Arc. Com. Health • desember 2018

ISSN: 2527-3620                                                                           Vol. 5 No. 2 : 26 - 32

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEINGINAN SUAMI DARI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI DI KECAMATAN

DENPASAR SELATAN TAHUN 2017

Kadek Diah Wulandari*, Ketut Hari Mulyawan, Desak Nyoman Widyantini Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana *Email: [email protected]

ABSTRAK

Kota Denpasar merupakan salah satu daerah yang memiliki akseptor Keluarga Berencana (KB) pria (vasektomi) terendah di Provinsi Bali dengan akseptor rate tahun 2015 sebesar 0,0013. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan keinginan suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap metode kontrasepsi vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017. Penelitian ini merupakan cross sectional deskriptif yang dilakukan pada suami dari pasangan usia subur (PUS) di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2017 sebanyak 62 sampel yang memenuhi kriteria menjadi akseptor vasektomi, yang dipilih secara multistage random sampling dari 326 pasangan usia subur (PUS) yang berdomisili di 10 desa/kelurahan di Kecamatan Denpasar Selatan. Data pengetahuan, sikap dan keinginan menggunakan metode wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 9,7% suami dari pasangan usia subur (PUS) berkeinginan menjadi akseptor vasektomi, sebanyak 66,1% memiliki pengetahuan kurang dan sebanyak 72,6% memiliki sikap positif terhadap kontrasepsi vasektomi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan yang rendah dan tidak berkeinginan terhadap metode kontrasepsi vasektomi Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya BKKBN dapat memberikan sasaran penyuluhan yang lebih mengkhusus kepada masyarakat dengan kelompok umur 35-45 tahun dan diharapkan dapat memberikan informasi sedini mungkin tentang kontrasepsi vasektomi bagi pasangan suami istri.

Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keinginan, Metode Kontrasepsi Vasektomi, Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS)

ABSTRACT

Denpasar City is one of the regions that has the lowest male family planning (KB) acceptor (vasectomy) in Bali with an acceptor rate of 0.0013 in 2015. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes and desires of husbands of fertile age couples (PUS) to vasectomy contraceptive methods in the South Denpasar District in 2017. This study use a descriptive cross sectional study conducted on husbands of fertile age couples (PUS) in the District area South Denpasar in 2017 as many as 62 samples that met the criteria of being a vasectomy acceptor, were selected by multistage random sampling from 326 fertile age couples (PUS) who are domiciled in 10 villages / sub-districts in South Denpasar District. Knowledge data, attitudes and desires using the interview method and analyzed descriptively. The results showed 9.7% of husbands of fertile age couples (PUS) wanted to be vasectomy acceptors, 66.1% had less knowledge and 72.6% had positive attitudes towards vasectomy contraception. From this study it can be concluded that more than half of respondents have low knowledge and do not wish to have vasectomy contraception methods. It is expected that health workers, especially BKKBN, can provide counseling targets that are more specific to people in the age group of 35-45 years and are expected to provide information as early as possible about vasectomy contraception for married couples.

Keywords: Knowledge, Attitude, Desire, Vasectomy Contraception Method, Husband of a Fertile Age Partner (PUS)

PENDAHULUAN

Kota Denpasar merupakan salah satu daerah yang memiliki akseptor Keluarga Berencana (KB) pria terendah di Provinsi Bali dan ada kecenderungan penurunan jumlah akseptor dalam dua tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan Kabupaten lain seperti Tabanan yang juga memiliki jumlah

akseptor KB pria yang rendah. Tahun 2015 jumlah akseptor KB vasektomi di Kota Denpasar sebesar 96 akseptor, dari total akseptor KB di Kota Denpasar sebesar 69.786 akseptor dengan cakupan sebesar 5%. Dalam beberapa tahun terakhir di Kota Denpasar terjadi penurunan akseptor KB vasektomi dibandingkan akseptor KB

kondom. Tahun 2014 jumlah akseptor KB aktif pria sebesar 76.805 akseptor dengan 4,4% adalah pengguna akseptor KB kondom dan hanya 0,1% yang merupakan akseptor vasektomi (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2015)

