. Model regresi dikatakan baik jika berdistribusi normal atau mendekati normal, 2) Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara variabel bebas. Multikolinearitas tidak terjadi apabila nilai toleransi > 10% atau variance factor (VIF) < 10 (Imam Ghozali,
2002:57), 3) Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi apakah model regresi terdapat perbedaan varians (model Glesjer).
Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat yang ditunjukkan oleh persamaan berikut:
Y1 = α + β1X1 + β2X2+ β3X3+ β4X4+ β5X5+ e ………….(1)
Y2 = α + β1X1 + β2X2+ β3X3+ β4X4+ β5X5+ e ………….(2)
Hipotesis regresi linier berganda dibuktikan dengan melakukan uji secara serempak (uji F) yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat, dan uji secara parsial (uji t) yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Syarat kuesioner dikatakan valid apabila korelasi masing-masing skor dengan
total skor posif dan besarnya lebih dari 0,30 (Sugiyono, 2004:124). Berikut ini adalah tabel hasil uji validitas:
Hasil Uji Validitas
No |
Variabel |
Item Pertanyaan |
Koefisien Korelasi |
Keterangan |
1. |
Kepuasan Pemakaian SIA (Y1) |
P1 |
0,671 |
Valid |
P2 |
0,535 |
Valid | ||
P3 |
0,515 |
Valid | ||
P4 |
0,672 |
Valid | ||
P5 |
0,568 |
Valid | ||
P6 |
0,697 |
Valid | ||
P7 |
0,517 |
Valid | ||
P8 |
0,462 |
Valid | ||
P9 |
0,517 |
Valid | ||
P10 |
0,422 |
Valid | ||
2. |
Pemakaian SIA (Y2) |
P1 |
0,709 |
Valid |
P2 |
0,631 |
Valid | ||
3. |
Keterlibatan Pemakai (X1) |
P1 |
0,874 |
Valid |
P2 |
0,777 |
Valid | ||
4. |
Kemampuan Teknik (X2) |
P1 |
0,918 |
Valid |
P2 |
0,865 |
Valid | ||
5. |
Dukungan Manajemen Puncak (X3) |
P1 |
0,685 |
Valid |
P2 |
0,732 |
Valid | ||
P3 |
0,803 |
Valid | ||
P4 |
0,763 |
Valid | ||
P5 |
0,772 |
Valid | ||
6. |
Formalisasi Pengembangan SIA (X4) |
P1 |
0,853 |
Valid |
P2 |
0,830 |
Valid | ||
P3 |
0,865 |
Valid | ||
P4 |
0,697 |
Valid | ||
P5 |
0,860 |
Valid | ||
7. |
Program Diklat (X5) |
P1 |
0,786 |
Valid |
P2 |
0,726 |
Valid | ||
P3 |
0,726 |
Valid |
Tabel di atas menunjukkan skor pada masing-masing variabel adalah valid, karena tiap skor lebih dari 0,30.
Syarat suatu variabel dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha lebih dari 0,60 (Imam Ghozhali, 2002:42), disajikan pada table berikut:
Tabel 2.
Hasil Uji Reliabilitas
No. |
Variabel |
r Alpha | ||
r Alpha |
Tabel |
Keterangan | ||
1. |
Kepuasan pemakaian SIA (Y1) |
0,826 |
0,60 |
Reliabel |
2. |
Pemakaian SIA (Y2) |
0,792 |
0,60 |
Reliabel |
3. |
Keterlibatan pemakai (X1) |
0,792 |
0,60 |
Reliabel |
4. |
Kemampuan teknik (X2) |
0,733 |
0,60 |
Reliabel |
5. |
Dukungan MJ puncak (X3) |
0,793 |
0,60 |
Reliabel |
6. |
Formalisasi P. SIA (X4) |
0,861 |
0,60 |
Reliabel |
7. |
Program Diklat (X5) |
0,652 |
0,60 |
Reliabel |
Tabel di atas menunjukkan hasil yang reliabel, karena skor masing-masing variabel lebih dari 0,60.
Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, dikatakan
berdistribusi normal apabila signifikansi lebih dari alpha 0,05 (Imam Ghozali, 2006:115). Hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut:
Hasil Uji Normalitas Persamaan 1
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual | ||
N |
40 | |
Normal Parameters a,b |
Mean |
,0000000 |
Std. Dev iation |
,91401254 | |
Most Extreme |
Absolute |
,082 |
Differences |
Positiv e |
,075 |
Negative |
-,082 | |
Kolmogorov-Smirnov Z |
,521 | |
Asy mp. Sig. (2-tailed) |
,949 |
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Tabel diatas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,949 yang mempunyai arti
bahwa data terdistribusi secara normal, karena signifikansi K-S lebih dari alpha 0,05.