Kota Denpasar merupakan salah satu wilayah yang memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi dan cenderung mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015 Badan Pusat Statistik Kota Denpasar mencatat jumlah penduduk di Kota Denpasar sebesar 880.600 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,97%, dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebesar 86.175 penduduk. Kepesertaan akseptor KB masih didominasi oleh jenis KB wanita, seperti IUD (Intra Uterine Device), implant, MOW, suntik dan pil dibandingkan metode kontrasepsi pria, seperti vasektomi dan kondom (Badan Pusat Statistik Kota Denpasar, 2015). Pada tahun 2015 Kecamatan Denpasar Selatan merupakan salah satu daerah yang jumlah akseptor vasektomi yang rendah, yaitu hanya sebesar 10 akseptor (0,10%) dari 17.478 akseptor dibandingkan dengan kecamatan lain di Kota Denpasar seperti Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar Barat dan Denpasar Timur

Banyak faktor yang mempengaruhi masih rendahnya cakupan akseptor vasektomi, diantaranya masih banyak masyarakat yang mempunyai persepsi yang salah tentang vasektomi, yaituvasektomi dapat berdampak terhadap fungsi seksual (disfungsi seksual), selain itu adanya persepsi tindakan operasi yang menyeramkan,

vasektomi sama dengan infertil (mandul), dapat membuat pria impotensi, dapat menurunkan gairah seksual (libido), membuat pria tidak bisa ejakulasi, pria atau suami dapat dengan mudah untuk selingkuh dan beberapa pria cemas terhadap prosedur pelaksanaan vasektomi. Ada anggapanpula bahwa pria yang sudah di vasektomi akan kehilangan gairah seksual, padahal yang berbeda setelah vasektomi hanya sperma tidak keluar saat ejakulasi, untuk mencegah terjadinya kehamilan.Padahal metode ini merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif dan aman untuk mencegah kehamilan. Kurangnya sosialisasi menyebabkan pemahaman tentang vasektomi keliru sehingga pria yang melakukan vasektomi-pun rendah (Fitri, Mir’atul. dkk, 2012) Faktor pengetahuan pasangan usia subur (PUS) memiliki peranan penting terhadap keikutsertaan dalam kontrasepsi vasektomi. Berdasarkan penelitian di Kecamatan Rancaekek Tahun 2012 tentang vasektomi sebanyak 26,5% yang memiliki pengetahuan yang baik tentang vasektomi (Nurrita, dkk, 2012). Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang “Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keinginan Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi Di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017”

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Data dikumpulkan pada suatu waktu tertentu untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tertentu. Penelitian

ini dilaksanakan di Kecamatan Denpasar Selatan, dimana akan diambil beberapa pasangan usia subur (PUS) di masing-masing Wilayah Kerja Puskesmas di Denpasar Selatan secara acak atau random. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu Bulan Maret sampai dengan April 2017.

Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling yaitu sistem pengambilan sampel yang dilakukan secara bertingkat dan dilakukan dengan melakukan    pengundian    sehingga

didapatkan dari empat puskesmas di

Kecamatan   Denpasar   Selatan, dua

puskesmas  diantaranya  dipilih secara

random menjadi sampel yang masing-

masing mewilayahi dua desa atau kelurahan. Desa atau kelurahan tersebut antara lain Desa Sidakarya, Kelurahan Panjer, Kelurahan Renon dan Kelurahan Sanur. Masing-masing desa atau kelurahan dipilih secara random dua banjar atau Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik

dusun, antara lain Banjar Kerta Dalem, Banjar Dukuh Mertajati, Banjar Antap, Banjar Kangin, Banjar Kaja, Banjar Tengah, Banjar Gulingan dan Banjar Taman. Masing-masing banjar atau dusun diperoleh tujuh sampai delapan responden yang diperoleh melalui data di masing-masing desa atau kelurahan. Data pasangan usia subur (PUS) diperoleh melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di masing-masing Wilayah Kerja Puskesmas. Ketentuan jika tidak bersedia menjadi responden dilakukan teknik substitusi dengan cara random di kantor desa masing-masing wilayah.

HASIL

Karakteristik Responden

Berdasarkan data yang didapat, karakteristik responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) di

Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017

Karakteristik responden

Frekuensi (n=62)

Persentase (%)

Umur suami

35-45 th

47

75,8

46-55 th

15

24,2

Pendidikan

Perguruan Tinggi

20

32,3

SMA

42

67,7

Pekerjaan

PNS

4

6,5

Pegawai Swasta

41

66,1

Wiraswasta

14

22,6

Tidak Bekerja

3

4,8

Informasi

Pernah

45

72,6

Tidak pernah

17

27,4

Tabel 1 memperlihatkan bahwa dari 62     berumur 35-45 tahun sebesar 75,8%,

suami dari pasangan usia !

subur (PUS)     karakteristik

pendidikan SMA sebesar

yang  menjadi  responden,

mayoritas     67,7%, karakteristik pekerjaan pegawai


swasta sebesar 66,1% dan sebanyak 72,6% pernah mendengar informasi tentang kontrasepsi vasektomi.