Tabel 4.
Hasil Uji Normalitas Persamaan 2
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual | ||
N |
40 | |
Normal Parameters a,b |
Mean |
,0000000 |
Std. Dev iation |
,28164629 | |
Most Extreme |
Absolute |
,094 |
Differences |
Positive |
,094 |
Negative |
-,083 | |
Kolmogorov-Smirnov Z |
,596 | |
Asy mp. Sig. (2-tailed) |
,870 |
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Tabel diatas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,870 yang mempunyai arti
bahwa data terdistribusi secara normal, karena signifikansi K-S lebih dari alpha 0,05.
Syarat variabel terbebas dari multikolinearitas jika nilai tolerance lebih 10%
atau VIF kurang dari 10, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.
Hasil Uji Multikolinearitas
Kepuasan Pemakaian Pemakaian SIA (Y2) SIA (Y1) | |
No. |
Variabel Collinearity Statistics Collinearity Statistics Tolerance VIF Tolerance VIF |
1. |
Keterlibatan pemakai(X1) 0,501 1,996 0,501 1,996 |
2. |
Kemampuan teknik (X2) 0,652 1,534 0,652 1,534 |
3. |
Dukungan Mj.Punck (X3) 0,429 2,332 0,429 2,332 |
4. |
Formalisasi P. SIA (X4) 0,410 2,440 0,410 2,440 |
5. |
Program Diklat (X5) 0,836 1,196 0,836 1,196 |
Tabel di atas menunjukkan nilai tolerance lebih dari 10% dan nilai VIF kurang dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas.
Syarat variabel tidak terjadi Heteroskedastisitas dapat diketahui apabila signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05. Hasil uji heteroskedatisitas dapat dilihat pada table berikut:
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Kepuasan Pemakaian |
Pemakaian SIA (Y2) | ||||
No. |
Variabel |
SIA (Y1) | |||
t Hitung |
Sig |
t Hitung |
Sig | ||
1. |
Keterlibatan pemakai (X1) |
-1,342 |
0,189 |
-0,785 |
0,869 |
2. |
Kemampuan teknik (X2) |
1,299 |
0,203 |
0,459 |
0,649 |
3. |
Dukungan MJ puncak (X3) |
0,195 |
0,847 |
-0,347 |
0,731 |
4. |
Formalisasi P. SIA (X4) |
0,500 |
0,620 |
1,391 |
0,173 |
5. |
Program Diklat (X5) |
-0,752 |
0,458 |
-1,319 |
0,196 |
Tabel 6 menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari heteroskedastisitas karena semua nilai signifikansi variabel bebas lebih dari alpha 0,05.
Tabel 7.
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Kepuasan Pemakai SIA |
Pemakaian SIA | |||||
Variabel |
Koef. |
t |
Sig. t |
Koef. |
t |
Sig. t |
regresi |
test |
regresi |
test | |||
Constant |
2,748 |
1,291 |
0,205 |
0,650 |
0,990 |
0,329 |
Keterlibatan pemakai (X1) |
0,738 |
5,042 |
0,000 |
0,124 |
2,749 |
0,009 |
Kemampuan teknik (X2) |
0,277 |
1,757 |
0,088 |
0,026 |
0,529 |
0,600 |
Dukungan MJ puncak (X3) |
0,826 |
8,090 |
0,000 |
0,074 |
2,363 |
0,024 |
Formalisasi P. SIA (X4) |
0,240 |
2,746 |
0,010 |
0,007 |
0,249 |
0,805 |
Program Dik Lat (X5) |
0,696 |
4,823 |
0,000 |
0,206 |
4,635 |
0,000 |
Adjusted (R)2 |
0,923 |
0,626 |
F hitung |
95,133 |
14,081 |
Sigifikan F |
0,000 |
0,000 |
Tabel di atas diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y1 = 2,748 + 0,738 X1 + 0,277 X2 + 0,826 X3 + 0,240 X4 + 0,696 X5 ……..(1)
Y2= 0,650 + 0,124 X1 + 0,026 X2 + 0,074 X3 + 0,007 X4 + 0,206 X5 ….….(2)
Persamaan satu diketahui variabel X1--X5, berpengaruh positif terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan kepuasan pemakai SIA. Nilai koefisien determinasi Adjusted (R)2 untuk model regresi pertama adalah 0,923, hal ini berarti 92,3 % perubahan yang terjadi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas X1—X5. Sedangkan sisanya (100% - 92,3 % = 7,70%) dijelaskan oleh sebab lain di luar model.
Persamaan kedua diketahui variabel X1-- X5 berpengaruh positif terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan pemakaian SIA. Nilai adjusted (R)2 untuk model regresi kedua adalah 0,626. Hal ini berarti 62,6% perubahan yang terjadi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas X1—X5 sedangkan sisanya (100% - 62,6% = 37,4%) dijelaskan oleh sebab lain diluar model.