Keinginan Suami Dari Pasangan Usia Subur (PUS)

Keinginan suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap metode kontrasepsi vasektomi yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Keinginan Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi Tahun 2017

Keinginan               Frekuensi              Persentase (%)

Ya                             6

Tidak                            56

9,7

90,3

Total                      62

100

Hasil  penelitian  yang  dilakukan,

berdasarkan tabel 2 sebanyak 90,3% tidak memiliki  keinginan menjadi  akseptor

vasektomi.

Pengetahuan Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS)

Pengetahuan suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap metode kontrasepsi

vasektomi yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pengertian vasektomi, persyaratan tindakan vasektomi, prosedur tindakan vasektomi, keuntungan dan kelemahan tindakan vasektomi. Adapun pengetahuan suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap metode kontrasepsi vasektomi adalah sebagai berikut:

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Suami dari Pasangan Usia Subur

(PUS) Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi Tahun 2017

Pengetahuan

Frekuens

i              Persentase (%)

Baik

21

33,9

Kurang

41

66,1

Total

62

100

Hasil dari penelitian yang dilakukan,

subur  (PUS) berdasarkan pengetahuan

berdasarkan Tabel 3 bahwa sebagian besar

terhadap metode kontrasepsi vasektomi

responden memiliki pengetahuan

kurang

berdasarkan karakteristik responden dalam

terhadap kontrasepsi vasektomi

sebesar

penelitian ini adalah sebagai berikut:

66,1%. Keinginan suami dari pasangan usia

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang Berkeinginan dengan Pengetahuan Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017 Berdasarkan Karakteristik Responden

Karakteristik Responden

Berkeinginan

Pengetahuan Baik       Pengetahuan Kurang

f (%)                   f (%)

Umur

35-45 th

46-55 th

Pendidikan

Perguruan Tinggi

SMA

0 (0,0)                         0 (0,0)

2 (33,9)                      4 (66,1)

0 (0,0)                         0 (0,0)

2 (33,9)                      4 (66,1)

Pekerjaan

PNS                                  0 (0,0)

Pegawai Swasta                     2 (50,0)

Wiraswasta                           0 (0,0)

Tidak Bekerja                          0 (0,0)

Informasi

Pernah                              2 (33,9)

Tidak Pernah                         0 (0,0)

1 (100,0) 2 (50,0)

1 (100,0) 0 (0,0)

4 (66,1)

0 (0,0)

Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan      karakteristik

bahwa dari responden yang berkeinginan      karakteristik

pendidikan     SMA,

pekerjaan  swasta  dan

terhadap kontrasepsi vasektomi sebagian      pernah mendapatkan informasi tentang

besar memiliki  pengetahuan kurang      kontrasepsi vasektomi.

sebesar 66,1%  yang berada pada

kelompok umur 46-55 tahun dengan

Tabel 5 Distribusi Frekuensi Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang Tidak Berkeinginan dengan Pengetahuan Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017 Berdasarkan Karakteristik Responden

Tidak Berkeinginan

Karakteristik Responden      Pengetahuan Baik

f (%)

Pengetahuan Kurang f (%)

Umur

35-45 th                             13 (27,6)

46-55 th                            6 (66,7)

Pendidikan

Perguruan                          10 (50,0)

Tinggi

SMA                              9 (25,0)

Pekerjaan

PNS                                 2 (66,7)

Pegawai                            10 (27,0)

Swasta

Wiraswasta                         6 (46,2)

Tidak Bekerja                          0 (0,0)

Informasi

Pernah                              19 (48,7)

Tidak Pernah                         0 (0,0)

34 (72,4) 3 (33,3)

10 (50,0)

27 (75,0)

1 (33,3)

27 (73,0)

7 (53,8)

3 (100,0)

20 (51,3)

17 (100,0)

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa     sebesar 75,0%, pekerjaan pegawai swasta

dari responden yang tidak berkeinginan     73,8% dan sebagian besar pernah

terhadap kontrasepsi vasektomi sebagian     mendapatkan     informasi     tentang

besar memiliki pengetahuan kurang     kontrasepsi vasektomi sebesar 51,3%.

sebesar 72,4% pada kelompok umur 35-45 tahun, karakteristik pendidikan SMA

Sikap Suami Dari Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi Tabel 6 Distribusi Frekuensi Sikap Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi Tahun 2017

Sikap

Frekuensi

Persentase (%)

Positif

45

72,6

Negatif

17

27,4

Total

62

100

metode kontrasepsi vasektomi.

Tabel 7 Distribusi Frekuensi Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang Berkeinginan dengan Sikap Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan

Tahun 2017 Berdasarkan Karakteristik Responden

Berkeinginan

Karakteristik Responden      Sikap Positif             Sikap Negatif

f (%)                  f (%)

Umur

35-45 th

46-55 th

Pendidikan

Perguruan Tinggi

SMA

Pekerjaan

PNS

Pegawai Swasta

Wiraswasta

Lain-lain

Informasi

Pernah

Tidak Pernah

0 (0,0)                       0 (0,0)

6 (100,0)                     0 (0,0)

0 (0,0)                       0 (0,0)

6 (100,0)                     0 (0,0)

1 (100,0)                     0 (0,0)

4 (100,0)                     0 (0,0)

1 (100,0)                     0 (0,0)

0 (0,0)                       0 (0,0)

6 (100,0)                     0 (0,0)

0 (0,0)                       0 (0,0)

Tabel  7  menunjukkan

dari  semua     tahun, pendidikan SMA, sebagian besar

responden yang berkeinginan terhadap pada karakteristik pekerjaan pegawai kontrasepsi vasektomi semuanya memiliki swasta dan pernah mendapatkan informasi sikap positif pada kelompok umur 46-55 terhadap kontrasepsi vasektomi.

Tabel 8 Distribusi Frekuensi Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang Tidak

Berkeinginan dengan Sikap Terhadap Metode Kontrasepsi Vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017 Berdasarkan Karakteristik Responden

Karakteristik Responden

Tidak Berkeinginan

Sikap Positif             Sikap Negatif

f (%)                  f (%)

Umur

35-45 th

46-55 th

32 (68,0)                    15 (32,0)

7 (77,8)                     2 (22,2)

Tidak Berkeinginan

Karakteristik Responden

Sikap Positif

Sikap Negatif

f (%)

f (%)

Pendidikan

Perguruan Tinggi

17 (85,0)

3 (15,0)

SMA

22 (62,0)

14 (38,0)

Pekerjaan

PNS

3 (100,0)

0 (0,0)

Pegawai Swasta

25 (67,6)

12 (32,4)

Wiraswasta

8 (61,6)

5 (38,4)

Lain-lain

3 (100,0)

0 (0,0)

Informasi

Pernah

32 (82,1)

7 (17,9)

Tidak Pernah

7 (41,2)

10 (58,8)

Sikap Suami Terhadap Kontrasepsi

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2015). Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Denpasar, 2001-2015. Badan Pusat Statistik Kota Denpasar.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2015). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2015. Provinsi Bali.

Fitri, Mir’atul., Wantouw, Benny. & Tendean, Lydia. (2012). Pengaruh Vasektomi Terhadap Fungsi Seksual Pria di Kota Manado. Skripsi Fakultas kedokteran Universitas Sam Ratulangi.

Nurrita, Maria., Komariah, Maria., & Ermiati. (2012). Pengetahuan dan

Hasil penelitian yang dilakukan, berdasarkan tabel 6 sebanyak 72,6% memiliki sikap positif terhadap kontrasepsi vasektomi. Berikut adalah distribusi frekuensi jawaban soal sikap suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap


Keinginan suami dari pasangan usia subur (PUS) berdasarkan sikap terhadap metode kontrasepsi vasektomi berdasarkan karakteristik responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


Tabel 8 menunjukkan bahwa dari seluruh responden yang tidak berkeinginan terhadap kontrasepsi vasektomi sebagian besar memiliki sikap positif didominasi kelompok umur 35-45 tahun sebesar 68,0%, pendidikan SMA sebesar 62,0%, pekerjaan pegawai swasta sebesar 67,6% dan pernah mendapatkan informasi tentang kontrasepsi vasektomi sebesar 82,1%.


Mantap Vasektomi Rancaekek. Skripsi Keperawatan Padjadjaran.


di Kecamatan

Fakultas Ilmu

Universitas


32