Hasil Uji F Model Pertama
AN OVAb
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. | |
1 |
Regression |
455,819 |
5 |
91,164 |
95,133 |
,000a |
Residual |
32,581 |
34 |
,958 | |||
Total |
488,400 |
39 |
a. Predictors: (Constant), Program Diklat, Dukungan Manajemen Puncak, Kemampuan Teknik Personal, Keterlibatan Pemakai, Formalisasi pengembangan
b. Dependent Variable: Kepuasan Pemakaian SIA
Tabel diatas menunjukkan nilai F hitung 95,133 > F tabel 2,641 dan signifikansi 0,000 < alpha 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, ini berarti variabel X1--X5 berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai SIA.
Tabel 9.
Hasil Uji F Model Kedua
AN OVAb
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
1 Regression |
6,406 |
5 |
1,281 |
14,081 |
,000a |
Residual |
3,094 |
34 |
,091 | ||
Total |
9,500 |
39 |
a. Predictors: (Constant), Program Diklat, Dukungan Manajemen Puncak, Kemampuan Teknik Personal, Keterlibatan Pemakai, Formalisasi pengembangan
b. Dependent Variable: Pemakaian Sistem
Hasil uji F untuk model dua menunjukkan F hitung 14,081 > F tabel 2,641
dengan tingkat signifikansi 0,000 < α 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, ini
berarti variabel X1, X2, X3, X4, X5 berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Pemakaian SIA.
Tabel 10.
Perbandingan t Hitung dengan t Tabel
Kepuasan Pemakai SIA |
Pemakaian SIA | |||||
Variabel |
t |
t |
Sig.t |
t |
t |
Sig.t |
hitung |
tabel |
hitung |
tabel | |||
Keterlibatan pemakai (X1) |
5,042 |
2,030 |
0,000 |
2,749 |
2,030 |
0,009 |
Kemampuan teknik (X2) |
1,757 |
2,030 |
0,088 |
0,529 |
2,030 |
0,600 |
Dukungan Mj.puncak(X3) |
8,090 |
2,030 |
0,000 |
2,363 |
2,030 |
0,024 |
Formalisasi P. SIA (X4) |
2,746 |
2,030 |
0,010 |
0,249 |
2,030 |
0,805 |
Program Diklat (X5) |
4,823 |
2,030 |
0,000 |
4,635 |
2,030 |
0,000 |
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa: 1) Keterlibatan Pemakai berngaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakaian SIA dan Pemakaian SIA, 2) Kemampuan Teknik Personal tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA, 3) Dukungan Manajemen Puncak berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA, 4) Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan terhadap Kepuasan Pemakai SIA, tetapi tidak berpengaruh pada kinerja SIA yang diproksikan dengan Pemakaian SIA, 5) Program Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan secara serempak variabel Keterlibatan Pemakai (X1), Kemampuan Teknik Personal (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3), Formalisasi Pengembangan Sistem (X4), serta Program Pendidikan dan Pelatihan (X5) berpengaruh signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Denpasar Utara. Secara parsial Keterlibatan Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pelatihan dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA. Kemampuan Teknik Personal memiliki pengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan dengan Kepuasan Pemakai SIA dan Pemakaian SIA. Formalisasi Pengembangan Sistem berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Kepuasan Pemakai SIA, dan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja SIA yang diproksikan pada Pemakaian SIA.
Saran untuk variabel Keterlibatan Pemakai Sistem, Dukungan Manajemen Puncak, Program Pendidikan dan Pelatihan memperoleh hasil yang signifikan, dapat diasumsikan bahwa ketiga variabel ini bisa dipakai untuk penelitian berikutnya yang sejenis. Kemampuan Teknik Personal sangat perlu diperhatikan dan ditingkatkan terutama yang berhubungan dengan sistem informasi dan teknik analisis yang berhubungan dengan lembaga. Formalisasi Pengembangan Sistem perlu diimbangi dengan sumber daya manusianya agar tidak terjadi kejenuhan dalam pemakaian
sistem tersebut.
REFERENSI
Acep Komara.2005. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. SNA VIII Solo, 15-16.
Bodnar, George H dan William S Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi kesembilan. Jakarta, Salemba Empat.
Ghozali, imam.2006. Aplikasi Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang, Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Indrianto, Nur dan Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi pertama yogyakarta : BPFE.
Sugiyono. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta
Sugiharto. 2001. “Influence Factors Affecting The Performance Of Accounting Information System”. Gajah Mada International Journal of Business Volume III No. 2.
Tjhai Fung Jen.2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Dalam Jurnal Bisnis dan Akuntasi 4(2), h:135-154.
Discussion and feedback